Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • visibility 193

Kabarjatengterkini.com – Besaran dana desa di Jawa Tengah mengalami penurunan signifikan, yakni hingga 70 persen. Dana desa tahun 2026 disebut sebesar Rp300 juta per desa dari Rp1 miliar pada periode sebelum-sebelumnya.

Sebelumnya, Jateng memperoleh jatah untuk alokasi dana desa mencapai Rp7,9 triliun pada tahun 2025, sementara tahun ini menjadi Rp2,1 triliun.

“Sekarang cuma Rp 300 juta (per desa), awalnya ya Rp 1 miliar lebih. Sekarang Rp 300-400 juta, ada yang Rp 400 nggak sampai. Semua desa dapat,” kata disampaikan Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, Nadi Santoso, Selasa (6/1/2026), dikutip Detik.

“Tahun ini Rp 2,1 triliun untuk Jateng Setelah dikurangi KDMP. Awalnya Rp 7,9 triliun, terus setelah dikurangi KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), total keseluruhan 2,1 triliun untuk 2026,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, penurunan nominal dana desa itu dipengaruhi oleh kebijakan pusat, termasuk pengurangan dana karena program prioritas tertentu. Salah satunya, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Terkait pencairan dana desa akan dilakukan dalam dua tahap, yakni 60 persen pada tahap pertama bulan Maret dan 40 persen pada tahap kedua, yakni pada bulan Juli.

“(Dampak pengurangan dana desa) Ya pasti di beberapa kegiatan, terutama fisik yang sudah direncanakan oleh desa, mungkin agak sedikit tertunda,” ujarnya.

Menurut Permendesa Nomor 16 Tahun 2025 dan 2026, dana desa dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, penanganan stunting, perubahan iklim, hingga dukungan implementasi KDMP.

Selain itu, terdapat larangan bagi kepala desa, perangkat desa, badan permusyawaratan desa (BPD) untuk melakukan perjalanan dinas, honorarium, dan bimbingan teknis.

“Cuma ada tambahan larangan untuk kades, perangkat desa, BPD. Itu untuk perjalanan dinas, honorarium, untuk bimtek, kemudian untuk bantuan hukum apabila kades ini terkena masalah hukum,” lanjutnya.

Sementara, pada 2025 ada sejumlah desa yang dana desanya belum cair, khususnya untuk kegiatan Detail Engineering Design (DED) karena pengajuan berada di luar batas waktu. Maka dari itu, penting meningkatkan kepatuhan desa penyelesaian laporan pertanggungjawaban desa (LPD) 2025. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Gagal Jaga Jarak Aman, Bus Tabrak Kendaraan Lain di Tol Semarang-Batang

    Diduga Gagal Jaga Jarak Aman, Bus Tabrak Kendaraan Lain di Tol Semarang-Batang

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Batang, Kabarjatengterkini.com – Terjadi kecelakaan antara bus Hino dan kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya di Tol Batang-Semarang di Rabu (24/12/2025) dini hari. Akibat kejadian tersebut satu korban meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. “Akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Kasatlantas Polres Batang, AKP Eka Hendra […]

  • selat hormuz

    Krisis Energi Global Menguat, Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ganggu Distribusi Dunia

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Dunia saat ini berada di ambang krisis energi paling serius dalam beberapa dekade terakhir. Blokade de facto yang diterapkan Iran di Selat Hormuz tidak lagi sekadar dipandang sebagai manuver militer, melainkan telah berkembang menjadi strategi taktis yang berdampak langsung pada jalur utama distribusi minyak global. Kondisi ini mempertegas betapa rentannya sistem energi dunia terhadap […]

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno

    Sekolah Rakyat di Jateng Bakal Beroperasi Permanen Mulai 31 Juli

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Tengah akan beroperasional secara permanen mulai 31 Juli 2026. Saat ini, Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan (stakeholder) masih berkoordinasi untuk mematangkan operasional sekolah tersebut. “Secara konsep, Sekolah Rakyat permanen akan mulai beroperasi pada 31 Juli. Karena itu kita koordinasi bersama untuk menyelesaikan berbagai kendala yang masih ada,” kata Sekretaris […]

  • korban

    Tragedi Ambruknya Musala Al Khoziny: 49 Korban Tewas, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, pada Minggu (5/10), semakin memperlihatkan dampak buruknya. Hingga malam hari, jumlah korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut terus meningkat, mencapai angka 49 orang. Data terbaru yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa tim pencari berhasil menemukan tambahan 24 jenazah, yang sebelumnya tertimbun […]

  • kisah

    Kisah Unik di Balik Penemuan Sains: 5 Hewan Eksotik yang Berperan dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Di balik berbagai penemuan besar dalam dunia sains, tersimpan kisah menarik tentang hubungan unik antara para ilmuwan dunia dengan hewan eksotik. Hewan-hewan ini tidak hanya dijadikan peliharaan, tetapi juga menjadi mitra penting dalam eksperimen dan observasi ilmiah. Dari burung yang bisa berbicara hingga primata yang membuat alat, masing-masing hewan membawa dampak besar terhadap […]

  • ASN Harus Kerja Kreatif dan Inovatif, Gubernur Jateng: Perlu Terobosan Masing-masing OPD

    ASN Harus Kerja Kreatif dan Inovatif, Gubernur Jateng: Perlu Terobosan Masing-masing OPD

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah diharapkan bisa bekerja lebih kreatif dan inovatif. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa birokrasi tidak hanya berorientasi pada eksekusi anggaran, tetapi juga perlu terobosan, inisiatif, dan kesadaran kolektif untuk menghasilkan pelayanan maksimal. “Kita tidak akan punya hasil maksimal kalau hanya mengandalkan rutinitas,” ujar Luthfi, […]

expand_less