Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Olahraga untuk Penderita Obesitas dengan Nyeri Sendi, Ini Jenis Latihan yang Aman

Olahraga untuk Penderita Obesitas dengan Nyeri Sendi, Ini Jenis Latihan yang Aman

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
  • visibility 16

Kabarjatengterkini.com– Memiliki obesitas dan keluhan nyeri sendi bukan berarti seseorang harus berhenti berolahraga. Justru, aktivitas fisik yang dilakukan dengan tepat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran sekaligus membantu mengelola berat badan.

Namun, penderita obesitas yang mengalami masalah pada sendi, terutama lutut, perlu lebih cermat dalam memilih jenis olahraga. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menyarankan agar latihan dimulai dengan memperhatikan dua aspek utama, yaitu intensitas dan benturan atau impact pada sendi.

“Bagi penderita obesitas dengan keluhan sendi, mulailah dengan prinsip latihan intensitas rendah (low intensity) dan benturan rendah (low impact),” ujar Andhika dalam diskusi media bersama Novo Nordisk Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, impact dan intensity merupakan dua konsep berbeda. Memahami perbedaan keduanya penting agar olahraga dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh serta kondisi sendi masing-masing.

Low Impact dan Low Intensity Itu Berbeda

Istilah olahraga low impact sering dianggap sama dengan olahraga berintensitas rendah. Padahal, keduanya memiliki pengertian berbeda.

Andhika menjelaskan, impact berkaitan dengan seberapa besar hentakan atau benturan fisik yang diterima sendi ketika tubuh bergerak. Semakin besar tekanan atau hentakan pada sendi, semakin tinggi pula impact yang diterima.

Sementara itu, intensity atau intensitas berkaitan dengan seberapa keras tubuh bekerja selama melakukan aktivitas fisik. Tingkat intensitas dapat dirasakan melalui peningkatan detak jantung, frekuensi napas, serta rasa lelah selama berolahraga.

“Impact (benturan), merujuk pada besarnya hentakan atau benturan fisik yang diterima oleh sendi lutut saat bergerak,” jelasnya.

Sedangkan intensitas dapat dilihat dari tingkat kelelahan, kerja pernapasan, hingga perubahan detak jantung.

Artinya, olahraga dengan low impact belum tentu memiliki intensitas rendah. Aktivitas yang minim benturan tetap dapat dilakukan dengan intensitas tertentu sesuai kemampuan tubuh.

Berenang dan Sepeda Statis Bisa Jadi Pilihan

Untuk penderita obesitas yang mengalami keluhan sendi, aktivitas dengan benturan rendah dapat menjadi pilihan awal.

Andhika mencontohkan berenang atau fisioterapi akuatik sebagai salah satu olahraga low impact. Ketika berada di dalam air, beban tubuh yang diterima sendi dapat berkurang sehingga gerakan terasa lebih ringan.

Selain berenang, sepeda statis juga dapat menjadi pilihan karena gerakannya relatif minim hentakan dibandingkan aktivitas yang melibatkan lompatan atau berlari.

Namun, bukan berarti setiap orang harus langsung melakukan latihan dengan durasi atau intensitas tertentu. Kondisi tubuh dan tingkat keluhan sendi perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan program latihan.

Olahraga Kardio untuk Membantu Pembakaran Kalori

Bagi penderita obesitas, olahraga juga memiliki manfaat penting dalam mendukung pengelolaan berat badan.

Andhika menyebut olahraga kardio dapat digunakan untuk membantu pembakaran kalori. Jenis latihan ini dapat disesuaikan dengan kondisi fisik sehingga tidak harus selalu berupa aktivitas dengan benturan tinggi.

Dengan pemilihan aktivitas yang tepat, penderita obesitas tetap dapat memperoleh manfaat latihan tanpa memberikan beban berlebihan pada sendi.

Konsistensi juga menjadi faktor penting. Daripada memaksakan olahraga berat dalam waktu singkat, latihan dengan intensitas yang sesuai dan dilakukan secara rutin lebih realistis untuk dipertahankan dalam jangka panjang.

Latihan Kekuatan Tetap Penting untuk Penderita OA

Selain kardio, latihan kekuatan untuk penderita osteoarthritis (OA) juga dapat menjadi bagian dari program olahraga.

Andhika menyarankan agar latihan kekuatan menargetkan kelompok otot besar, seperti otot paha bagian depan dan belakang, bokong, serta punggung.

“Targetkan terlebih dahulu kekuatan kelompok otot-otot besar (large muscles) seperti otot paha depan atau belakang, bokong, dan punggung untuk meningkatkan metabolisme tubuh (BMR),” ujarnya.

Penguatan otot dapat membantu mendukung fungsi tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, latihan harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan beban yang dinaikkan secara bertahap.

