Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tuntut KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bupati Sudewo

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tuntut KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bupati Sudewo

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
  • visibility 93

Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Ratusan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggeruduk Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin pagi (1/9/2025).

Aksi tersebut dipimpin oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMBP). Mereka menuntut agar KPK segera menangkap Bupati Pati, Sudewo, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di wilayah Solo Balapan, Jawa Tengah.

Massa mulai berdatangan ke kantor KPK sejak pukul 07.52 WIB menggunakan tujuh bus besar. Mereka membawa berbagai spanduk berisi kecaman serta tuntutan agar KPK bertindak tegas terhadap pejabat yang diduga terlibat korupsi. Aksi massa ini dimulai secara resmi pada pukul 08.47 WIB.

“Tangkap Sudewo Sekarang Juga”

Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, massa menyuarakan orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara. Mereka juga meneriakkan yel-yel, salah satunya berbunyi:

“Tangkap, tangkap, tangkap Sudewo! Tangkap Sudewo sekarang juga!”

Spanduk yang dibawa pun bertuliskan berbagai tuntutan seperti “KPK Jangan Buta, Tangkap Bupati Kami!” dan “Sudewo Bukan Wakil Rakyat, Tapi Musuh Rakyat!”

Koordinator aksi, Samsul Bahri, menyebutkan bahwa masyarakat Pati kecewa atas lambannya proses hukum yang menjerat nama Sudewo. Ia menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah bentuk aspirasi rakyat yang tidak ingin daerahnya dipimpin oleh kepala daerah yang diduga terlibat korupsi.

“Kami tidak mau dipimpin oleh orang yang namanya disebut dalam kasus korupsi. Sudewo harus bertanggung jawab! Jangan ada impunitas,” tegas Samsul.

Dugaan Keterlibatan Sudewo dalam Kasus Korupsi DJKA Kemenhub

Nama Sudewo mencuat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek pembangunan jalur kereta api oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Ia diperiksa oleh KPK pada Rabu, 27 Agustus 2025, sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pemeriksaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa Sudewo dimintai keterangan terkait apa yang diketahuinya mengenai proyek pembangunan infrastruktur perkeretaapian di wilayah Jawa Tengah, khususnya di daerah Solo Balapan.

“Penyidik melakukan pendalaman terkait keterlibatan Sudewo dalam proyek jalur kereta api yang sedang dalam penyidikan. Kami fokus pada pengungkapan aliran dana dan pihak-pihak yang menerima komitmen fee,” kata Budi, dikutip Kamis (28/8/2025).

Sebelumnya, KPK juga telah mengungkap bahwa Sudewo diduga menerima aliran dana terkait proyek ini. Pernyataan tersebut disampaikan kembali oleh Budi Prasetyo pada Rabu, 13 Agustus 2025, saat memberi keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK.

“Benar, saudara SDW (Sudewo) merupakan salah satu pihak yang diduga menerima aliran komitmen fee dari proyek pembangunan jalur kereta api,” ungkap Budi.

Sudewo Bantah Terima Uang Korupsi

Menanggapi pemeriksaannya, Sudewo yang juga merupakan politisi dari Partai Gerindra, membantah tuduhan keterlibatannya dalam kasus korupsi tersebut. Ia menyatakan bahwa semua keterangan yang diberikan kepada penyidik sudah jujur dan apa adanya.

“Saya diperiksa sebagai saksi, dan sudah saya jelaskan bahwa saya tidak menerima uang dari proyek tersebut. Kalau soal uang, itu sudah dijelaskan dua tahun lalu. Semua ada datanya, baik pemasukan maupun pengeluaran,” ujar Sudewo kepada media usai diperiksa.

Namun bantahan tersebut tidak cukup menenangkan warga Pati. Mereka menilai bahwa klarifikasi Sudewo tidak transparan dan meminta agar KPK menindaklanjuti dugaan aliran dana yang sudah disebutkan dalam proses penyidikan sebelumnya.

