Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Makin Banyak Santri Berani Bersuara, Korban Kini Jadi 3

Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Makin Banyak Santri Berani Bersuara, Korban Kini Jadi 3

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
  • visibility 39

PATI, Kabarjatengterkini.com – Kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus bergulir.

Pihak kepolisian mengungkapkan adanya fakta baru yang cukup mengejutkan. Jumlah santriwati yang menjadi korban kebejatan oknum pimpinan ponpes, Kiai Ashari, kini resmi bertambah.

Jika sebelumnya hanya ada satu orang korban yang berani bersuara dan melapor, saat ini penyidik Satreskrim Polresta Pati telah menerima laporan dari dua korban tambahan. Dengan demikian, total korban yang resmi melapor ke polisi kini berjumlah tiga orang.

Meskipun aksi bejat tersebut dilakukan dalam kurun waktu yang berbeda-beda, polisi mengonfirmasi bahwa modus operandi yang digunakan pelaku untuk menjerat para korban tetap sama. Pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan doktrin agama.

Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Psikiatri

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak cepat untuk menuntaskan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan ini.

Menurut Kompol Dika, pada Senin (18/5/2026) lalu, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap ahli psikiatri. Langkah ini diambil untuk melengkapi berkas perkara agar memiliki dasar hukum dan pembuktian yang semakin kuat.

“Sampai dengan saat ini, tambahan korban yang melapor yakni sudah ada dua orang. Jadi total saat ini ada tiga orang korban,” ujar Kompol Dika saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/5/2026).

Saat ini, pihak kepolisian tengah menunggu hasil resmi dari pemeriksaan ahli psikiatri tersebut. Begitu hasil keluar, Polresta Pati akan segera melimpahkan berkas perkara tahap pertama ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pati.

Aksi Bejat Dilakukan Sejak Tahun 2013

Berdasarkan data yang dihimpun dari pemeriksaan awal, kedua korban baru yang melaporkan Kiai Ashari ini juga berstatus sebagai santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati. Tragisnya, aksi pencabulan dan kekerasan seksual ini ternyata sudah berlangsung sejak bertahun-tahun silam.

Kompol Dika menjelaskan, peristiwa pilu yang menimpa para korban terjadi dalam rentang waktu yang berbeda:

  • Korban Pertama (FA): Menjadi pelapor awal yang membongkar kasus ini.

  • Korban Kedua: Mengalami kekerasan seksual pada tahun 2013 silam.

  • Korban Ketiga: Mengalami trauma serupa pada kurun waktu tahun 2020, saat dirinya masih aktif belajar di ponpes tersebut.

Fakta ini menunjukkan bahwa dugaan perilaku menyimpang dan kejahatan seksual yang dilakukan oleh oknum pengasuh ponpes tersebut diduga kuat telah terjadi secara berulang dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Gunakan Modus Doktrin Kepatuhan Guru dan Murid

Mengenai cara tersangka Kiai Ashari dalam melancarkan aksi bejatnya, Kompol Dika menyebutkan bahwa polisinya menemukan kesamaan pola. Modus yang digunakan kepada dua korban baru ini sama persis dengan apa yang dialami oleh pelapor pertama, yakni FA.

Tersangka diduga kuat memanfaatkan posisinya sebagai guru spiritual dan pengasuh tertinggi di pondok pesantren. Pelaku menanamkan doktrin kepatuhan mutlak antara murid terhadap guru kepada para santriwatinya.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, modus menggunakan (doktrin kepatuhan guru) itu masih sama. Korban tidak berdaya karena adanya doktrin tersebut,” tutur Kompol Dika secara mendalam.

Doktrin ini membuat para korban merasa takut, bersalah, dan tidak berani melawan atau melaporkan kejadian yang menimpanya karena takut dicap sebagai murid yang durhaka.

18 Saksi Telah Diperiksa, Termasuk Istri Tersangka

Demi mengusut tuntas kasus kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo ini secara transparan, Satreskrim Polresta Pati telah melakukan pemeriksaan maraton. Hingga hari ini, kurang lebih sudah ada 18 orang saksi yang dimintai keterangan.

