Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » OTT KPK Bea Cukai, Purbaya Soroti Safe House dan Suap

OTT KPK Bea Cukai, Purbaya Soroti Safe House dan Suap

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
  • visibility 161

Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kemarahan serius atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

Menurutnya, temuan ini menunjukkan adanya dugaan kasus suap besar di lingkungan institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di sektor perpajakan dan kepabeanan.

OTT KPK yang menimpa pegawai DJBC ini terungkap setelah lembaga antirasuah menemukan adanya safe house tempat penyimpanan uang haram atau suap yang disediakan pejabat Bea Cukai.

Menurut Purbaya, temuan tersebut menjadi bukti bahwa sebagian pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum bersih sepenuhnya. Pernyataan ini disampaikannya saat melantik puluhan pegawai baru Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Kemenkeu, Jakarta, pada Jumat (6/2/2026).

“Masih ada yang menerima uang, ada safe house, ada uang, ada emas tiga kilogram, dan lain-lain. Artinya, masih belum bersih,” ujar Purbaya.

Praktik Korupsi Masih Mengancam Integritas Kemenkeu

Purbaya menekankan bahwa praktik korupsi seperti ini menjadi indikator masih adanya pegawai Kemenkeu yang belum bekerja dengan jujur dan profesional. Ia menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi momentum bagi institusi pajak dan bea cukai untuk memperbaiki citra dan meningkatkan akuntabilitas internal.

“Ini terjadi berkali-kali. Kita tunggu proses di Kalimantan sampai mana. Jika tersangka benar-benar sampai level satu di bawah pimpinannya, kita akan ganti terus. Saya harap pegawai baru yang dilantik mengawasi dengan baik kinerja anak buahnya,” tegas Menkeu Purbaya.

Langkah tegas ini dimaksudkan untuk memastikan optimalisasi penerimaan negara yang bersumber dari pajak dan bea cukai, dua institusi utama di bawah Kemenkeu. Purbaya menegaskan bahwa upaya peningkatan integritas pegawai merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi fiskal.

Safe House Bea Cukai: Uang dan Logam Mulia

OTT KPK di Bea Cukai tidak hanya menyoroti dugaan suap, tetapi juga terkait temuan safe house yang disediakan untuk menampung uang haram dan logam mulia. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa rumah tersebut digunakan untuk menyimpan uang dan logam mulia hasil praktik korupsi di lingkungan DJBC.

“Diduga para oknum dari Ditjen Bea Cukai menyiapkan safe house untuk menyimpan barang-barang seperti uang dan logam mulia,” kata Budi.

Budi menambahkan bahwa safe house tersebut disewa secara khusus, namun pihak KPK hingga saat ini belum mengungkap siapa pemilik sah bangunan tersebut. Lokasinya diduga berada di bangunan vertikal, seperti apartemen, untuk meminimalkan kecurigaan publik dan memudahkan akses bagi oknum yang terlibat.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan tingkat kecanggihan modus korupsi di internal Kemenkeu, terutama di DJBC, yang menangani importasi barang dan pengawasan logistik nasional.

Dampak OTT KPK terhadap Reformasi Kemenkeu

OTT KPK ini menimbulkan sorotan publik terkait integritas aparat di kementerian yang memiliki peran strategis dalam penerimaan negara. Nilai kerugian yang bisa muncul dari praktik suap di Bea Cukai diprediksi mencapai miliaran rupiah, mengingat potensi pungutan dan pengawasan impor yang luas.

Purbaya menekankan bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pegawai Kemenkeu. Menurutnya, setiap tindakan korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi fiskal. Ia meminta jajaran DJP dan DJBC untuk menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme.

“Kalau sampai ada yang bermain-main dengan uang negara, kita tidak segan melakukan evaluasi dan pergantian pejabat. Pegawai baru harus mengawasi kinerja anak buahnya, dan jangan sampai praktik suap atau gratifikasi terulang lagi,” ujar Purbaya.

OTT KPK Bea Cukai ini sekaligus menegaskan komitmen lembaga antirasuah untuk menindak praktik ilegal yang terjadi di lembaga strategis pemerintah. Penegakan hukum tegas diharapkan menjadi peringatan bagi semua pegawai Kemenkeu agar tidak tergiur dengan keuntungan pribadi melalui praktik suap.

Langkah Pencegahan dan Reformasi Internal

Kemenkeu di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa berencana meningkatkan pengawasan internal, memperketat audit, serta melakukan rotasi pejabat di area yang rawan korupsi. Upaya ini bertujuan memastikan penerimaan negara tetap optimal dan institusi pajak serta bea cukai mampu bekerja dengan profesional.

