Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Arkeolog Temukan Kompleks Pemakaman Kuno 3.000 Tahun di China, Ungkap Struktur Sosial Dinasti Zhou Barat

Arkeolog Temukan Kompleks Pemakaman Kuno 3.000 Tahun di China, Ungkap Struktur Sosial Dinasti Zhou Barat

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
  • visibility 182

Kabarjatengterkini.com- Tabir sejarah di wilayah barat laut China kembali tersingkap. Tim arkeolog berhasil menemukan sebuah kompleks pemakaman kuno berusia sekitar 3.000 tahun di Provinsi Shaanxi, China.

Penemuan ini dinilai sebagai temuan penting yang dapat membuka pemahaman baru tentang struktur sosial, sistem kekuasaan, serta peta politik masyarakat kuno pada masa Dinasti Zhou Barat.

Kompleks pemakaman tersebut merupakan bagian dari Reruntuhan Changchun yang terletak di wilayah Fuping, Kota Weinan. Berdasarkan laporan Kantor Berita Xinhua, penggalian intensif telah dilakukan sejak Agustus 2022 oleh Institut Arkeologi Provinsi Shaanxi (SPIA) bekerja sama dengan Museum Weinan dan otoritas kebudayaan setempat.

Klaster 31 Makam Kuno Terungkap

Dalam proses ekskavasi, para arkeolog menemukan 31 makam yang tersusun dalam satu klaster terpusat. Kompleks ini diyakini merupakan area pemakaman keluarga bangsawan atau kelompok elite yang memiliki peran penting dalam struktur sosial pada masanya.

Associate Researcher SPIA, Li Yanfeng, menjelaskan bahwa penemuan ini bukan sekadar kumpulan liang lahat, melainkan mencerminkan sistem sosial yang tertata dengan jelas. Perbedaan ukuran, struktur, dan kelengkapan makam menunjukkan adanya hierarki sosial yang kuat di masyarakat Zhou Barat.

“Puluhan makam tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan struktur dan jumlah peti mati,” ujar Li Yanfeng, Selasa (6/1/2026).

Hierarki Sosial Tercermin dari Struktur Makam

Dua makam, yakni M1 dan M2, menjadi yang paling mencolok di antara temuan lainnya. Kedua makam tersebut memiliki tiga lapis peti mati, sebuah ciri khas pemakaman bagi individu dengan status sosial tinggi.

Menurut Li Yanfeng, pemilik makam M2 diduga kuat adalah seorang laki-laki yang memiliki posisi penting, kemungkinan sebagai penguasa lokal atau pemimpin pemukiman pada masa itu. Sementara itu, makam M1 diyakini sebagai makam sang istri.

“Struktur dan kelengkapan makam menunjukkan bahwa pemilik M2 dan M1 berasal dari lapisan elite dengan kekuasaan dan pengaruh signifikan,” jelasnya.

Sebaliknya, makam-makam lain yang berukuran lebih kecil hanya menggunakan satu peti mati dan tidak dilengkapi benda-benda perunggu. Artefak yang ditemukan di makam tersebut umumnya berupa wadah tembikar sederhana dan ornamen dari cangkang kerang, yang mengindikasikan liang lahat milik masyarakat biasa.

Penemuan Kereta Kuda dan Artefak Berharga

Selain makam manusia, tim arkeolog juga menemukan lima lubang pemakaman kereta (chariot pits) yang berisi sisa-sisa kereta kuda dan tulang hewan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kompleks tersebut memiliki kaitan erat dengan kalangan bangsawan atau elite militer.

Tak kurang dari 300 artefak berhasil diangkat dari lokasi penggalian. Artefak tersebut meliputi peralatan berbahan tembaga, batu lak, hingga benda-benda dari giok yang memiliki nilai artistik dan simbolik tinggi.

Beberapa artefak yang paling mencuri perhatian adalah liontin giok bermotif manusia dan naga, tombak giok, serta lonceng batu. Motif naga yang ditemukan pada ornamen giok diyakini memiliki makna simbolis terkait kekuasaan, spiritualitas, dan legitimasi politik pada masa Zhou Barat.

Bukti Peradaban Dinasti Zhou Barat

Untuk memastikan usia temuan, tim peneliti melakukan uji karbon-14 terhadap tulang manusia serta analisis tipologi pada tembikar yang ditemukan. Hasilnya menunjukkan bahwa kompleks pemakaman ini berasal dari periode pertengahan hingga akhir Dinasti Zhou Barat, yang berlangsung sekitar 1046 SM hingga 771 SM.

