Modifikasi Cuaca dan Pembangunan Kolam Retensi Jadi Upaya Penanganan Puncak Musim Hujan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- visibility 79

Foto: Pemprov Jateng Tangani Banjir Semarang (Sumber: Pemprov Jateng)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah upayakan penanganan jangka menengah dan jangka panjang terkait puncak musim hujan tahun ini.
Banjir di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian utara, seperti Semarang dan Demak memang perlahan surut. Meski demikian, puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung selama bulan November hingga Desember 2025.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, hingga saat ini, pemerintah terus berupaya melakukan penanganan secara masif, baik jangka menengah maupun panjang, guna mencegah banjir menggenang.
“Negara hadir menyelesaikan permasalahan ini, agar Semarang tidak lagi kaline banjir,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menuturkan, curah hujan akan berlangsung cukup masif di Jawa Tengah sampai dengan awal 2026. Sebagai upaya penanganan jangka menengah, pihaknya masih melakukan operasi modifikasi cuaca.
“Nah, untuk di udara ini sudah dilakukan operasi modifikasi cuaca. Bahkan untuk Jawa Tengah ini kita kerahkan kekuatan full ya, ada dua pesawat 1 kali 24 jam melaksanakan reduksi awan-awan hujan, yang bisa mengakibatkan hujan lebat,” tuturnya.
Sementara itu, solusi jangka panjangnya adalah pembangunan dua kolam retensi, yakni di Terboyo dan Sriwulan. Saat ini, progres pembangunan kolam sudah mencapai 40 persen, sehingga diharapkan proses tersebut selesai pada tahun 2026.
“Progresnya sudah mencapai 40 persen,” jelas Suharyanto.
Kolam retensi di Terboyo akan dibangun seluas 189 hektare dengan daya tampung air mencapai 6.717.470 meter kubik. Sementara, di Sriwulan dibangun seluas 28 hektare dengan tampungan 1.100.000 meter kubik.
Selain itu, dalam menghadapi puncak musim hujan, dilakukan penempatan pompa-pompa air di sejumlah titik untuk memompa genangan air agar bisa langsung dialirkan ke laut.
“Pompa-pompa ini dari pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota. Ini akan kita siagakan sampai kondisi membaik,” imbuhnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