Daftar saksi yang diperiksa oleh penyidik di antaranya meliputi:

  1. Saksi korban utama.

  2. Saksi-saksi yang mengetahui cerita korban.

  3. Pengurus Yayasan Ponpes Ndholo Kusumo.

  4. Saksi ahli (termasuk ahli psikologi dan psikiatri).

Tidak hanya itu, polisi juga bertindak tegas dengan memeriksa pihak keluarga inti dari tersangka Kiai Ashari. Istri tersangka serta kerabat dekat yang ikut mengelola operasional yayasan pondok pesantren tidak luput dari pemeriksaan penyidik.

Meskipun demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pihak keluarga mengaku terkejut dan mengklaim tidak mengetahui sama sekali terkait adanya rentetan peristiwa kekerasan seksual yang terjadi di dalam lingkungan pondok mereka.

Pihak Polresta Pati menegaskan akan terus mendalami kasus ini dan membuka posko pengaduan jika diduga masih ada korban-korban lain yang belum berani melapor.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minim Pemandu Gunung Profesional, Pemprov Jateng Dukung Pelatihan dan Sertifikasi

    Minim Pemandu Gunung Profesional, Pemprov Jateng Dukung Pelatihan dan Sertifikasi

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan Pemandu Wisata Gunung (PWG) di jalur pendakian Perantunan, Gunung Ungaran, beberapa waktu lalu. Program ini diinisiasi oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Jasa Pariwisata milik Disnakertrans Jateng. Pelatihan ini diberikan dengan tujuan membuka peluang kerja bagi masyarakat, salah satunya sebagai pemandu wisata gunung seiring meningkatnya tren jelajah alam di […]

  • Terungkap Ratusan Kasus Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi dengan Modus Helikopter

    Terungkap Ratusan Kasus Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi dengan Modus Helikopter

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji subsidi dengan modus ‘helikopter’. Praktik bisnis melawan hukum ini biasanya dilakukan pelaku untuk mendapatkan keuntungan berlipat akibat disparitas harga. Diketahui, harga BBM non-subsidi mencapai Rp 31.000 per liter, sedangkan harga subsidi hanya Rp 6.800 per liter. Sedangkan gas elpiji 3 kg masih berada di […]

  • Pemprov Jateng Dorong Perbanyak Lomba Lari di Kabupaten/Kota

    Pemprov Jateng Dorong Perbanyak Lomba Lari di Kabupaten/Kota

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh kabupaten/kota di wilayahnya memperbanyak event olahraga lari. Gelaran tersebut dinilai berpotensi bisa turut mendongkrak perekonomian di suatu daerah. “Semoga pada tahun 2026 event-event olahraga lari ini meningkat. Pemprov Jateng sudah meluncurkan kalender event 2026 untuk kegiatan wisata. Kami akan mendorong setiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah, punya […]

  • K.H. Sholeh Darat Resmi Jadi Nama Jalan di Kota Semarang

    K.H. Sholeh Darat Resmi Jadi Nama Jalan di Kota Semarang

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Nama K.H. Sholeh Darat resmi jadi salah satu jalan di Kota Semarang, sekaligus dinobatkan sebangai Tokoh Moderasi. Penamaan jalan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap tokoh yang berjasa bagi Indonesia. Seremoni ini merupakan bagian dari rangkaian proses pengusulan K.H. Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional. Pasalnya, tokoh tersebut dikenal memiliki jejak sejarah sebagai ulama […]

  • menteri

    Menteri-menteri Prabowo Tanggapi Dugaan Kontaminasi Radioaktif Udang Beku Indonesia

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah menteri dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan tanggapan atas polemik dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) dalam udang beku asal Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat. Dugaan ini muncul setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mendeteksi paparan Cs-137 pada kontainer berisi produk udang dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). […]

  • Ratusan Jemaah Haji Jawa Tengah Kloter 1 Berangkat ke Tanah Suci Lewat Embarkasi Solo

    Ratusan Jemaah Haji Jawa Tengah Kloter 1 Berangkat ke Tanah Suci Lewat Embarkasi Solo

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 360 jemaah haji asal Jawa Tengah dilepas ke Tanah Suci dari Embarkasi Solo, pada Rabu (22/4/2026) pukul 01.05 WIB. Pemberangkatan dilakukan mulai dari kloter pertama asal Kabupaten Tegal. Menurut data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng, kuota jemaah haji Jawa Tengah 2026 mencapai 34.122 orang. Rinciannya, 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 […]

expand_less