Dinasti Zhou Barat dikenal sebagai salah satu periode penting dalam sejarah China, ditandai dengan berkembangnya sistem feodal awal dan pembagian kekuasaan berbasis wilayah.

Sistem Pemakaman yang Terorganisir

Menariknya, meskipun menunjukkan perbedaan kasta yang jelas, tata letak makam-makam ini tersusun rapi dan terorganisir. Hal ini mencerminkan adanya sistem pemakaman keluarga serta pengelolaan ruang pemakaman yang terpusat dan terencana.

Namun demikian, hingga kini para arkeolog belum menemukan prasasti atau tulisan pada artefak yang dapat mengungkap identitas spesifik kelompok masyarakat yang dimakamkan di kompleks tersebut. Meski begitu, temuan ini sudah memberikan data material yang sangat berharga bagi kajian sejarah sosial, budaya, dan politik Dinasti Zhou Barat.

Penemuan kompleks pemakaman kuno di Shaanxi ini tidak hanya memperkaya khazanah arkeologi China, tetapi juga membuka peluang riset lanjutan untuk memahami dinamika kekuasaan dan kehidupan masyarakat pada salah satu periode penting dalam peradaban manusia.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setiap SPPG di Seluruh Indonesia Terima Dana Rp500 Juta Per Hari

    Setiap SPPG di Seluruh Indonesia Terima Dana Rp500 Juta Per Hari

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini – Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut bakal langsung menerima Rp500 juta per hari. Ini berdasarkan mekanisme penyaluran langsung dana dari Badan Gizi Nasional ke masing-masing dapur MBG. Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, sebanyak 93 persen anggaran sudah disalurkan ke SPPG seluruh Indonesia. Dari total Rp 268 triliun, sekitar Rp 240 triliun sudah […]

  • tentara

    WNI Jadi Tentara Asing Kehilangan Kewarganegaraan Secara Otomatis, Tegas Menkumham Supratman

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbukti menjadi tentara di negara asing akan kehilangan kewarganegaraan secara otomatis. Pernyataan ini disampaikan menyusul kasus Satriya Arta Kumbara, seorang eks marinir Indonesia yang diduga menjadi tentara bayaran di luar negeri. “Saya tegaskan, jika seorang […]

  • Dugaan Akses Ilegal dalam Seleksi JPTP Pemkab Rembang Dilaporkan ke Polda Jateng

    Dugaan Akses Ilegal dalam Seleksi JPTP Pemkab Rembang Dilaporkan ke Polda Jateng

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Terkait dugaan akses ilegal dalam proses pengiriman berkas Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Pemkab Rembang, pihak sekda telah melapor ke Polda Jawa Tengah untuk dilakukan penyelidikan. Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fahrudin, menjelaskan kronologi temuan tersebut. Ia mengaku menerima laporan mengenai pengajuan dokumen seleksi ke Badan Kepegawaian Negara (BGN) tanpa persetujuannya […]

  • Pemkab Rembang Pastikan Warga Bisa Gunakan Layanan Aduan Terkait Bansos

    Pemkab Rembang Pastikan Warga Bisa Gunakan Layanan Aduan Terkait Bansos

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang buka layanan aduan terkait pelaksanaan bantuan sosial (Bansos). Langkah ini menindaklanjuti banyaknya pertanyaan maupun keluhan setelah pembaruan sistem data. Pada September 2025, pemerintah pusat memberlakukan perubahan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Perubahan tersebut membutuhkan sinkronisasi ulang, bahkan menyebabkan pergeseran penerima […]

  • tips

    5 Tips Membuat Chicken Popcorn Sambal Matah ala Kafe Bali, Renyah & Wangi Segar!

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ingin menyajikan camilan spesial yang kekinian dan menggugah selera di rumah? Chicken Popcorn Sambal Matah ala kafe Bali bisa jadi pilihan sempurna! Perpaduan antara ayam goreng renyah dan sambal matah khas Bali yang wangi dan pedas segar ini sangat populer di berbagai restoran dan kafe. Namun, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan […]

  • Menang dari China dalam Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Member Skuad Garuda Dapat Bingkisan dari Presiden RI

    Menang dari China dalam Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Member Skuad Garuda Dapat Bingkisan dari Presiden RI

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Usai kalahkan tim sepakbola China dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia beberapa hari lalu, Timnas Indonesia berkunjung ke kediaman Presiden Prabowo Subianto. Dalam kunjungan tersebut, para anggota juga mendapatkan hadiah istimewa. Kapten timnas, Jay Idzes turut mengucapkan terima kasih atas undangan makan siang, pada Jumat (6/6/2025) kemarin. Ia juga membenarkan bahwa goodie bag berwarna […]

expand_less