Salah Satu Faktor Harga Daging Ayam dan Telur Anjlok, Pemprov Jateng: Overproduksi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Salah satu faktor penyebab harga daging ayam dan telur anjlok diduha karena overpopulasi peternak. Hal ini memicu jumlah produksi berlimpah dan tidak terserap oleh pasar, sehingga harga merosot.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Defransisco Dasilva Tavares, dalam menanggapi adanya sejumlah aksi demontrasi peternak di beberapa daerah baru-baru ini.
“Kalau kita lihat ayam-ayam daging khususnya di Jawa Tengah itu populasinya sudah overproduksi,” kata Frans, Selasa (11/8/2026), dikutip Detik.
Ia menyebutkan, populasi ayam di Jateng kini hampir mencapai 1 miliar ekor, dan terus bertambah seiring munculnya peternak baru. Meningkatnya jumlah peternak ini turut dipengaruhi peluang terserapnya telur dan ayam dalam program Makan Bergizi Gratis.
“Ada SPPG itu kan mereka melihat ini ada peluang, sehingga muncul peternak-peternak baru. Ini akhirnya menambah jumlah populasi kita semakin banyak,” jelasnya.
“Ada pengaruhnya dari SPPG karena kalau secara hukum ekonomi kan kalau semakin banyak (produknya), otomatis kan berarti harga akan cenderung turun,” lanjut dia.
Lebih lanjut, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan SPPG menyerap produk dari peternak lokal. Pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran tersebut.
“Telur itu paling minim dia (SPPG) ambilnya Rp24 ribu. Kemudian yang daging sampai dengan Rp35 ribu minimal itu. Kalau dia mengambil ayam hidup itu setara dengan Rp 20.000, artinya belinya di kandang,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

