Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kebutuhan DOC FS di Pati Capai 33 juta Ekor per Tahun

Kebutuhan DOC FS di Pati Capai 33 juta Ekor per Tahun

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • visibility 122

Pati, Kabarjatengterkini.com – Kebutuhan Day Old Chick Final Stock Broiler (DOC FS) atau ayam umur sehari yang dibesarkan menjadi ayam pedaging di Kabupaten Pati mencapai 33 juta ekor per tahun. Kebutuhan tersebut biasanya dipenuhi per lima hingga tujuh siklus pemeliharaan.

Kendati demikian, DOC FS Broiler disebut mengalami kelangkaan, menyebabkan harganya melonjak dari sekitar Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per ekor. Hal ini dikatakan oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra baru-baru ini.

Ini menyebabkan sebagian peternak menunda siklus produksi akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi suplai ayam hidup, serta stabilitas protein hewani masyarakat.

Terkait hal tersebut, pihaknya meminta pihak terkait memastikan distribusi dan harga DOC lebih stabil, sehingga usaha peternak tetap berjalan. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati akan melakukan pemantauan dan pengawasan.

Secara nasional, pasokan DOC dipengaruhi oleh pengaturan populasi Parent Stock dan Grand Parent Stock atau induk ayam pembibit penghasil telur tetas. Hal itu menyebabkan distribusi banyak terserap perusahaan integrator, sehingga peternak mandiri membutuhkan kepastian akses pasokan.

Berdasarkan kesepakatan antara Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU) dan Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP), peternak mandiri di wilayah Pantura, termasuk Pati, akan mendistribusikan 1.000 box DOC per minggu.

“Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan 1.000 box per minggu, kami harap produksi kembali normal dan harga ayam di Pati tetap stabil,” kata Plt Bupati dalam Rapat koordinasi strategis pun digelar Minggu (22/2/2026) di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati.

Pemkab Pati juga menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pendataan kebutuhan per siklus, pembelian kolektif DOC, hingga pengembangan hatchery lokal atau unit penetasan telur menjadi DOC, dan penguatan koperasi sebagai pihak penyerap hasil produksi.

Selain itu, pengawasan harga, fasilitasi distribusi resmi, serta penguatan biosecurity juga menjadi bagian strategi menjaga daya saing sektor unggas daerah. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • kapal

    Kapal Nelayan Surya Bahari Rawasaban Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 5 Nelayan Masih Hilang

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sebuah kapal nelayan bernama Surya Bahari Rawasaban dilaporkan tenggelam di perairan antara Pulau Bokor dan Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan delapan nelayan yang tengah beroperasi di wilayah perairan Kepulauan Seribu. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad […]

  • Pasar Induk Kramat Jati Jaktim Kebakaran, Ada Dugaan Korsleting Listrik

    Pasar Induk Kramat Jati Jaktim Kebakaran, Ada Dugaan Korsleting Listrik

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kebakaran terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin (15/12/2025) pagi tadi. Sumber api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting di sebuah toko plastik. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid menyebutkan, pihaknya mendapatkan laporan pada pukul 07.24 WIB. Puluhan petugas dan belasan unit […]

  • x

    X Batasi Usia Pengguna Minimal 16 Tahun di Indonesia, Implementasi PP Tunas Demi Perlindungan Anak

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Platform digital X resmi menetapkan batas usia minimum pengguna di Indonesia menjadi 16 tahun. Kebijakan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan regulasi pemerintah, yakni PP Nomor 17 Tahun 2025 atau yang dikenal sebagai PP Tunas. Kebijakan tersebut diumumkan melalui surat resmi tertanggal 17 Maret 2026. Dalam surat itu, X menyatakan komitmennya […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Ahmad Luthfi Dorong Penambahan Kawasan Industri di Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah lain. Pihaknya minta Pemerintah Kabupaten/kota lain di Jawa Tengah mulai membuat kajian untuk mengembangkan potensi KEK di daerahnya masing-masing. Sebelumnya, Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dinilai mampu berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Hal ini nantinya bisa […]

  • afc

    AFC Pastikan Timnas Malaysia Masih Bisa Bertanding Meski 7 Pemain Disanksi FIFA

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memastikan bahwa Tim Nasional (Timnas) Malaysia tetap bisa tampil di ajang internasional meskipun FIFA telah menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi serta Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, pada Minggu (28/9/2025), menanggapi kegelisahan publik Malaysia atas […]

  • Pemprov Jateng Tekankan Sektor Peternakan Punya Prospek Ekonomi Menjanjikan

    Pemprov Jateng Tekankan Sektor Peternakan Punya Prospek Ekonomi Menjanjikan

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 200
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinisi Jawa Tengah tekankan sektor peternakan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Terlebih, saat ini, pihaknya semakin gencar agar Jawa Tengah menjadi daerah penopang pangan nasional. Swasembada pangan dicapai tidak hanya berfokus pada produksi pertanian saja. Ketersediaan pangan berupa protein hewani juga dianggap penting agar masyarakat bisa mengonsumsi makanan dan minuman bergizi […]

expand_less