Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Arkeolog Temukan Kompleks Pemakaman Kuno 3.000 Tahun di China, Ungkap Struktur Sosial Dinasti Zhou Barat

Arkeolog Temukan Kompleks Pemakaman Kuno 3.000 Tahun di China, Ungkap Struktur Sosial Dinasti Zhou Barat

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
  • visibility 69

Kabarjatengterkini.com- Tabir sejarah di wilayah barat laut China kembali tersingkap. Tim arkeolog berhasil menemukan sebuah kompleks pemakaman kuno berusia sekitar 3.000 tahun di Provinsi Shaanxi, China.

Penemuan ini dinilai sebagai temuan penting yang dapat membuka pemahaman baru tentang struktur sosial, sistem kekuasaan, serta peta politik masyarakat kuno pada masa Dinasti Zhou Barat.

Kompleks pemakaman tersebut merupakan bagian dari Reruntuhan Changchun yang terletak di wilayah Fuping, Kota Weinan. Berdasarkan laporan Kantor Berita Xinhua, penggalian intensif telah dilakukan sejak Agustus 2022 oleh Institut Arkeologi Provinsi Shaanxi (SPIA) bekerja sama dengan Museum Weinan dan otoritas kebudayaan setempat.

Klaster 31 Makam Kuno Terungkap

Dalam proses ekskavasi, para arkeolog menemukan 31 makam yang tersusun dalam satu klaster terpusat. Kompleks ini diyakini merupakan area pemakaman keluarga bangsawan atau kelompok elite yang memiliki peran penting dalam struktur sosial pada masanya.

Associate Researcher SPIA, Li Yanfeng, menjelaskan bahwa penemuan ini bukan sekadar kumpulan liang lahat, melainkan mencerminkan sistem sosial yang tertata dengan jelas. Perbedaan ukuran, struktur, dan kelengkapan makam menunjukkan adanya hierarki sosial yang kuat di masyarakat Zhou Barat.

“Puluhan makam tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan struktur dan jumlah peti mati,” ujar Li Yanfeng, Selasa (6/1/2026).

Hierarki Sosial Tercermin dari Struktur Makam

Dua makam, yakni M1 dan M2, menjadi yang paling mencolok di antara temuan lainnya. Kedua makam tersebut memiliki tiga lapis peti mati, sebuah ciri khas pemakaman bagi individu dengan status sosial tinggi.

Menurut Li Yanfeng, pemilik makam M2 diduga kuat adalah seorang laki-laki yang memiliki posisi penting, kemungkinan sebagai penguasa lokal atau pemimpin pemukiman pada masa itu. Sementara itu, makam M1 diyakini sebagai makam sang istri.

“Struktur dan kelengkapan makam menunjukkan bahwa pemilik M2 dan M1 berasal dari lapisan elite dengan kekuasaan dan pengaruh signifikan,” jelasnya.

Sebaliknya, makam-makam lain yang berukuran lebih kecil hanya menggunakan satu peti mati dan tidak dilengkapi benda-benda perunggu. Artefak yang ditemukan di makam tersebut umumnya berupa wadah tembikar sederhana dan ornamen dari cangkang kerang, yang mengindikasikan liang lahat milik masyarakat biasa.

Penemuan Kereta Kuda dan Artefak Berharga

Selain makam manusia, tim arkeolog juga menemukan lima lubang pemakaman kereta (chariot pits) yang berisi sisa-sisa kereta kuda dan tulang hewan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kompleks tersebut memiliki kaitan erat dengan kalangan bangsawan atau elite militer.

Tak kurang dari 300 artefak berhasil diangkat dari lokasi penggalian. Artefak tersebut meliputi peralatan berbahan tembaga, batu lak, hingga benda-benda dari giok yang memiliki nilai artistik dan simbolik tinggi.

Beberapa artefak yang paling mencuri perhatian adalah liontin giok bermotif manusia dan naga, tombak giok, serta lonceng batu. Motif naga yang ditemukan pada ornamen giok diyakini memiliki makna simbolis terkait kekuasaan, spiritualitas, dan legitimasi politik pada masa Zhou Barat.

