Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 103 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Gembong Diduga Keracunan MBG

103 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Gembong Diduga Keracunan MBG

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
  • visibility 34

Kabarjatengterkini.com– Dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bertambah. Setelah sebelumnya terjadi di MTs Negeri 3 Pati, kini sebanyak 103 siswa dan 13 guru SMP Negeri 1 Gembong dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan setelah menyantap menu MBG.

Para siswa dan guru tersebut mengalami sejumlah keluhan, terutama mules, mual, dan diare. Mereka diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Selasa (8/9/2026).

Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengatakan 103 siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari kelas 7, 8, dan 9. Selain siswa, terdapat 13 guru yang juga mengalami gejala serupa.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa dan guru pada Selasa itu berupa nasi bakar dengan suwiran ayam. Saat makanan disantap, belum ada keluhan yang dirasakan oleh para siswa maupun guru.

Namun, keluhan mulai muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Sejumlah siswa mulai merasakan mual dan mules pada sore hingga malam hari.

Istiana mengatakan pihak sekolah baru mengetahui banyak siswa mengalami keluhan ketika mereka kembali masuk sekolah pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, banyak siswa terlihat bergantian menggunakan kamar mandi karena mengalami mules.

“Awal ke tahunya tadi pagi, tadi pagi itu banyak anak-anak yang ke kamar mandi. Kemudian kami tanya ternyata mereka sudah merasakan mules-mules itu kemudian semakin siang semakin banyak,” ujar Istiana saat ditemui di halaman SMP Negeri 1 Gembong.

Siswa Dibawa ke Sejumlah Rumah Sakit

Setelah mengetahui banyak siswa mengalami keluhan kesehatan, pihak sekolah kemudian berkoordinasi untuk membawa mereka mendapatkan penanganan medis.

Awalnya, para siswa dibawa ke Puskesmas Gembong. Namun, banyaknya pasien yang datang membuat fasilitas kesehatan tersebut tidak mampu menampung seluruh siswa yang membutuhkan penanganan.

Sebagian siswa kemudian dirujuk ke sejumlah rumah sakit, yakni RSUD RAA Soewondo Pati, RS Mitra Bangsa, dan KSH Pati.

“Tadi puskesmas sudah overload kemudian di RSUD kemudian juga di Mitra bangsa, ada juga yang di KSH. Tadi yang di Mitra bangsa sudah sembuh sudah dikembalikan ke sini dan sudah pulang,” kata Istiana.

Penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Sebagian siswa yang telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan membaik diperbolehkan kembali ke rumah.

Distribusi Menu MBG Terlambat

Istiana menduga salah satu hal yang perlu menjadi perhatian dalam kejadian tersebut adalah waktu distribusi menu MBG ke sekolah.

Menurutnya, menu MBG biasanya tiba di SMP Negeri 1 Gembong sekitar pukul 09.30 WIB, sebelum waktu istirahat. Namun, pada Selasa (8/9/2026), makanan baru tiba sekitar pukul 11.30 WIB.

“Menu yang datang agak siang, harusnya sebelum istirahat jam pertama 09.30 biasa sudah sampai. Kemarin itu jam 11.30,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pada wadah makanan atau tray MBG terdapat keterangan agar makanan dikonsumsi sebelum pukul 12. Karena makanan datang mendekati batas waktu tersebut, pihak sekolah langsung membagikannya kepada para siswa.

“Kalau tray itu ada tulisannya di makan sebelum jam 12. Sehingga begitu datang langsung berikan ke anak-anak,” lanjutnya.

Meski demikian, Istiana mengatakan tidak ada keluhan dari siswa saat makanan tersebut pertama kali disantap. Bahkan, menurut dia, sejumlah siswa menikmati makanan tersebut dan ada yang meminta tambahan.

“Anak-anak kemarin enjoy saja. Terus senang-senang saja ada yang minta tambah. Setelah itu sore sama malam tadi saya tanya sudah mulai mules-mules,” terangnya.

Dengan munculnya keluhan beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, pihak sekolah berharap adanya evaluasi terhadap proses distribusi menu MBG.

Sekolah Minta Distribusi MBG Dievaluasi

Istiana meminta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan makanan MBG ke sekolah untuk mengevaluasi waktu pengiriman.

Menurutnya, ketepatan waktu distribusi penting agar makanan dapat dikonsumsi sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada kemasan atau tray makanan.

