Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Pemprov Klaim Telah Tangani Kebocoran Data Penerima Bansos di Jateng

Pemprov Klaim Telah Tangani Kebocoran Data Penerima Bansos di Jateng

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
  • visibility 94

Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan kebocoran data penerima bantuan sosial (bansos) di aplikasi Data Terpadu Jawa Tengah (DT Jateng).

Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah melakukan penanganan melalui serangkaian prosedur. Penanganan dilakukan setelah pemerintah menerima peringatan BSSN tentang adanya indikasi akses data secara tidak sah.

“Peristiwanya diduga sebenarnya sudah terjadi sekitar satu tahun sebelumnya, kurang lebih pada April 2025,” kata Kepala Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, Rabu (22/7/2026).

Terkait hal ini, Diskomdigi bersama BSSN dan Kementerian Komdigi langsung melakukan langkah-langkah pengamanan, mulai dari penutupan akses, penguatan sistem keamanan, hingga penerapan verifikasi berlapis, sampai dengan pemulihan.

“Sehingga dapat kami sampaikan, bahwa saat ini kondisi tersebut telah terpulihkan,” ujarnya.

Indikasi kebocoran data tersebut berpotensi menimbulkan penyalahgunaan data pribadi oleh pihak tidak bertanggungjawab. Maka dari itu, dilakukan mitigasi dengan meminta seluruh OPD di Jawa Tengah terus meningkatkan keamanan sistem, terutama bagi yang mengelola data pribadi.

Lilik mengimbau setiap pengelola aplikasi rutin memperbarui sistem keamanan siber, menerapkan autentikasi berlapis, mengganti kata sandi secara berkala, tidak membagikan akses kepada pihak yang tidak berwenang, serta melakukan patroli siber (cyber patrol) secara berkala.

“Kami selalu menyarankan agar pemilik aplikasi melakukan cyber patrol. Apabila menemukan sesuatu yang tidak lazim pada aplikasi atau website, segera melakukan pelaporan dan tindakan pemulihan,” bebernya.

“Sampai dengan saat ini kami belum menerima laporan atau keluhan dari masyarakat, mengenai dampak langsung dari kemungkinan terjadinya dampak negatif tersebut,” ungkap Lilik. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah

    Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Warga Pekalongan diimbau mengurangi pembelian bahan pangan secara berlebihan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki gaya hidup, sekaligus mengurangi masalah sampah sisa makanan dan konsumsi rumah tangga. “Masyarakat diharapkan mengonsumsi bahan pangan sesuai kebutuhan. Jangan membeli berlebihan karena ketika tidak habis, sisa makanan itu akhirnya menjadi sampah,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan […]

  • Agustina Siapkan Strategi Lingkungan Agar Kota Semarang Semakin Rapi dan Bersih

    Agustina Siapkan Strategi Lingkungan Agar Kota Semarang Semakin Rapi dan Bersih

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah menyiapkan sejumlah strategi lingkungan agar Kota Semarang semakin rapi dan bersih. Beberapa di antaranya berupa pengelolaan sampah yang efektif hingga pembangunan kawasan hijau. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa strategi lingkungan tersebut merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tapi juga […]

  • Riset terkait Rafflesia Hasseltii Libatkan Peneliti Indonesia dan Inggris

    Riset terkait Rafflesia Hasseltii Libatkan Peneliti Indonesia dan Inggris

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penelitian terkait Rafflesia hasseltii di Desa Selamat Sudiarjo, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, melibatkan kolaborasi antara badan peneliti Indonesia dan Inggris. Ini merupakan bagian riset kolaboratif antara BRIN, Universitas Bengkulu, dan Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, serta mendapatkan dukungan dana dari the University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan […]

  • Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 297
    • 0Komentar

      Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga peduli dengan pola asuh terhadap generasi muda. Hal ini diupayakan dengan program Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin menyebutkan bahwa program Kerabat merupakan langkah dalam internalisasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, pola […]

  • camilan

    Sawi Gulung Isi Ayam Rendah Kalori: Camilan Sehat untuk Diet

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sedang mencari camilan sehat yang cocok untuk diet tapi tetap enak? Sawi gulung isi ayam bisa menjadi pilihan yang sempurna. Selain rendah kalori, resep ini juga kaya akan protein dan serat. Dengan kombinasi antara daun sawi yang kaya nutrisi dan isian ayam yang gurih, camilan ini cocok disantap kapan saja tanpa rasa bersalah. Dalam […]

  • Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia

    Harga Bahan Baku Plastik Melonjak, Pemprov Jateng Dorong Produksi Bioplastik

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kenaikan harga bahan baku plastik sedikit banyak berdampak pada kegiatan ekonomi di Jawa Tengah. Banyak pedagang mengeluhkan kenaikan harga hingga kelangkaan plastik. Kenaikan harga plastik disebabkan tingginya harga bahan baku atau naphta. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pasokan energi global akibat pengamanan ketat di Selat Hormuz selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah. […]

expand_less