Tentang 100 Titik Dapur MBG Diduga Fiktif: Korwil SPPG Cilacap Sebut Masih dalam Pembangunan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 25 Jun 2026
- visibility 10

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Heboh temuan 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG diduga fiktif di Kabupaten Cilacap. Temuan ini berdasarkan penjelasan Plt Bupati mengenai hasil pengecekan oleh BGN Pusat baru-baru ini.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo, angkat bicara. Pihaknya membantah dugaan dapur MBG fiktif dan menyebutkan bahwa titik-titik tersebut sebenarnya masih dalam proses pembangunan.
“Kalau yang dimaksud beliau 100 SPPG fiktif itu bukan SPPG fiktif, tetapi SPPG yang masih dalam proses persiapan pembangunan,” kata Yuda, Rabu (24/6/2026), dikutip Detik.
“Bukan fiktif. Itu SPPG yang mungkin dimaksud beliau masih dalam proses pembangunan,” lanjutnya menegaskan.
Terkait temuan ada titik SPPG di wilayah hutan dan pemakaman, ia menjelaskan bahwa wilayah Cilacap Barat memang masih banyak daerah pelosok. Namun, pembangunannya bukan di kawasan hutan maupun tempat pemakaman.
“Kalau yang di hutan itu karena wilayah Cilacap bagian barat memang masih banyak daerah pelosok. Ada SPPG yang dibangun di daerah terpencil, tetapi tidak di hutan. Kalau yang di kuburan, itu tidak ada. SPPG di Cilacap tidak ada yang seperti itu,” ujarnya.
Yuda menjelaskan, ada sekitar 300 titik SPPG yang terdaftar di Kabupaten Cilacap. Sebanyak 220 di antaranya disebut telah beroperasi, sedangkan 114 lainnya disebut masih dalam tahap pembangunan dan belum selesai karena berbagai faktor teknis dan administratif.
“Dari sekitar 300 titik itu, 220-an sudah operasional. Kemudian ada 114 yang masih dalam tahap pembangunan,” jelasnya.
“Memang ditemukan beberapa SPPG yang melebihi 45 hari belum dilakukan pembangunan. Mungkin ada kendala administrasi atau hal lainnya, kami kurang mengetahui secara detail,” lanjut dia.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyebutkan hasil temuan petugas pengecekan mengenai dugaan adanya sejumlah SPPG fiktif di wilayahnya. Titik-titik tersebut berada di lokasi yang tidak memungkinkan untuk dijadikan fasilitas pelayanan, mulai di tengah hutan, sawah, hingga di area pemakaman.
“Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun,” kata kata Ammy, Selasa (23/6/2026).
“Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan,” lanjut dia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mayoritas titik yang menjadi temuan tersebut diketahui terdaftar atas nama yayasan terafiliasi dengan eks Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya. Sony Sonjaya sendiri saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejagung RI.
“Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kita benahi,” ujarnya.
“Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony,” lanjut dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

