Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » 5 Jenis Moluska yang Aman Dimakan, Dagingnya Punya Banyak Gizi!

5 Jenis Moluska yang Aman Dimakan, Dagingnya Punya Banyak Gizi!

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
  • visibility 414

Kabarjatengterkini.com– Moluska adalah kelompok hewan invertebrata yang memiliki tubuh lunak dan sebagian besar hidup di perairan. Di antara ribuan spesies moluska yang ada di dunia, beberapa jenis ternyata aman dan lezat untuk dikonsumsi manusia. Bahkan, moluska yang aman dimakan ini mengandung banyak nutrisi penting seperti protein, zat besi, seng, omega-3, dan vitamin B12 yang baik untuk kesehatan tubuh.

Banyak masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia, telah lama mengonsumsi moluska sebagai bagian dari kuliner laut. Lalu, apa saja jenis moluska yang bisa dimakan dan kaya akan manfaat kesehatan? Simak daftar lengkapnya berikut ini!

1. Kerang (Clam)

Kerang merupakan salah satu jenis moluska yang paling populer dikonsumsi di seluruh dunia. Ada berbagai jenis kerang, seperti kerang darah, kerang hijau, dan kerang simping (scallop), yang semuanya termasuk dalam kelompok Bivalvia, yakni moluska yang memiliki dua cangkang.

Kandungan Gizi:

Kerang mengandung:

  • Protein tinggi

  • Zat besi

  • Vitamin B12

  • Selenium

  • Omega-3

Manfaat:

Kerang sangat baik untuk meningkatkan energi, mendukung kesehatan saraf, serta menjaga sistem kekebalan tubuh. Namun, penting untuk memasaknya dengan baik agar aman dikonsumsi dan menghindari risiko kontaminasi.

2. Tiram (Oyster)

Tiram adalah moluska bercangkang keras yang hidup di perairan laut. Makanan laut ini terkenal sebagai afrodisiak alami dan sering dikonsumsi dalam keadaan mentah, terutama di restoran Jepang dan Eropa.

Kandungan Gizi:

Tiram mengandung:

  • Seng (zinc) dalam jumlah tinggi

  • Vitamin D

  • Asam lemak omega-3

  • Tembaga dan selenium

Manfaat:

Tiram berperan penting dalam meningkatkan sistem imun, mempercepat penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan kulit. Kandungan seng yang tinggi juga baik untuk kesuburan pria.

Catatan: Tiram harus dikonsumsi dari sumber yang higienis dan terpercaya untuk menghindari infeksi bakteri seperti Vibrio.

3. Cumi-Cumi (Squid)

Cumi-cumi termasuk moluska dari kelas Cephalopoda, yang juga mencakup gurita. Daging cumi banyak digunakan dalam berbagai masakan, mulai dari goreng tepung, tumis, hingga masakan pedas khas Indonesia.

Kandungan Gizi:

Cumi-cumi kaya akan:

  • Protein hewani

  • Vitamin B12 dan B6

  • Fosfor

  • Selenium

  • Lemak sehat

Manfaat:

Konsumsi cumi-cumi membantu menjaga metabolisme, mendukung kesehatan jantung, dan memperkuat sistem saraf. Dagingnya rendah kalori, cocok untuk diet asalkan tidak dimasak dengan minyak berlebihan.

4. Gurita (Octopus)

Gurita adalah moluska laut bertentakel dari kelas Cephalopoda. Meski tidak sepopuler kerang dan cumi-cumi, gurita telah lama dikonsumsi di negara seperti Korea, Jepang, dan Italia. Tekstur daging gurita kenyal dan cocok dimasak dengan cara direbus, dibakar, atau ditumis.

Kandungan Gizi:

Gurita mengandung:

  • Vitamin B12

  • Zat besi

  • Tembaga

  • Omega-3

  • Niacin (vitamin B3)

Manfaat:

Gurita bagus untuk meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga fungsi otak, serta menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, dagingnya rendah kolesterol dan lemak jenuh.

5. Siput Laut (Sea Snail)

Siput laut atau keong laut adalah jenis moluska gastropoda yang juga bisa dikonsumsi. Di beberapa daerah Indonesia, seperti Sulawesi dan Papua, siput laut dijadikan kuliner tradisional yang digemari masyarakat lokal.

Kandungan Gizi:

Siput laut mengandung:

  • Protein tinggi

  • Zat besi

  • Magnesium

  • Omega-3

  • Kolagen alami

Manfaat:

Siput laut dipercaya mampu memperbaiki sel kulit, menjaga fungsi otot, serta membantu proses penyembuhan luka. Dagingnya juga kaya kolagen alami yang baik untuk kesehatan kulit dan sendi.

