Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KPK Tangkap Direktur Utama PT Wahana Adyawarna dalam Kasus TPPU di Mahkamah Agung

KPK Tangkap Direktur Utama PT Wahana Adyawarna dalam Kasus TPPU di Mahkamah Agung

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
  • visibility 148

Kabarjatengterkinicom- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah tegas dalam pemberantasan korupsi dengan menangkap Direktur Utama PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah, dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan lingkungan Mahkamah Agung (MA).

Penangkapan ini menjadi sorotan publik karena Menas diduga berperan dalam memberikan fasilitas mewah kepada mantan Sekretaris MA, Hasbi Hasan, terkait dengan pengurusan perkara di MA.

Menas Erwin Djohansyah Ditangkap KPK Setelah Dua Kali Mangkir dalam Pemeriksaan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan Menas Erwin pada Rabu (24/9/2025). Penangkapan tersebut dilakukan di wilayah BSD, Banten, setelah Menas dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan tanpa alasan yang jelas.

“Benar, hari ini penyidik melakukan penangkapan terhadap saudara Menas Erwin Djohansyah,” ujar Budi Prasetyo dikutip dari ANTARA. Penangkapan ini merupakan kelanjutan dari langkah KPK yang sebelumnya mengungkapkan rencana upaya paksa terhadap Menas pada 12 Agustus 2025. Meskipun demikian, penangkapan baru terlaksana pada 24 September 2025.

KPK menyebutkan bahwa tindakan ini terpaksa dilakukan karena Menas Erwin tidak kooperatif dengan proses hukum dan memilih untuk tidak memenuhi panggilan penyidik. Hal ini memperburuk situasi, mengingat perannya yang cukup signifikan dalam dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki oleh KPK.

Menas Erwin Tersandung Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Mahkamah Agung

Nama Menas Erwin Djohansyah muncul dalam sidang kasus yang melibatkan mantan Sekretaris MA, Hasbi Hasan. Dalam sidang yang berlangsung pada 5 Desember 2023 di Pengadilan Tipikor Jakarta, jaksa mengungkapkan bahwa Hasbi Hasan diduga menerima berbagai fasilitas mewah, termasuk perjalanan wisata dan penginapan dengan nilai ratusan juta rupiah.

Fasilitas-fasilitas ini diduga diberikan oleh Menas Erwin untuk mempengaruhi pengurusan perkara yang melibatkan perusahaannya di MA.

Pada 5 April 2021, Menas Erwin diketahui memberikan fasilitas berupa penyewaan satu unit apartemen di Frasers Residence, Jakarta, dengan nilai mencapai Rp210.100.000 kepada Hasbi Hasan. Fasilitas ini diberikan dengan tujuan agar Hasbi bersedia mengurus perkara yang melibatkan PT Wahana Adyawarna di MA. Selain itu, Menas juga memberikan fasilitas penginapan mewah lainnya kepada Hasbi.

Fasilitas Mewah dari Menas untuk Hasbi Hasan

Selain apartemen, Menas juga memberikan fasilitas penginapan mewah lainnya kepada Hasbi Hasan. Pada 21 November 2021, Menas kembali memberikan fasilitas berupa dua unit kamar tipe junior suite dan executive suite di The Hermitage Hotel Menteng, Jakarta, dengan total nilai Rp240.544.400.

Kemudian, pada kesempatan lain, Menas juga menyediakan dua kamar tipe executive suite di Novotel, Cikini, Jakarta, dengan nilai mencapai Rp162.700.000. Fasilitas-fasilitas ini diberikan kepada Hasbi dengan tujuan agar ia mengurus perkara yang melibatkan perusahaannya di lingkungan Mahkamah Agung.

Hasbi Hasan Tersangkut Kasus Suap, Divonis 6 Tahun Penjara

Keterlibatan Hasbi Hasan dalam kasus ini sudah dibuktikan di pengadilan. Pada 2023, Hasbi Hasan divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta setelah terbukti menerima suap terkait dengan pengurusan gugatan perkara kepailitan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.

Dalam kasus tersebut, Hasbi terbukti menerima suap sebesar Rp3 miliar dari pihak yang berkepentingan untuk memenangkan gugatan kepailitan KSP Intidana di tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Suap tersebut diberikan agar Hasbi mau mempengaruhi keputusan perkara yang sedang diproses di MA.

Kasus ini semakin membuka tabir praktek korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung.

Tidak hanya keterlibatan Hasbi Hasan, tetapi juga adanya pihak luar yang memberi fasilitas mewah kepada pejabat MA untuk mempengaruhi proses hukum. Penangkapan Menas Erwin Djohansyah oleh KPK menjadi bagian dari upaya untuk mengungkap lebih dalam dugaan tindak pidana pencucian uang dan pengaruh terhadap putusan-putusan hukum di MA.

