Pemkot Semarang Upayakan Percepatan Pembangunan Daerah Melalui 5 Pilar Utama
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 6 Mar 2026
- visibility 37

Foto: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakilnya Iswar (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang serius melakukan percepatan pembangunan dengan bertumpu pada lima pilar utama. Di antaranya Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan, pembangunan daerah harus tetap tercapai meski masih dalam penerapan kebijakan efisiensi anggaran dari pusat. Salah satunya, yakni dengan menggerakkan ekonomi sektor riil masyarakat.
“Lima pilar ini adalah fondasi sekaligus arah gerak kami untuk mencapai visi-misi kota. Satu tahun ini menjadi pembuktian bahwa dengan sistem yang terintegrasi, kita bisa melampaui target pembangunan meski di tengah tantangan efisiensi nasional,” ujarnya.
“Ekonomi kita kini digerakkan oleh tenaga rakyat sendiri. Ketika belanja dinas dipangkas, daya beli warga di sektor kuliner dan hiburan tetap kuat. Ini bukti pilar Semarang Makmur bekerja nyata di akar rumput,” lanjut Agustina.
Diketahui, pendapatan dari sektor riil masyarakat seperti hiburan (106,38%) dan restoran (104,31%) selama setahun ini melampaui target. Ini menjadi bagian dari pencapaian visi-misi lewat Semarang Makmur.
Lebih lanjut, Semarang Tangguh berfokus pada perbaikan infrastruktur, termasuk pengentasan 230,98 hektare wilayah genangan. Pihaknya berkomitmen pada solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi banjir di Semarang melalui pengelolaan aset yang cerdas.
“Ktelah menyiapkan roadmap khusus guna mengendalikan banjir dengan cara mengurangi debit air melalui kolam-kolam retensi kecil di lahan aset pemerintah kota. Kami ingin air itu ‘dipatah-patahkan’ jalurnya sebelum sampai ke muara, sehingga genangan bisa kita kendalikan secara maksimal,” jelasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga berkomitmen pada meritokrasi untuk mewujudkan Semarang Bersih. Sementara itu, pilar Semarang Cerdas tecermin dari capaian IPM 85,80 yang didorong oleh program sekolah swasta gratis, dan platform digital Sibuki agar masyarakat bebas mengakses buku bacaan secara gratis.
“Kita juga merambah dunia digital melalui aplikasi Sibuki yang terkoneksi dengan Perpustakaan Nasional agar warga bisa mengakses seluruh koleksi Ipusnas secara gratis. Tahun 2026 ini, kita juga akan punya perpustakaan baru yang buka hingga pukul 21.00 WIB sebagai upaya pencerdasan bagi anak-anak di luar jam sekolah,” imbuhnya.
Semarang Sehat turut tercermin melalui lonjakan peserta Universal Health Coverage (UHC) hingga 228.859 warga. Capaian ini melalui BPJS Kesehatan (program JKN) untuk menjamin seluruh warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan tanpa kendala finansial. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

