Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Hiu Angelshark Langka Terekam di Teluk Cardigan, Pertanda Harapan untuk Laut Dunia

Hiu Angelshark Langka Terekam di Teluk Cardigan, Pertanda Harapan untuk Laut Dunia

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
  • visibility 262

Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan langka menggugah dunia konservasi laut. Seekor hiu angelshark (Squatina squatina), salah satu spesies hiu paling langka di dunia yang kini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah, terekam kamera bawah laut di Teluk Cardigan, Wales. Rekaman ini mengejutkan para ilmuwan yang tergabung dalam proyek Dolphin Diet Detectives yang diprakarsai oleh Wildlife Trust of South & West Wales (WTSWW).

Hiu angelshark, yang tampak seperti gabungan antara ikan pari dan hiu, sebelumnya belum pernah terdeteksi di Teluk Cardigan sejak 2021. Kabar kemunculan kembali predator bawah laut ini sontak menjadi perhatian global, karena menandai harapan akan keberhasilan konservasi laut di tengah maraknya ancaman aktivitas manusia.

Angelshark, Spesies Hiu yang Hampir Punah

Angelshark adalah salah satu spesies hiu dasar laut yang dahulu tersebar luas di sepanjang pesisir Eropa hingga Afrika Utara. Di masa lalu, penampakan hiu ini di perairan Inggris, termasuk Wales, merupakan hal yang biasa. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, populasi angelshark menyusut drastis lebih dari 80% dalam waktu 45 tahun. Hal ini menyebabkan angelshark masuk dalam daftar spesies sangat terancam punah oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Menurut Dr. Sarah Perry, Manajer Konservasi dan Riset Laut di WTSWW, penampakan ini merupakan momen yang sangat langka dan menggembirakan.

“Kami sangat senang bisa merekam angelshark di Teluk Cardigan. Ini perjumpaan yang sangat langka dan mengasyikkan,” ujar Perry. “Sebelum proyek ini dimulai, angelshark belum pernah terekam di kawasan ini sejak tahun 2021.”

Bukan Tujuan Utama, Tapi Jadi Temuan Berharga

Kamera bawah laut yang merekam angelshark sebenarnya dipasang bukan untuk meneliti hiu. Alat tersebut merupakan bagian dari proyek Dolphin Diet Detectives, yang bertujuan meneliti pola makan lumba-lumba di Teluk Cardigan serta memetakan keanekaragaman hayati bawah laut.

Namun, keberhasilan menangkap penampakan angelshark menjadi bukti kuat bahwa ekosistem laut di kawasan tersebut masih menyimpan kehidupan yang luar biasa, meskipun berada di bawah tekanan besar akibat aktivitas manusia.

Ancaman Serius: Pukat Hela Dasar

Salah satu penyebab utama anjloknya populasi angelshark adalah praktik penangkapan ikan menggunakan pukat hela dasar (bottom trawling). Metode ini menyeret jaring besar di sepanjang dasar laut, menghancurkan habitat dan menangkap berbagai makhluk laut, termasuk angelshark yang hidup di dasar perairan.

Pukat hela dasar telah lama dikritik sebagai metode tangkap yang tidak ramah lingkungan. Dalam film dokumenter OCEAN karya Sir David Attenborough, diperlihatkan bagaimana alat tangkap ini mengacak-acak dasar laut dan memaksa berbagai spesies seperti pari dan cumi-cumi melarikan diri dari kehancuran habitat mereka.

“Dampaknya setara dengan menggunduli hutan hujan Amazon,” ujar Toby Nowlan, sutradara film dokumenter tersebut. “Namun karena kerusakan terjadi di bawah laut dan tidak terlihat langsung, banyak orang tidak menyadari betapa besar ancamannya.”

Momentum untuk Perubahan

Penampakan angelshark ini terjadi di momen yang sangat krusial. Saat ini, Parlemen Wales (Senedd) dan pemerintah Inggris tengah membahas kebijakan larangan penggunaan pukat hela dasar di kawasan konservasi laut.

“Kamera bawah laut dalam proyek Dolphin Diet Detectives membuktikan bahwa dasar laut kita penuh kehidupan luar biasa,” jelas Perry. “Temuan ini menegaskan pentingnya melindungi habitat rapuh ini dari praktik yang merusak seperti pukat hela dasar.”