KPK Terus Berkomitmen Usut Kasus Korupsi di Lingkungan Mahkamah Agung

Penangkapan Menas Erwin Djohansyah menunjukkan bahwa KPK terus berkomitmen untuk mengungkap praktik korupsi di seluruh lembaga negara, termasuk di Mahkamah Agung. KPK bertekad untuk mengungkap tuntas setiap kasus korupsi yang melibatkan pejabat negara, termasuk yang terkait dengan pencucian uang.

Dalam hal ini, KPK diharapkan dapat memproses Menas dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, penangkapan ini juga memberikan sinyal tegas bagi pihak-pihak yang terlibat dalam praktek korupsi untuk berhati-hati dan lebih kooperatif dalam menjalani proses hukum. KPK memastikan bahwa tidak ada ruang bagi praktik-praktik korupsi di pemerintahan, termasuk di institusi peradilan yang seharusnya menjadi pelindung keadilan.

Tindak Lanjut Kasus dan Upaya Pemberantasan Korupsi

Kini, dengan penangkapan Menas Erwin Djohansyah, KPK akan melanjutkan penyidikan untuk mengungkap peran lebih lanjut dalam kasus ini.

Penyelidikan akan mencakup berbagai kemungkinan tindak pidana lain yang terkait dengan pencucian uang dan suap yang melibatkan pejabat-pejabat di Mahkamah Agung. Selain itu, KPK juga akan terus berusaha untuk melacak aliran dana dan aset-aset yang terkait dengan praktik korupsi ini.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut lembaga peradilan yang seharusnya menjadi pilar utama dalam penegakan hukum.

Dengan semakin banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat peradilan, KPK diharapkan dapat memberikan efek jera dan memastikan bahwa keadilan di Indonesia dapat berjalan dengan baik tanpa adanya intervensi dari praktik korupsi.

Penangkapan Menas Erwin Djohansyah oleh KPK menambah daftar panjang upaya lembaga anti-korupsi untuk memberantas praktek korupsi yang melibatkan pejabat negara, termasuk di Mahkamah Agung.

Dengan adanya fasilitas mewah yang diberikan kepada Hasbi Hasan, KPK semakin mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang dan suap yang terjadi di lingkungan MA. Masyarakat pun berharap agar proses hukum ini berjalan dengan transparan dan adil, sehingga sistem peradilan di Indonesia kembali memperoleh kepercayaan publik.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terungkap Ratusan Kasus Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi dengan Modus Helikopter

    Terungkap Ratusan Kasus Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi dengan Modus Helikopter

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji subsidi dengan modus ‘helikopter’. Praktik bisnis melawan hukum ini biasanya dilakukan pelaku untuk mendapatkan keuntungan berlipat akibat disparitas harga. Diketahui, harga BBM non-subsidi mencapai Rp 31.000 per liter, sedangkan harga subsidi hanya Rp 6.800 per liter. Sedangkan gas elpiji 3 kg masih berada di […]

  • label makanan

    Cara Baca Label Makanan yang Mudah agar Lebih Cermat Memilih Makanan

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Memahami cara baca label makanan adalah langkah penting untuk menjaga pola makan sehat dan memilih produk yang tepat. Label makanan memberikan informasi penting seperti kandungan gizi, bahan-bahan, dan tanggal kedaluwarsa. Namun, tidak semua orang tahu cara membacanya dengan benar. Dengan memahami label makanan secara cermat, Anda bisa menghindari bahan yang tidak diinginkan, membatasi konsumsi […]

  • Presiden RI Prabowo Subianto

    Presiden RI Instruksikan Cari Alternatif Impor BBM dan Gas di Semua Negara

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian ESDM mencari alternatif impor bahan bakar minyak (BBM) dan gas. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi pasokan energi saat terjadi gejolak di Timur Tengah. Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau persediaan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Ia menyebutkan, saat ini, […]

  • bahan

    7 Bahan Alami untuk Mengobati Luka Bernanah, Cepat Kering dan Aman!

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Luka bernanah seringkali menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik. Luka jenis ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang membuat area luka menjadi merah, bengkak, dan mengeluarkan nanah. Jika dibiarkan, luka bisa memburuk dan menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Namun, tak selalu harus bergantung pada obat kimia, karena ternyata ada banyak bahan alami untuk […]

  • Foto : Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz. (Sumber: Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Dua Bulan Terakhir, Capaian PAD di Sektor Pasar Rembang Baru Sentuh 70 Persen

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rembang di sektor retribusi pasar hewan maupun tradisional per bulan Oktober baru menyentuh angka sebesar 70 persen. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan capaian PAD tersebut diperoleh dari dua pasar hewan dan 14 pasar tradisional. Adapun untuk […]

  • Jateng Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kontribusi Produktivitas Padi, Kedela, dan Jagung Terbesar Nasional

    Jateng Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kontribusi Produktivitas Padi, Kedelai, dan Jagung Terbesar Nasional

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu dari tiga wilayah yang berkontribusi terhadap produktivitas padi, kedelai, dan jagung. Diketahui, Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 11.377.731 ton atau 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG) hingga akhir tahun 2025. Ini berasal dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare, dengan luas panen 1.673.012 hektare, menempatkan Jateng sebagai kontributor ketiga […]

expand_less