Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- visibility 177

Foto: Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki (Sumber: Pemprov Jateng)
Kebumen, Kabarjatengterkini.com – Para penyandang disabilitas di Kebumen secara produktif menghasilkan produk fashion unggulan lewat Rumah Inklusif Kebumen. Tak main-main, produk-produk tersebut bahkan berhasil tembus pasar global.
Adapun jenis produk fashion yang dihasilkan oleh mereka adalah batik pegon. Kabarnya, batik ini telah dipamerkan di ajang internasional, seperti di Singapura hingga Turki.
Rumah Inklusif Kebumen secara konsisten, sejak tahun 2009, memberikan ruang bagi para penyandang disabilitas untuk berkarya dan berwirausaha. Saat ini, mereka telah membina lebih dari 100 penyandang disabilitas.
“Rumah Inklusif ini telah mendampingi banyak anak disabilitas, berdampak untuk bagaimana mendampingi mereka, dari mulai pendidikan mereka, sampai mereka juga diajari, dilatih untuk memiliki satu karya yaitu batik. Di sini batik khasnya adalah batik pegon,” kata Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah (Jateng) Nawal Arafah Yasin.
Motif batik pegon sendiri memiliki filosofi dan pesan penting, yakni tentang kampanye anti-bullying dan kekerasan. Lembaga ini menyoroti pentingnya pencegahan anti-bullying dan kekerasan dari lingkungan terdekat, yakni di rumah masing-masing.
“Di batiknya ada gambar tangan yang di dalamnya ada tulisan anti-bullying. Jadi memang untuk kemudian melahirkan budaya anti-bullying itu harus dibentuk dari rumah, misalnya Rumah Inklusif,” lanjut dia lagi.
Diketahui, batik pegon saat ini koleksinya sudah mencapai 16 motif. Produk ini juga telah dipasarkan dan dipamerkan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Selain itu, batik ini juga pernah dipamerkan dalam event di Tukri tahun 2022, dan fashion show di Singapura pada tahun 2023.
Nawal juga mengharapakan kelomok difabel bisa terus produktif dan semangat berkarya, di tengah keterbatasan yang dimiliki. Pihaknya pun mengaku siap memfasilitasi kelompok rentan dengan berbagai program pemberdayaan.
“Dengan jaringan yang ada seperti Difabel Zone, harapannya anak-anak bisa memberikan satu karya, memiliki usaha kecil menengah, dan kemudian mereka bisa berdaya, itu harapannya,” harapnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

