Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Hanya 5 Daerah yang Naikkan Tarif PBB di 2025, Imbau Kepala Daerah Komunikatif

Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Hanya 5 Daerah yang Naikkan Tarif PBB di 2025, Imbau Kepala Daerah Komunikatif

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
  • visibility 412

Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kabar mengenai kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah pada tahun 2025 menjadi perhatian publik. Beberapa wilayah bahkan mengalami gelombang aksi protes besar-besaran dari masyarakat yang merasa keberatan. Salah satu daerah yang ramai diperbincangkan adalah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang sempat menaikkan tarif PBB sebesar 250 persen dan menuai penolakan keras dari warganya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa sebenarnya hanya ada lima daerah di Indonesia yang menaikkan tarif PBB pada tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan Tito saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025).

Hanya 5 Daerah yang Naikkan Tarif PBB Tahun 2025

“Ada beberapa daerah, tapi itu bukan tahun 2025, tahun 2025 cuma ada 5 daerah saja,” ujar Tito menjelaskan. Pernyataan Mendagri ini sekaligus menepis isu bahwa kenaikan tarif PBB menyebar luas ke berbagai daerah secara masif.

Tito menekankan, menaikkan tarif PBB memang menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai peraturan yang berlaku. Namun, Mendagri telah mengeluarkan surat edaran yang berisi arahan penting bagi kepala daerah terkait kebijakan tersebut.

Surat Edaran Mendagri: Penyesuaian Tarif PBB Harus Sesuai NJOP dan Kondisi Sosial Ekonomi

Dalam surat edaran tersebut, Tito Karnavian mengimbau kepala daerah agar menaikkan tarif PBB dengan menyesuaikan nilai jual objek pajak (NJOP) yang berlaku di wilayah masing-masing. Ia juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sebelum menetapkan kenaikan tarif.

“Sesuaikan dengan kemampuan masyarakat, keadaan sosial ekonomi masyarakat yang pertama. Yang kedua, melibatkan juga komunikasi publik, sebelum menerapkan kebijakan itu, komunikasi publik kepada masyarakat,” jelas Tito.

Mendagri juga menegaskan bahwa apabila kebijakan kenaikan tarif PBB dinilai memberatkan masyarakat atau tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi yang sedang terjadi, kebijakan tersebut sebaiknya ditunda atau dibatalkan.

“Jika kondisi sosial ekonomi masyarakat tidak kondusif, atau tidak elok untuk dilakukan suatu kebijakan, maka tunda atau batalkan,” tandas Tito.

Kenaikan Tarif PBB di Beberapa Daerah Lain

Meskipun Tito tidak menyebut secara spesifik lima daerah yang menaikkan tarif PBB pada 2025, berdasarkan catatan media kumparan, beberapa daerah yang sempat menjadi sorotan publik karena kenaikan PBB cukup signifikan adalah:

  • Cirebon dengan kenaikan tarif PBB hingga 1.000 persen,

  • Jakarta yang menaikkan tarif sekitar 5-10 persen,

  • Bone dengan kenaikan sebesar 65 persen,

  • Jombang yang melonjak hingga 400 persen.

Kenaikan tarif PBB di daerah-daerah tersebut menjadi sorotan karena dampaknya yang cukup signifikan terhadap kemampuan ekonomi masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

Situasi di Kabupaten Pati: Kenaikan PBB Ditunda, Namun Aksi Protes Berlanjut

Di Kabupaten Pati, kenaikan tarif PBB yang sempat ditetapkan sebesar 250 persen telah dibatalkan menyusul protes keras dari warga. Meski demikian, gelombang aksi demo masyarakat masih terus berlanjut dengan tuntutan yang meluas, tidak hanya soal pajak tetapi juga menuntut pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.

Aksi demonstrasi ini menunjukkan dinamika politik lokal yang cukup kompleks dan mendapat perhatian nasional. Pemerintah pusat melalui Kemendagri menekankan pentingnya dialog yang konstruktif antara pemerintah daerah dan masyarakat agar konflik semacam ini tidak berlarut-larut.

Pentingnya Komunikasi Publik dalam Kebijakan Pajak Daerah

Imbauan Mendagri Tito Karnavian untuk kepala daerah agar melibatkan komunikasi publik sebelum menaikkan tarif PBB sangat krusial. Komunikasi yang transparan dan partisipatif dapat mengurangi potensi resistensi masyarakat dan membangun pemahaman bersama mengenai alasan kebijakan pajak.