Purbaya juga menekankan pentingnya transparansi, terutama dalam pengelolaan barang dan uang negara, agar praktik korupsi dapat diminimalkan. Menurutnya, OTT KPK Bea Cukai menjadi momentum reformasi yang tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga perbaikan sistemik di internal kementerian.

“OTT KPK menunjukkan bahwa masih ada PR besar bagi Kemenkeu. Kita harus bekerja lebih bersih, lebih profesional, dan memastikan tidak ada ruang bagi korupsi,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa.

Dengan langkah tegas dan pengawasan yang lebih ketat, Kemenkeu berharap kasus OTT KPK Bea Cukai ini menjadi titik balik untuk meningkatkan integritas pegawai, memperkuat tata kelola, dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi fiskal nasional.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rembang Expo Digelar Hingga Kamis di Gedung Balai Kartini, Ada Produk UMKM

    Rembang Expo Digelar Hingga Kamis di Gedung Balai Kartini, Ada Produk UMKM

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Rembang Expo kembali digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Rembang ke-284. Acara ini diadakan di Gedung Balai Kartini mulai Jumat (25/7/2025) hingga Kamis (31/7/2025). Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang turut menggandeng para pelaku UMKM untuk memeriahkan acara. Di sana, pelaku UMKM bebas mempromosikan produknya, sekaligus […]

  • Ada 5 Proyek Peningkatan Jalan di Sragen Guna Percepatan Pembangunan Ekonomi Lokal

    Ada 5 Proyek Peningkatan Jalan di Sragen Guna Percepatan Pembangunan Ekonomi Lokal

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 189
    • 0Komentar

      Sragen, Kabarjatengterkini.com – Terdapat lima proyek peningkatan atau perbaikan jalan di Sragen guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah. Proyek tersebut diketahui menyasar lima ruas jalan strategis. Di antaranya, jalan Kaloran-Ngrendeng, Kecamatan Gemolong sepanjang 2,493 km; Jalan Jono-Tanon, kecamatan Tanon sepanjang 3,3 km; jalan di Dk. Sumberejo, hingga Desa Kedungwaduk–Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang sepanjang 1,2 […]

  • Pemkab Semarang Gunakan Mobil Skylift untuk Pemeliharaan PJU dan Traffic Light

    Pemkab Semarang Gunakan Mobil Skylift untuk Pemeliharaan PJU dan Traffic Light

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang gunakan mobil Skylift untuk pemeliharaan perlengkapan jalan. Sebagai contoh, perbaikan penerangan jalan umum (PJU) dan lampu pengatur lalu lintas (traffic light). Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang melalui Sekretaris Djoko Nurjanto mengatakan, pengadaan mobil Skylift di tahun 2025 menggantikan kendaraan serupa tahun 2002. Penggantian ini dilakukan untuk mendukung proses […]

  • Seluruh Ponpes di Jawa Tengah Diminta Taati Aturan Tentang Pembangunan Gedung

    Seluruh Ponpes di Jawa Tengah Diminta Taati Aturan Tentang Pembangunan Gedung

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 198
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Pihak pondok pesantren (Ponpes) di Jawa Tengah diminta taat terhadap regulasi pembangunan gedung. Aturan ini juga berlaku untuk pengelola madrasah, masjid, hingga musala sebagai tempat ibadah dan berkumpul umat. Setiap Ponpes harus melewati proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Hal ini ditujukan untuk mencegah risiko akibat struktur bangunan yang tidak sesuai standar. Terlebih, […]

  • 150 KK di Jateng Terima Bantuan Perbaikan RTLH, Total Alokasi Lebih dari Rp3 M

    150 KK di Jateng Terima Bantuan Perbaikan RTLH, Total Alokasi Lebih dari Rp3 M

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Jawa Tengah menerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah provinsi (pemprov) dan Baznas. Jumlah bantuan yang telah digelontorkan lebih dari Rp3 miliar. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, bantuan tersebut harapannya bisa membantu warga mengentaskan diri dari kemiskinan ekstrem. Ini juga menjadi upaya pemerintah […]

  • Bupati Nonaktif Sudewo Bakal Jalani Sidang Perdana Senin Pekan Depan di Semarang

    Bupati Nonaktif Sudewo Bakal Jalani Sidang Perdana Senin Pekan Depan di Semarang

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bupati Pati nonaktif, Sudewo, bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (15/6/2026) pukul 09.00 WIB. Sementara, Sudewo telah dipindahkan ke Rutan Kelas I Semarang sejak pekan lalu. Adapun dua perkara yang akan disidangkan di Semarang, yakni pemerasan pada pengisian calon perangkat desa di Kabupaten Pati, serta proyek pembangunan […]

expand_less