Jika diterapkan, larangan ini bisa menjadi langkah penting dalam menyelamatkan angelshark dan spesies laut lainnya yang bergantung pada ekosistem dasar laut.

Harapan dari Dasar Laut

Kemunculan kembali angelshark menjadi simbol perlawanan dan harapan di tengah krisis ekologi laut global. Spesies yang sempat nyaris tak terlihat kini hadir kembali, menunjukkan bahwa dengan perlindungan yang tepat, kehidupan bawah laut bisa pulih.

Bagi banyak ilmuwan dan pemerhati lingkungan, ini menjadi panggilan untuk meningkatkan upaya konservasi, menghentikan praktik tangkap yang merusak, dan menjaga kekayaan laut untuk generasi mendatang.

Penampakan langka angelshark di Teluk Cardigan bukan hanya kabar menggembirakan bagi dunia ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi bukti penting bahwa ekosistem laut masih memiliki harapan jika dikelola dengan benar. Kini saatnya pemerintah dan masyarakat dunia bertindak nyata dalam melindungi laut dari praktik destruktif seperti pukat hela dasar, agar spesies langka seperti angelshark tidak benar-benar punah.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Magelang Ajak Masyarakat Lebih Mengenal Seni Bela Diri Tarung Derajat

    Pemkot Magelang Ajak Masyarakat Lebih Mengenal Seni Bela Diri Tarung Derajat

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 166
    • 0Komentar

      Magelang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang ajak masyarakat lebih mengenal seni bela diri lokal Tarung Derajat. Tarung Derajat merupakan olaharaga bela diri yang diciptakan dan dipopulerkan oleh H Achmad Dradjat. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono menyebutkan, Tarung Derajat tak hanya bermanfaat melatih fisik saja. Seni bela diri ini juga membentuk disiplin, ketangguhan mental, […]

  • rembang

    Upayakan Regenerasi Petani, Pemkab Rembang Kenalkan Teknologi Pertanian Modern

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mengupayakan regenerasi petani di wilayahnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mengedukasi anak muda agar tertarik terjun ke lapangan. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menyebutkan, edukasi dilakukan lewat pengenalan teknologi-teknologi pertanian modern. Hal ini dilakukan agar tercipta mindset bahwa bertani zaman […]

  • Stok BBM dan Elpiji di Jateng Terjaga, Pemprov Ingatkan Jangan 'Panic Buying'

    Stok BBM dan Elpiji di Jateng Terjaga, Pemprov Ingatkan Jangan ‘Panic Buying’

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ketersediaan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Tengah diperkirakan aman. Berbagai jenis BBM tersebut meliputi Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertadex, hingga Pertamax Turbo. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Agus Sugiharto. Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak melakukan ‘panic buying’ […]

  • mobil

    Pemkot Tangsel Klarifikasi Terkait Isu Mobil Dinas Tesla: Informasi yang Beredar Tidak Benar

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Wali Kota Benyamin Davnie menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai pengadaan mobil listrik Tesla sebagai kendaraan dinas Pemkot Tangsel adalah tidak benar. Dalam klarifikasinya, Benyamin memastikan bahwa Pemkot Tangsel tidak pernah merencanakan, menganggarkan, atau melakukan pengadaan mobil dinas dengan merk Tesla tersebut. “Kami pastikan […]

  • Duh! Sampah Menumpuk di TPA Sanggrahan Temanggung Selama Lebaran

    Duh! Sampah Menumpuk di TPA Sanggrahan Temanggung Selama Lebaran

    • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Volume sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sanggrahan, Kabupaten Temanggung menumpuk atau mengalami peningkatan menjadi 60 ton per hari selama Lebaran 2025. Terhitung sejak sejak H-7 hingga H+7. Sedangkan pada hari biasa mencapai 120 ton dan selama libur Lebaran 2025 menjadi 180 ton per hari. Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) […]

  • serangan

    Mahfudz Abdurrahman Kecam Serangan Israel ke Kontingen Indonesia di Lebanon

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman, mengecam keras serangan artileri yang dilakukan Israel ke area penugasan kontingen Indonesia di Lebanon. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia. Mahfudz menegaskan bahwa peristiwa ini tidak dapat dianggap sebagai insiden biasa dalam konflik bersenjata. Ia […]

expand_less