Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Heboh Pedagang di Pati Ditagih Bayar Pajak Rp840 Ribu, Dinas PU Beri Penjelasan

Heboh Pedagang di Pati Ditagih Bayar Pajak Rp840 Ribu, Dinas PU Beri Penjelasan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 8

Pati, Kabarjatengterkini.com – Heboh pedagang di Desa Kebolambang, Winong, Pati, bernama Maryati, ditagih pajak Rp840 ribu. Pajak itu ditarik lantaran lapaknya berdiri di atas tanah seluas 28 meter persegi milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati.

Plt Sekretaris DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Pati, Widyotomo Kusdiyanto, turut buka suara. Ia mengatakan, Maryati memang telah memiliki izin menempati tanah lambiran irigasi milik Pemkab Pati tersebut.

“Bahwa yang diviralkan sebetulnya atas nama Bu Maryati ada izinnya. Jadi begini, retribusi muncul karena yang bersangkutan mengajukan izin pemakaian tempat di lambiran irigasi milik PU,” jelas Widyotomo, dikutip Detik.

“Itu lokasi di irigasi Cabean Desa Kebolampang Kecamatan Winong,” lanjut dia.

Menurut perda nomor 1 tahun 2024, tanah lambiran irigasi atau sungai sudah ada tarifnya, yakni sebesar Rp 10 ribu per meter per tahun. Setelah dihitung, muncul angka Rp280 ribu per tahun, sedangkan yang bersangkutan sudah menempati tanah itu selama tiga tahun.

“Di situ dikuitansi 28 meter persegi dikali Rp 10 ribu. Kan ketemu Rp 280 ribu setiap tahun. Karena izin ini berlaku 3 tahun, berarti Rp 280 ribu dikali 3 ketemunya Rp 840 ribu,” jelasnya lagi.

Widyotomo menjelaskan bahwa besaran tarif pajak tersebut memang terkesan banyak karena merupakan akumulasi. Lebih lanjut, ia memastikan bahwa pembayaran pajak tersebut akan disetorkan ke kas daerah.

“Memang petugas ke sana, bersangkutan minta dibayar 3 tahun, jadi ya kita layani. Ada penonton kok mahal sekali, padahal itu berlaku sampai 3 tahun,” jelasnya.

“Uang itu langsung disetorkan ke kas daerah,” terang dia lagi.

Sebelumnya, Maryati mengeluh ada petugas dari Dinas PU mendatanginya sebulan lalu untuk menagih pajak sebesar Rp840 ribu. Tak hanya itu, petugas juga meminta ganti rugi materai dengan biaya Rp 50 ribu

Ia menganggap, besaran tersebut cukup besar bagi dirinya yang sehari-hari mencari penghasilan denganberjualan. Bahkan, dia mengaku menerima ancaman jika tidak dibayar, warungnya akan dibongkar.

“Aku kaget, lah biasanya nggak ada tarikan seperti itu, kok langsung ada tariknya segitu,” kata Maryati dalam video viral di internet. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebutuhan DOC FS di Pati Capai 33 juta Ekor per Tahun

    Kebutuhan DOC FS di Pati Capai 33 juta Ekor per Tahun

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Kebutuhan Day Old Chick Final Stock Broiler (DOC FS) atau ayam umur sehari yang dibesarkan menjadi ayam pedaging di Kabupaten Pati mencapai 33 juta ekor per tahun. Kebutuhan tersebut biasanya dipenuhi per lima hingga tujuh siklus pemeliharaan. Kendati demikian, DOC FS Broiler disebut mengalami kelangkaan, menyebabkan harganya melonjak dari sekitar Rp5 ribu […]

  • Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp80 Kilogram di Tingkat Konsumen Jawa Tengah

    Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp80 Kilogram di Tingkat Konsumen Jawa Tengah

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Harga cabai rawit merah di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, berada di atas harga acuan pembelian (HAP). Diketahui, harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp80 kilogram di tingkat rata-rata konsumen Jawa Tengah. Kenaikan harga komoditas cabai rawit merah di pasaran tersebut juga dipengaruhi adanya peningkatan permintaan di luar daerah. Bahkan, di Jakarta, […]

  • Industri Hijau di Jawa Tengah Semakin Menggeliat

    Industri Hijau di Jawa Tengah Semakin Menggeliat

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 322
    • 0Komentar

      Batang, Kabarjatengterkini.com – Industri hijau di Jawa Tengah semakin menggeliat. Terlebih dengan peresmian operasional tahap I PT Solar Energi Generasi (SEG) Solar Manufaktur Indonesia di Kawasan Industropolis Batang baru-baru ini. “Hari ini kita telah meresmikan energi terbarukan terkait dengan solar panel. Jadi solar panel ini adalah salah satu yang terbesar yang berinvestasi di Jawa […]

  • Madrasah dan Pesantren Didorong Penguatan Pendidikan Berbasis AI

    Madrasah dan Pesantren Didorong Penguatan Pendidikan Berbasis AI

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Madrasah dan Pesantren di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, didorong terus menerapkan strategi pendidikan dengan penguatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pelatihan AI oleh Microsoft. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, target pelatihan AI oleh Microsoft sebanyak 50 ribu peserta. Sementara, saat ini, pelatihan tersebut sudah menyasar […]

  • rembang

    Tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026 di Rembang Dipastikan Tetap Sama

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Tarif pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2026 dipastikan masih sama seperti sebelumnya. Hal itu berlaku bagi masyarakat yang melakukan pembayaran periode April-Desember 2025. “Yang kemarin (membayar pajak) April sampai Desember 2025 itu dipastikan tidak ada kenaikan. Yang dibayarkan mereka tahun kemarin dengan tahun sekarang akan sama,” jelas Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah […]

  • ott

    Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Jalani Pemeriksaan 1×24 Jam di Polres Kudus

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, Bupati Pati, Sudewo, terjaring OTT dan menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 jam di Polres Kudus, Jawa Tengah. Penanganan kasus ini langsung menyita perhatian publik karena melibatkan pejabat aktif di tingkat daerah. Berdasarkan pantauan di lapangan, Sudewo baru keluar dari […]

expand_less