Pemprov Jateng Tampung Aspirasi Eks Pekerja Sritex yang Belum Dapat Pesangon, Bakal Panggil Kurator
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 25 Sep 2025
- visibility 90

Foto: Pemprov Jateng Tampung Aspirasi Eks Pekerja Sritex yang Belum Dapat Pesangon, Bakal Panggil Kurator (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersedia menampung seluruh aspirasi mantan pekerja PT Sritex. Pasalnya, ribuan massa tersebut menuntut pesangon yang belum dibayar perusahaan usai pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebelumnya, Perwakilan Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Tekstil Sandang dan Kulit Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Eko Widaryanto mengatakan, sekitar 8.500-an eks karyawan belum mendapatkan haknya meski sudah tujuh bulan berlalu.
Adapun saalah satu faktor penyebabnya diduga karena kinerja kurator Sritex yang dianggap lamban dalam melakukan penilaian dan pelelangan aset.
“Kita menekan kurator karena bekerjanya lambat,” kata Eko di sela aksi demonstasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (24/9/2025).
Ia melanjutkan, pekerja Sritex hanya mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sementara, hak pesangon dan THR yang dijanjikan setelah aset perusahaan terjual sampai saat ini belum ada kepastian.
Tak hanya terkait uang pesangon, pihaknya meminta kejelasan operasi pabrik Sritex. Pasalnya, ada miskomunikasi terkait rencana pabrik Sritex akan beroperasi lagi, sehingga banyak mantan pekerja yang urung pindah ke perusahaan lain, sedangkan saat ini yang terserap hanya sekitar 5-10 persen.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, serta Satgas PHK Provinsi Jawa Tengah agar segera menggelar rapat dengan mengundang pihak kurator Sritex.
“Kita rapat dengan Satgas PHK Pemprov. Besok kita undang kuratornya, lawyer-nya, kita undang desk tenaga kerja Polda Jateng untuk rapat bersama. Kita mapping (petakan) permasalahan Sritex, untuk segera kita selesaikan. Masalahnya itu ada pesangon, karena (kerja) kurator yang belum selesai,” tandasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