Bolehkah Penderita OA Lutut Berlatih di Gym?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah penderita osteoarthritis lutut boleh pergi ke gym.

Menurut Andhika, latihan di pusat kebugaran sebenarnya dapat dilakukan oleh pasien OA lutut selama gerakan dilakukan dengan benar dan beban disesuaikan secara bertahap.

“Berlatih di gym sebenarnya sangat aman bagi pasien OA lutut selama gerakannya benar dan beban (plate) yang digunakan disesuaikan secara bertahap,” katanya.

Karena itu, penderita OA sebaiknya tidak terburu-buru mengejar beban berat. Fokus utama adalah menguasai teknik gerakan, menentukan beban yang sesuai, kemudian meningkatkan latihan secara perlahan.

Pengawasan instruktur profesional atau tenaga medis juga dapat membantu memastikan latihan sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Jangan Takut Bergerak, tetapi Kenali Batas Tubuh

Pada akhirnya, olahraga untuk penderita obesitas dengan nyeri sendi bukan berarti harus menghindari aktivitas fisik sepenuhnya. Justru, tubuh tetap perlu bergerak dengan bentuk latihan yang aman dan terukur.

Prinsip yang dapat dijadikan pegangan adalah memilih aktivitas dengan benturan rendah, menyesuaikan intensitas dengan kemampuan tubuh, serta meningkatkan latihan secara bertahap.

Berenang, sepeda statis, latihan kardio yang sesuai, hingga latihan kekuatan dapat menjadi pilihan, tetapi program olahraga idealnya disesuaikan dengan kondisi setiap individu.

Jika memiliki nyeri sendi yang menetap, osteoarthritis, atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum memulai program olahraga baru.

Dengan pendekatan yang tepat, obesitas dan nyeri sendi bukan alasan untuk berhenti bergerak. Sebaliknya, olahraga yang aman dan konsisten dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran, kekuatan otot, serta kualitas hidup.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stakeholder Duduk Bersama Bahas Persoalan Pangan Nasional di Jawa Tengah

    Stakeholder Duduk Bersama Bahas Persoalan Pangan Nasional di Jawa Tengah

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle ilham wiji
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Persoalan pangan nasional menjadi topik pembahasan pada kegiatan focus droup discussion (FGD) yang bertema ‘Politik Beras dan Beras Politik’. FGD digelar di Hotel New Merdeka Pati, Jawa Tengah, Sabtu (29/11/2025). Sebanyak empat Narasumber duduk bersama untuk melakukan diskusi persoalan pangan Nasional, serta dihadiri pula sejumlah Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Pati […]

  • manusia

    Hiu di Bahama Terpapar Narkoba dan Obat Manusia, Studi Ungkap Dampak Serius Polusi Laut

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Siapa sangka, di balik keindahan perairan Bahama, tersimpan fakta mengejutkan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa sejumlah hiu di wilayah tersebut terpapar narkoba hingga obat-obatan yang biasa dikonsumsi manusia. Temuan ini menjadi peringatan serius tentang dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem laut. Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution edisi Mei 2026 menunjukkan bahwa hiu di […]

  • dokter

    Kontroversi Mutasi dan Pemecatan Dokter Piprim: ICW dan DPR Soroti Transparansi ASN

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menilai mutasi merupakan hal yang lumrah dalam dunia kepegawaian. Namun, kasus pemindahan dokter subspesialis jantung anak, Piprim Basarah Yanuarso, ke RSUP Fatmawati menimbulkan kontroversi karena dinilai melanggar disiplin berat. Dokter Piprim diketahui tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah sejak dimutasi pada 26 Maret 2025, sehingga […]

  • target

    QRIS Lampaui Target 2025, 93 Persen Penggunanya UMKM

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan signifikan dalam adopsi sistem pembayaran digital berbasis QR Code, atau yang lebih dikenal dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Hingga akhir Agustus 2025, jumlah merchant atau pedagang yang menggunakan QRIS telah menembus angka 40 juta, atau 113 persen dari target tahun ini. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam […]

  • nilai tukar

    Nilai Tukar Rupiah 2025: Pernah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Kronologi dan Faktor Penyebabnya

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Tahun 2025 menjadi periode yang penuh gejolak bagi perekonomian Indonesia. Di tengah ketidakpastian global yang kian menekan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak liar bak roller coaster. Mata uang Garuda bahkan sempat terpuruk hingga menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS, mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah dan melampaui krisis moneter 1998. […]

  • israel

    Kim Jong-un Ancam Israel, Siap Pasok Rudal Balistik ke Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, melontarkan peringatan keras terkait konflik yang semakin memanas di Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa negaranya siap memasok rudal balistik kepada Iran apabila diminta, bahkan menegaskan bahwa satu rudal saja sudah cukup untuk menghancurkan Israel. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik setelah […]

expand_less