Bukti Peradaban Dinasti Zhou Barat

Untuk memastikan usia temuan, tim peneliti melakukan uji karbon-14 terhadap tulang manusia serta analisis tipologi pada tembikar yang ditemukan. Hasilnya menunjukkan bahwa kompleks pemakaman ini berasal dari periode pertengahan hingga akhir Dinasti Zhou Barat, yang berlangsung sekitar 1046 SM hingga 771 SM.

Dinasti Zhou Barat dikenal sebagai salah satu periode penting dalam sejarah China, ditandai dengan berkembangnya sistem feodal awal dan pembagian kekuasaan berbasis wilayah.

Sistem Pemakaman yang Terorganisir

Menariknya, meskipun menunjukkan perbedaan kasta yang jelas, tata letak makam-makam ini tersusun rapi dan terorganisir. Hal ini mencerminkan adanya sistem pemakaman keluarga serta pengelolaan ruang pemakaman yang terpusat dan terencana.

Namun demikian, hingga kini para arkeolog belum menemukan prasasti atau tulisan pada artefak yang dapat mengungkap identitas spesifik kelompok masyarakat yang dimakamkan di kompleks tersebut. Meski begitu, temuan ini sudah memberikan data material yang sangat berharga bagi kajian sejarah sosial, budaya, dan politik Dinasti Zhou Barat.

Penemuan kompleks pemakaman kuno di Shaanxi ini tidak hanya memperkaya khazanah arkeologi China, tetapi juga membuka peluang riset lanjutan untuk memahami dinamika kekuasaan dan kehidupan masyarakat pada salah satu periode penting dalam peradaban manusia.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seni dan Budaya di Jateng Bisa Jadi Media Diplomasi Antarnegara

    Seni dan Budaya di Jateng Bisa Jadi Media Diplomasi Antarnegara

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dukung penuh seniman yang membawa budaya Indonesia ke kancah internasional. Menurutnya, seni dan budaya bisa menjadi media diplomasi untuk mempererat hubungan antarnegara. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menyampaikan apresiasinya terhadap salah satu seniman tari asal Semarang, Jawa Tengah yang sempat mengikuti World Expo 2025 di Osaka pada 7-8 […]

  • piala dunia

    Chelsea Kalahkan PSG 3-0 di Final Piala Dunia Antarklub 2025, Cole Palmer Bintang Kemenangan

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Chelsea sukses mengukir sejarah baru setelah mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor telak 3-0 di laga final Piala Dunia Antarklub 2025. Pertandingan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (14/7) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat The Blues resmi menjadi juara perdana Piala Dunia Antarklub dengan format baru, […]

  • jateng

    Tim Penggerak PKK Jateng Aktif Edukasi Guna Cegah Kekerasan Seksual dan Bullying

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Tim Penggerak PKK aktif melakukan edukasi mengenai pencegahan pernikahaan dini hingga kekerasan seksual dan perundungan. Edukasi ini disebarluaskan melalui program Pandu Cinta. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyebutkan bahwa program Pandu Cinta diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying). […]

  • Striker Muda Arkhan Kaka Dikabarkan Jadi Anggota TNI, Persis Solo Beri Tanggapan

    Striker Muda Arkhan Kaka Dikabarkan Jadi Anggota TNI, Persis Solo Beri Tanggapan

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Pesepak bola dari Persis Solo dan Timnas Indonesia U-17, Arkhan Kaka dikabarkan masuk pendidikan untuk menjadi tentara. Kabar ini beredar saat muncul unggahan foto Kaka mengenakan seragam TNI beberapa waktu lalu. Menggapi hal tersebut, Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona turut mengonfirmasi bahwa Arkhan Kaka saat ini memang sedang menjalani pendidikan sebagai tentara. Meski […]

  • brimob

    Kasus Ojol Tewas Dilindas, 7 Anggota Brimob Diperiksa

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Insiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang diduga dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat terjadi kericuhan usai aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8), mengundang perhatian publik secara luas. Peristiwa tragis ini tak hanya menuai kecaman dari masyarakat, tapi juga mendorong institusi Polri untuk segera […]

  • bgn

    BGN Wajibkan Dua Sertifikasi untuk SPPG, Termasuk Standar Internasional HACCP

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengeluarkan serangkaian instruksi tegas untuk mencegah terulangnya kasus keracunan massal akibat makanan bergizi siap saji (Menu Bergizi Gratis/MBG) di sekolah. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025), Dadan menegaskan bahwa setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) […]

expand_less