LKPD Semarang 2025 Dapat Opini WTP, Walkot Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Baik
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 12 Jun 2026
- visibility 9

Foto: LKPD Semarang 2025 Dapat Opini WTP, Walkot Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Baik (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan tata kelola keuangan berjalan akuntabel dan transparan. Hal ini terbukti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2025.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebutkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran yang senantiasa mengawal jalannya pemerintahan. Sehingga, tercipta sinergitas antar lembaga dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang, DPRD, dan berbagai pihak yang terus mengawal jalannya pemerintahan,” kata Agustina, Rabu (11/6/2026).
Menurutnya, setiap rupiah dari APBD harus dikelola dengan cermat. Tujuannya, uang tersebut bisa kembali ke rakyat melalui pelayanan publik yang lebih baik dan program-program pembangunan yang manfaatnya bisa langsung menyentuh masyarakat.
“Namun bagi saya, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan WTP, melainkan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya,” ujar dia lagi.
APBD harusnya merupakan suatu instrumen yang digunakan untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, anggaran tersebut harusnya dialokasikan ke program-program prioritas yang dibutuhkan warga.
Adapun program prioritas tersebut meliputi pembangunan jalan dan drainase, penanganan banjir, peningkatan kualitas permukiman, layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga program perlindungan sosial.
“Warga ingin melihat jalan yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, pelayanan yang semakin cepat, serta kesempatan ekonomi yang semakin terbuka,” terang Agustina.
“Karena itu saya selalu menekankan bahwa setiap rupiah APBD harus bekerja untuk rakyat dan hasilnya harus bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tata kelola keuangan yang baik menjadi fondasi penting untuk menghadirkan kemampuan fiskal yang lebih kuat. Ruang fiskal yang sehat memungkinkan pembangunan daerah berjalan lancar dan berkelanjutan.
“Saya ingin budaya pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab terus menjadi nafas pemerintahan di Kota Semarang. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja yang nyata dan pengelolaan anggaran yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga,” tekan Agustina. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