Kepala daerah didorong untuk melakukan sosialisasi dan konsultasi dengan warga, termasuk menjelaskan manfaat dan urgensi kebijakan pajak bagi pembangunan daerah. Dengan demikian, masyarakat tidak merasa dibebani secara tiba-tiba dan bisa memberikan masukan yang konstruktif.

Pemerintah Tetap Awasi Kebijakan Pajak Daerah

Meskipun pemerintah daerah memiliki otonomi dalam menetapkan tarif PBB, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terus memantau kebijakan pajak daerah agar tidak menimbulkan kegaduhan sosial yang berkepanjangan.

“Kemendagri akan terus mengawasi kebijakan yang diambil pemerintah daerah dan memberikan arahan agar kebijakan tersebut sejalan dengan kondisi masyarakat dan peraturan yang berlaku,” ungkap seorang pejabat Kemendagri.

Kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi isu sensitif yang berpotensi memicu aksi protes masyarakat, seperti yang terjadi di Kabupaten Pati. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa hanya lima daerah saja yang menaikkan tarif PBB pada tahun 2025 dan mengimbau kepala daerah agar menerapkan kebijakan tersebut dengan penuh kehati-hatian dan komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Surat edaran Mendagri menegaskan bahwa penyesuaian tarif PBB harus didasarkan pada nilai jual objek pajak dan disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Jika dirasa memberatkan, kebijakan itu bisa ditunda atau dibatalkan demi menjaga kondusivitas dan keadilan sosial.

Dengan pendekatan yang tepat dan pengawasan ketat dari pemerintah pusat, diharapkan kebijakan pajak daerah bisa berjalan efektif tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan di masyarakat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus

    Kisah Pilu Misri, Anak Yatim Tulang Punggung Keluarga yang Dijadikan Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan kisah pilu bagi keluarga Misri (23), salah satu tersangka yang kini ditahan oleh Polda NTB. Misri, anak sulung dari enam bersaudara dan tulang punggung keluarga, diduga terlibat dalam kematian Nurhadi bersama dua anggota polisi lainnya, yakni Kompol I Made Yogi Purusa […]

  • terong panggang

    Resep Terong Panggang Saus Tahini: Lezat, Sehat, dan Mudah Dibuat di Rumah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Terong merupakan salah satu bahan makanan yang serbaguna dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Dengan teksturnya yang lembut dan rasa netral, terong bisa diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera. Salah satu resep yang sedang populer dan kaya manfaat adalah terong panggang saus tahini. Bukan hanya lezat, resep terong panggang ini juga cocok […]

  • Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz /rembangkab

    Ekosistem Kopdes di Rembang Tunjukkan Perkembangan Signifikan

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Rembang menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tercatat, ada 170 agen laku pandai yang aktif memberikan pelayanan keuangan di masyarakat. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan bahwa hal itu menjadi bukti bahwa kopdes di Rembang tumbuh dan menjalankan fungsi […]

  • 6 Tanaman Herbal yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

    6 Tanaman Herbal yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Beberapa tanaman herbal dan rempah-rempah telah dikenal luas oleh masyarakat terkait manfaat kesehatannya yang besar. Beberapa tumbuhan berikut mengandung berbagai kandungan senyawa yang diyakini membantu mencegah atau menyembuhkan penyakit. Tanaman ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional karena mengandung sejumlah senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang dapat memberikan efek farmakologis pada tubuh. Dilansir dari […]

  • Pemprov Jateng Upayakan Pengembangan Wisata Dieng dengan Aglomerasi

    Pemprov Jateng Upayakan Pengembangan Wisata Dieng dengan Aglomerasi

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Banjarnegara, Kabarjatengterkini.com – Kawasan Dieng di Kabupaten Banjarnegara menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Maka dari itu, pemerintah provinsi terus mendorong pengembangannya guna meningkatkan ekonomi dan pariwisata lokal. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan pengembangan kawasan Dieng dapat dilakukan dengan meningkatkan infrastruktur penunjang dan destinasi pendukung. Menurutnya, ini bisa menarik lebih banyak […]

  • dagang

    Perjanjian Dagang AS–Korea Selatan: Investasi USD 350 Miliar, Pemangkasan Tarif, dan Kerja Sama Nuklir

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan resmi merilis rincian perjanjian dagang strategis yang disebut-sebut sebagai kesepakatan terbesar antara kedua negara dalam satu dekade terakhir. Pengumuman yang disampaikan pada Jumat (14/11) ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bilateral antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Gedung Putih pada Oktober 2025. […]

expand_less