Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Israel Tolak Bayar Iuran Dewan Perdamaian Gaza, Trump Setujui Pembebasan USD1 Miliar

Israel Tolak Bayar Iuran Dewan Perdamaian Gaza, Trump Setujui Pembebasan USD1 Miliar

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
  • visibility 153

Kabarjatengterkini.com– Rezim Zionis Israel menyatakan tidak akan membayar iuran kepada Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) yang dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Nilai kontribusi yang sebelumnya dibahas untuk Israel disebut mencapai sekitar USD1 miliar atau setara Rp17 triliun.

Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan internasional, mengingat Dewan Perdamaian Gaza dibentuk untuk mendukung rekonstruksi wilayah yang terdampak konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Israel pun dikabarkan telah menyampaikan sikap resminya kepada pemerintah AS terkait penolakan tersebut.

Berdasarkan laporan Radio Angkatan Darat Israel pada Minggu (22/2/2026), pemerintah Israel telah memberitahu Presiden AS, Donald Trump, mengenai keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam pembayaran iuran. Trump diketahui merupakan inisiator sekaligus pemimpin Dewan Perdamaian yang juga diikuti sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Laporan yang dikutip dari media Khaberni pada Selasa (24/2/2026) menyebutkan Israel secara resmi mengumumkan penolakannya untuk memberikan kontribusi finansial kepada Dewan Perdamaian Gaza. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Washington menyetujui pembebasan Israel dari kewajiban pembayaran.

“Washington setuju untuk membebaskannya dari pembayaran apa pun, tidak seperti negara anggota lainnya seperti Qatar dan UEA, yang menjanjikan lebih dari dua miliar dolar,” demikian bunyi laporan tersebut.

Israel Minta Tidak Ikut Iuran Dewan Perdamaian Gaza

Menteri Urusan Politik dan Keamanan Israel, Ze’ev Elkin, menegaskan sikap pemerintah dalam pernyataan resminya kepada media. Menurutnya, Israel yang juga mengklaim menjadi korban dalam konflik Gaza tidak memiliki kewajiban untuk ikut membayar iuran seperti negara anggota BoP lainnya.

“Tidak ada pembenaran untuk membayar uang setelah kami diserang, maupun untuk mendanai rekonstruksi Gaza,” ujar Ze’ev.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi Israel yang menolak terlibat secara finansial dalam upaya rekonstruksi Jalur Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian. Sikap ini sekaligus menjawab polemik internal di pemerintahan Israel.

Ze’ev juga menyebut keputusan tersebut membantu meredakan keberatan dari Menteri Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich. Keduanya sebelumnya menyuarakan penolakan terhadap keanggotaan Israel dalam forum yang sama dengan Turki dan Qatar, dua negara yang dinilai memiliki posisi politik berbeda terkait konflik Gaza.

Dengan pembebasan kewajiban pembayaran tersebut, pemerintah Israel menganggap posisinya dalam Dewan Perdamaian tetap terjaga tanpa harus menanggung beban finansial.

Dana Dewan Perdamaian Gaza Tembus USD5 Miliar

Sementara itu, Dewan Perdamaian Gaza dilaporkan telah mengumpulkan sekitar USD5 miliar dari berbagai negara anggotanya. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung rekonstruksi infrastruktur, pemulihan layanan publik, serta bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza yang terdampak konflik.

Beberapa negara disebut telah berkomitmen memberikan kontribusi besar. Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), misalnya, dilaporkan menjanjikan lebih dari dua miliar dolar AS untuk mendukung program yang digagas oleh Dewan Perdamaian tersebut.

Negosiasi pun masih berlangsung dengan sejumlah negara lain yang diharapkan masing-masing berkontribusi sekitar USD1 miliar. Upaya penggalangan dana ini menjadi bagian dari strategi internasional untuk mempercepat pemulihan Gaza pascakonflik.

Di sisi lain, pembebasan Israel dari kewajiban pembayaran memicu perdebatan di kalangan pengamat politik internasional. Sebagian pihak menilai keputusan tersebut mencerminkan dinamika hubungan khusus antara Israel dan Amerika Serikat.

Trump Sumbang USD10 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menyumbang sebesar USD10 miliar atau sekitar Rp162 triliun untuk mendukung rekonstruksi Jalur Gaza melalui Board of Peace.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang digelar di Washington pada Kamis (19/2/2026). Pertemuan itu menjadi langkah awal pembentukan forum internasional yang bertujuan menangani krisis kemanusiaan dan infrastruktur di Gaza.

“Dewan Perdamaian menunjukkan bagaimana masa depan yang lebih baik dapat dibangun, dimulai dari ruangan ini,” kata Trump, seperti dikutip RIA Novosti.

