Ribuan Nelayan Sungai Silugonggo Siap Melaut Usai Harga Solar Nonsubsidi Turun
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 16 Jul 2026
- visibility 33

Foto: Ilustrasi Ribuan Nelayan Sungai Silugonggo Siap Melaut Usai Harga Solar Nonsubsidi Turun (Sumber: Kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Ribuan nelayan di Sungai Silugonggo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, siap beraktivitas usai harga solar nonsubsidi turun jadi Rp15 ribu per liter. Pasalnya, harga solar nonsubsidi sebelumnya menyentuh Rp30 ribu dan dinilai memberatkan nelayan.
Sebelumnya, banyak nelayan di Pati memutuskan tidak melaut lantaran harga BBM dinilai tidak menutup biaya operasional. Aksi mogok melaut ini dilakukan sejak lebaran atau terhitung sekitar tiga bulan yang lalu.
“Untuk itu kami mulai bersiap menyiapkan kapalnya melakukan perbaikan untuk berangkat bulan ini dan bulan depan,” terang Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera, Eko Budiyono, baru-baru ini, dikutip Detik.
“Karena sebelumnya kita dipaksakan dengan harga BBM yang kemarin itu tidak akan menutup biaya operasional selama melaut. Kita tidak melaut sejak lebaran sampai saat ini,”
Ia mengatakan, tingkat harga solar nonsubsidi saat ini memang masih di atas tuntutan awal, yakni penurunan sampai dengan harga Rp10 ribu-13 ribu per liter. Meski demikian, harga tersebut diharapkan tetap ideal dengan diimbangi harga ikan yang dinilai sudah cukup baik.
“Menunggu sampai hari ini dan baru ada penetapan harga dari pemerintah. Mudah-mudahan ideal, dengan diimbangi harga ikan yang menurut kami hari ini cukup bagus,” terang dia.
“Tuntutan kami 2 kali harga subsidi sekitar Rp 13,5 ribu, dan ditetapkan angka Rp 15 ribu. Saya kira sudah cukup dengan harga seperti ini,” lanjut dia,
Sementara itu, jumlah kapal yang rencananya akan melaut 1.600 kapal ke Papua pada bulan Agustus hingga September nanti. Saat ini, pihaknya masih berfokus pada perbaikan kapal dan jaring.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah memberikan harga khusus solar nonsubsidi Rp 15.000 per liter untuk nelayan yang memiliki kapal berukuran 30-200 GT. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