Pihak sekolah juga berharap kejadian dugaan keracunan tersebut tidak kembali terjadi. Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan dengan baik dan makanan yang diterima siswa berada dalam kondisi layak untuk dikonsumsi.

“Kita sama-sama baiknya semua. Jadi mohon untuk jam distribusi ke sekolah-sekolah ditaati,” tandasnya.

Dugaan keracunan MBG di SMP Negeri 1 Gembong ini menambah daftar siswa di Kecamatan Gembong yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Sebelumnya, siswa MTs Negeri 3 Pati juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Hingga saat ini, dugaan penyebab munculnya gejala pada siswa dan guru masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Karena itu, kejadian tersebut masih disebut sebagai dugaan keracunan dan belum dapat disimpulkan sebagai keracunan akibat menu MBG sebelum hasil pemeriksaan keluar.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Semarang menerima kunjungan Pemkab Banyumas

    Hadirkan Kanal yang Terintegrasi, Kota Semarang Jadi Percontohan Layanan Aduan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kota Semarang menjadi kota percontohan layanan aduan masyarakat. Sistem pengelolaan pengaduan publik yang dikembangkan Pemkot Semarang dinilai terintegrasi dan adaptif terhadap kebutuhan warga. Terkait hal ini, Pemkot Semarang menerima kunjungan Pemkab Banyumas yang ingin memperlajari best practice. Sehingga, layanan pengaduan bukan hanya sebagai wadah laporan saja, namun juga upaya penyelesaian masalah yang […]

  • Peserta UTBK di Untidar Kedapatan Bawa Perangkat Audio, Sempat Mengaku Tunarungu

    Peserta UTBK di Untidar Kedapatan Bawa Perangkat Audio, Sempat Mengaku Tunarungu

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Seorang peserta UTBK di Universitas Tidar (Untidar), Magelang, kedapatan menggunakan peralatan audio saat tes berlangsung. Saat ditanya pengawas yang bertugas, ia bahkan mengaku sebagai tunarungu. Modus kecurangan tersebut terungkap saat peserta melakukan tes sesi kedua pada Selasa (28/4/2026). Sebelumnya, peserta tersebut sempat lolos pemeriksaan metal detector, namun pengawas melakukan pemeriksaan kembali dan menemukan […]

  • ott

    Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Jalani Pemeriksaan 1×24 Jam di Polres Kudus

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, Bupati Pati, Sudewo, terjaring OTT dan menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 jam di Polres Kudus, Jawa Tengah. Penanganan kasus ini langsung menyita perhatian publik karena melibatkan pejabat aktif di tingkat daerah. Berdasarkan pantauan di lapangan, Sudewo baru keluar dari […]

  • Terungkap Peredaran 'Gas Tertawa' di Marketplace, Rumah di Cengkareng Digeledah

    Terungkap Peredaran ‘Gas Tertawa’ di Marketplace, Rumah di Cengkareng Digeledah

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap praktik peredaran ‘gas tertawa’ atau tabung berisi gas nitrogen monoksida (N2O) secara ilegal di marketplace. Produk gas tertawa bernama Baby Whip tersebut dijual bebas secara online meski tidak memiliki izin edar yang sah. Sebelumnya, BPOM bersama Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di sebuah rumah wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (2/4/2026). Terkait hal […]

  • ampb

    Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Duduki Gedung DPRD, Protes Kebijakan Pajak dan Tunjangan Pejabat

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Aksi unjuk rasa dalam rangka Reuni Akbar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang digelar pada Kamis (13/8/2026) berlangsung panjang dan memanas. Aksi yang dimulai dengan orasi di depan Gedung DPRD Pati sejak siang hingga petang tersebut berlanjut dengan aksi “pendudukan” kantor wakil rakyat pada malam harinya. Ratusan massa aksi mulai memasuki area gedung DPRD […]

  • selat hormuz

    Ketegangan di Selat Hormuz Memanas: Iran Tawarkan ‘Jalur Hijau’, Trump Balas dengan Ancaman Militer

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas, memasuki babak baru yang penuh intrik geopolitik. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan provokatif, menawarkan ‘jalur hijau’ bagi kapal-kapal internasional yang melintasi perairan strategis tersebut. Syarat yang ditetapkan terbilang mengejutkan: negara yang bersangkutan harus mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya. Berdasarkan laporan media […]

expand_less