Kebutuhan DOC FS di Pati Capai 33 juta Ekor per Tahun
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 23 Feb 2026
- visibility 37

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Kebutuhan Day Old Chick Final Stock Broiler (DOC FS) atau ayam umur sehari yang dibesarkan menjadi ayam pedaging di Kabupaten Pati mencapai 33 juta ekor per tahun. Kebutuhan tersebut biasanya dipenuhi per lima hingga tujuh siklus pemeliharaan.
Kendati demikian, DOC FS Broiler disebut mengalami kelangkaan, menyebabkan harganya melonjak dari sekitar Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per ekor. Hal ini dikatakan oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra baru-baru ini.
Ini menyebabkan sebagian peternak menunda siklus produksi akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi suplai ayam hidup, serta stabilitas protein hewani masyarakat.
Terkait hal tersebut, pihaknya meminta pihak terkait memastikan distribusi dan harga DOC lebih stabil, sehingga usaha peternak tetap berjalan. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati akan melakukan pemantauan dan pengawasan.
Secara nasional, pasokan DOC dipengaruhi oleh pengaturan populasi Parent Stock dan Grand Parent Stock atau induk ayam pembibit penghasil telur tetas. Hal itu menyebabkan distribusi banyak terserap perusahaan integrator, sehingga peternak mandiri membutuhkan kepastian akses pasokan.
Berdasarkan kesepakatan antara Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU) dan Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP), peternak mandiri di wilayah Pantura, termasuk Pati, akan mendistribusikan 1.000 box DOC per minggu.
“Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan 1.000 box per minggu, kami harap produksi kembali normal dan harga ayam di Pati tetap stabil,” kata Plt Bupati dalam Rapat koordinasi strategis pun digelar Minggu (22/2/2026) di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati.
Pemkab Pati juga menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pendataan kebutuhan per siklus, pembelian kolektif DOC, hingga pengembangan hatchery lokal atau unit penetasan telur menjadi DOC, dan penguatan koperasi sebagai pihak penyerap hasil produksi.
Selain itu, pengawasan harga, fasilitasi distribusi resmi, serta penguatan biosecurity juga menjadi bagian strategi menjaga daya saing sektor unggas daerah. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