Tips Aman Mengonsumsi Moluska

Meski banyak moluska yang aman dikonsumsi, tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting untuk menjaga keamanan dan kandungan gizinya:

  1. Pastikan sumber moluska segar dan bersih. Hindari mengonsumsi moluska dari perairan tercemar.

  2. Masak hingga matang sempurna. Moluska mentah berisiko membawa bakteri atau parasit berbahaya.

  3. Perhatikan alergi makanan laut. Jika Anda memiliki alergi terhadap seafood, sebaiknya hindari moluska.

  4. Konsumsi dalam porsi wajar. Meski sehat, makan berlebihan bisa menyebabkan kelebihan kolesterol atau asupan logam berat.

  5. Hindari memasak dengan terlalu banyak minyak atau garam. Ini agar manfaat kesehatannya tetap maksimal.

Moluska bukan hanya lezat, tapi juga penuh gizi. Dari kerang hingga gurita, kelima jenis moluska di atas telah terbukti aman dikonsumsi dan bisa menjadi sumber protein hewani yang berkualitas tinggi. Jika diolah dengan baik dan dikonsumsi dalam jumlah wajar, moluska bisa menjadi pilihan makanan laut sehat yang mendukung gaya hidup seimbang.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • banjir

    Sejumlah Wilayah di Kota Semarang Terendam Banjir, Pemkot Tangani dengan Pompa Air

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 224
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah wilayah di Kota Semarang terendam banjir setelah turun hujan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Akibatnya, aktivitas sebagian masyarakat menjadi lumpuh dan terganggu. Dalam menghadapi bencana tahunan ini, Pemerintah Kota Semarang melakukan penanganan berupa dukungan pompa air agar banjir lebih cepat surut. Penggunaan pompa air memang penting saat musim seperti […]

  • Proyek Perbaikan Jalan Tembongraja-Salem Brebes Dikerjakan dengan Model Collaborative Funding

    Proyek Perbaikan Jalan Tembongraja-Salem Brebes Dikerjakan dengan Model Collaborative Funding

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perbaikan ruas jalan Tembongraja-Salem Kabupaten Brebes dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, swasta, dan pemerintah. Model collaborative funding ini disebut sangat efektif mengingat keterbatasan APBD untuk pembangunan infrastruktur. Diketahui, masyarakat sudah menyumbang Rp200 juta untuk pengerjaan, Pemkab Brebes mengalokasikan Rp500 juta untuk rigid beton dan Rp200 juta untuk pemeliharaan rutin, sementara dukungan CSR mencapai […]

  • pbb

    Prabowo Subianto di PBB: Indonesia Komitmen Berperan Aktif Dalam Menyelesaikan Krisis Global

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pada Selasa, 23 September 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato penting di hadapan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Sidang Umum PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Sidang tahunan ini merupakan salah satu forum internasional terbesar yang mempe

  • serangan

    Mahfudz Abdurrahman Kecam Serangan Israel ke Kontingen Indonesia di Lebanon

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Mahfudz Abdurrahman, mengecam keras serangan artileri yang dilakukan Israel ke area penugasan kontingen Indonesia di Lebanon. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia. Mahfudz menegaskan bahwa peristiwa ini tidak dapat dianggap sebagai insiden biasa dalam konflik bersenjata. Ia […]

  • tontonan

    Tontonan ‘Tung Tung Sahur’ hingga ‘Tralarelo’: Seru atau Bahaya Bikin Otak Rusak?

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Di era digital saat ini, anak-anak zaman sekarang punya tontonan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Video-video seperti “Tung Tung Sahur”, “Balerina Cappuccino”, “Tralarelo Tralala”, dan berbagai klip absurd dengan suara aneh dan visual kacau, menjadi sajian favorit di layar ponsel mereka. Konten-konten ini diputar berulang-ulang, sampai-sampai orang tua pun mulai hafal nama-nama konten […]

  • Heboh Dugaan Bullying PPDS Unsri Diminta Biayai Clubbing Hingga Skincare, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    Junior PPDS Unsri Diduga Dimintai Biaya Clubbing Hingga Skincare oleh Senior, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang junior program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijawa (Unsri), Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut informasi yang beredar, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri. Adapun dugaan perundungan dilakukan dengan modus meminta uang tunai kepada junior untuk memenuhi gaya hidup senior, termasuk uang clubbing, olahraga, skincare, tiket konser, biaya […]

expand_less