Siswa MTs di Sragen Belajar di Rumah Usai Atap Bangunan Kelas Roboh
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Sragen, Kabarjatengterkini.com – Siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, terpaksa belajar di rumah setelah kejadian atap bangunan roboh. Adapun ruang kelas roboh terjadi di kelas VII, meskipun kondisi kelas lainnya perlu diantisipasi.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan di rumah bakal dilakukan selama pekan ini saja atau sampai dengan hari Sabtu (16/5/2026). Harapannya, pada hari Senin (18/5/2026), KBM bisa kembali normal.
“KBM sementara belajar di rumah dulu. Iya, kelas 7, 8, dan 9 di rumah semua untuk mengantisipasi, sampai hari Sabtu. Jadi pekan ini saja,” ujar Ketua PCM sekaligus Ketua Komite Sekolah, Agus Anwar Rosyidi, Rabu (13/5/2026), dikutip Detik.
Pihak sekolah akan segera melakukan perbaikan untuk seluruh ruangan kelas dan akan dimulai setelah pihak kepolisian menyelesaikan penyelidikan di lokasi kejadian. Adapun dana renovasi diperkirakan mencapai Rp400 juta berasal dari internal organisasi Muhammadiyah.
“Ruang kelas setelah nanti selesai penyelidikan dari Kepolisian, segera kita bangun tiga lokalnya. Tiga ruang kelas akan kita renovasi,” jelasnya.
“Anggaran diambilkan dari PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), dari PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah), dari PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, lewat Lazismu tentunya,” lanjut dia.
Sementara itu, mengenai status gedung yang disebut sudah masuk daftar renovasi pemerintah, pihaknya hanya mengikuti regulasi dan prosedur. Pengisian data dilakukan melalui sistem EMIS atau langsung pengajuan ke Kemenag dan PUPR.
“Kalau sistem lewat EMIS itu, jadi kita tidak begitu mengetahui. Ketika kita sudah mengajukan, kita sudah mengisi format, kemudian sistem membaca bagaimana, nah kita yang tidak tahu kendalanya. Kemarin yang survei PUPR kalau tidak salah tahun ini,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