Aksi Tertib dan Dikawal Ketat Aparat

Aksi demonstrasi di depan Gedung KPK berlangsung damai dan tertib. Aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi. Tidak terjadi bentrokan selama aksi berlangsung, dan massa membubarkan diri secara perlahan menjelang siang hari.

Pihak KPK sendiri belum memberikan pernyataan resmi apakah aksi ini akan memengaruhi percepatan proses hukum terhadap Sudewo. Namun Budi Prasetyo sebelumnya menegaskan bahwa KPK tidak akan pandang bulu dalam menangani kasus korupsi.

“Siapa pun yang terlibat, apalagi sudah menerima aliran dana, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.

Aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menjadi sorotan publik karena menunjukkan tingginya tuntutan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi yang adil dan transparan. Nama Bupati Sudewo yang terseret dalam pusaran kasus korupsi proyek jalur kereta api kian mendapat tekanan, baik dari penyidik KPK maupun dari masyarakat daerah yang dipimpinnya.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus

    Kisah Pilu Misri, Anak Yatim Tulang Punggung Keluarga yang Dijadikan Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan kisah pilu bagi keluarga Misri (23), salah satu tersangka yang kini ditahan oleh Polda NTB. Misri, anak sulung dari enam bersaudara dan tulang punggung keluarga, diduga terlibat dalam kematian Nurhadi bersama dua anggota polisi lainnya, yakni Kompol I Made Yogi Purusa […]

  • Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 146
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Seorang pengemudi di Sleman nyaris dihajar warga usai menabram seorang pria diduga debt collector. Awalnya, pengemudi mobil berinisial S (31) bersama wanita berinisial SK (39) tengah makan di rumah makan Padang Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Senin (7/7/2025). Namun saat hendak pergi, mereka didatangi pria diduga debt collector. “Saat hendak meninggalkan lokasi, […]

  • sandwich

    4 Alasan Seorang Sandwich Generation Enggan Menerapkan Slow Living

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Fenomena “slow living” semakin populer belakangan ini, terutama di kalangan generasi muda yang ingin keluar dari tekanan hidup serba cepat dan kompetitif. Gaya hidup ini mengajak kita untuk lebih sadar dalam menjalani kehidupan, memperlambat ritme, dan fokus pada kualitas dibanding kuantitas. Namun, tidak semua orang bisa dengan mudah menerapkan slow living — terutama mereka […]

  • Modifikasi Cuaca dan Pembangunan Kolam Retensi Jadi Upaya Penanganan Puncak Musim Hujan

    Modifikasi Cuaca dan Pembangunan Kolam Retensi Jadi Upaya Penanganan Puncak Musim Hujan

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah upayakan penanganan jangka menengah dan jangka panjang terkait puncak musim hujan tahun ini. Banjir di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian utara, seperti Semarang dan Demak memang perlahan surut. Meski demikian, puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung selama bulan November hingga Desember 2025. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, […]

  • lansia

    Kisah Nenek Elina Widjajanti (80), Lansia yang Diusir Paksa dari Rumahnya di Surabaya

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sejumlah peristiwa memilukan terjadi di penghujung tahun 2025. Salah satunya menimpa Nenek Elina Widjajanti (80), seorang lansia asal Surabaya yang diduga diusir secara paksa dari rumahnya sendiri. Kasus ini mencuat ke publik karena melibatkan dugaan kekerasan, pengrusakan rumah, hingga kejanggalan dokumen kepemilikan tanah. Peristiwa pengusiran paksa terhadap Nenek Elina telah berlangsung sejak 6 Agustus […]

  • Provinsi Jateng Disebut Punya Potensi Besar dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

    Provinsi Jateng Disebut Punya Potensi Besar dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 98
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor ekonomi Syariah. Terlebih, Pemprov Jateng telah memasukkan muatan ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Dukungan Jawa Tengah terhadap penguatan ekonomi syariah ini luar biasa,” kata Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat baru-baru […]

expand_less