Langkah Trump menyumbangkan dana dalam jumlah besar dipandang sebagai bentuk komitmen AS dalam memimpin proses rekonstruksi dan stabilisasi wilayah Gaza. Namun, keputusan membebaskan Israel dari iuran memunculkan persepsi adanya perlakuan berbeda dibanding negara anggota lainnya.

Dinamika Politik di Balik Dewan Perdamaian Gaza

Keputusan Israel untuk tidak membayar iuran Dewan Perdamaian Gaza menambah kompleksitas dinamika politik internasional terkait konflik Israel-Palestina. Di satu sisi, Dewan Perdamaian diharapkan menjadi wadah kolaborasi global untuk mempercepat pemulihan Gaza. Di sisi lain, kebijakan pembebasan iuran untuk Israel memunculkan kritik dan sorotan.

Dewan Perdamaian Gaza sendiri dirancang sebagai forum multilateral yang melibatkan berbagai negara dengan latar belakang politik berbeda. Tujuannya adalah menghimpun dukungan finansial dan politik guna menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.

Dengan total komitmen dana yang telah mencapai miliaran dolar, efektivitas Dewan Perdamaian Gaza akan sangat ditentukan oleh konsistensi kontribusi para anggotanya serta kesepakatan politik yang menyertainya.

Ke depan, perkembangan terkait komitmen tambahan dari negara-negara anggota serta implementasi program rekonstruksi akan menjadi perhatian utama komunitas internasional. Sikap Israel dan respons negara-negara lain terhadap kebijakan pembebasan iuran ini pun diperkirakan masih akan memicu diskusi panjang di panggung diplomasi global.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pemprov Jateng Bakal Dirombak di 2026

    Dinas Pemprov Jateng Bakal Dirombak di 2026

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Dinas di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bakal dirombak di 2026. Dari semula 23 bakal menjadi 22 dinas. “Tadi sudah lakukan penandatanganan kesepakatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Perubahan ini kemudian ajukan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk ditetapkan,” kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dilansir dari Kompas. Dinas yang dirombak bisa memprioritaskan […]

  • Gubernur Ahmad Luthfi

    Gubernur Ahmad Luthfi Perbolehkan Aset Pemprov Digunakan untuk Dukung UMKM

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan tulang punggung perekonomian di Jawa Tengah. Meski demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai tantangan dalam memajukan usahanya, termasuk dalam hal pemasaran. Gubernur Ahmad Luthfi menyebut, pelaku UMKM membutuhkan wadah untuk mendukung pengembangan usaha, seperti outlet maupun tempat pembinaan. Maka dari itu, ia memperbolehkan aset Pemprov Jateng digunakan […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina /semarangkota

    Walkot Semarang Siap Cari Solusi Bersama TPA Ilegal yang Berbatasan dengan Demak

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina mengatakan siap mencari solusi bersama mengenai masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal yang ada di perbatasan antara Rowosari, Tembalang dengan Kebunbatur, Mranggen. Sebagaimana diketahui jika ada tumpukan dan pembakaran sampah di sana. Kondisi tersebut banyak dikeluhkan masyarakat. Berhubung lokasi TPA ilegal tersebut berada di wilayah perbatasan, Agustina menilai perlu […]

  • Foto : Bupati Rembang, Harno. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Bupati Harno Sampaikan Perkembangan Pembangunan Jalan Lingkar Rembang

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Bupati Rembang, Harno menyampaikan perkembangan rencana pembangunan jalan lingkar Kabupaten Rembang yang melintas di Kecamatan Lasem – Rembang – Kaliori. Ia menyebut, pembangunan jalan tersebut belum bisa terealisasi tahun 2025 ini. Ia mengatakan gagalnya realisasi itu lantaran terkendala terhadap anggaran untuk pembebasan lahan. Menurut dia, kondisi keuangan daerah saat ini masih terbatas. […]

  • gaza

    Serangan Israel di Gaza Kian Memanas, Dunia Desak Perdamaian melalui Diplomasi

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Perang di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun ini masih menunjukkan tanda-tanda ketegangan yang semakin memanas. Serangan udara Israel yang menghantam wilayah padat penduduk dan rumah pengungsi pada Kamis (25/9), menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk anak-anak, menunjukkan betapa tragisnya situasi yang tengah terjadi. Selain itu, bentrokan yang terjadi di Tepi Barat, dan serangan […]

  • netanyahu

    Netanyahu Minta Maaf atas Serangan Tank Israel ke Gereja Katolik di Gaza

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam atas serangan militer IDF (Israel Defense Forces) yang menghantam Gereja Katolik Keluarga Kudus di Gaza pada Kamis, 17 Juli 2025. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan menyebabkan kerusakan parah pada bangunan gereja satu-satunya yang melayani umat Katolik di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya yang […]

expand_less