Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana Selama Musim Kemarau
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Warga Jateng diimbau waspada dengan potensi bencana selama musim kemarau, seperti kebakaran hutan dan permukiman. Sebelumnya, BMKG memprediksi puncak kemarau 2026 diperkirakan berlangsung pada periode Juli hingga September.
Salah satu upaya antisipasi terhadap potensi bencana adalah dengan persiapan peralatan sederhana, seperti alat pemadam api ringan maupun pompa air. Selain itu, upaya bersama juga penting dilakukan, yakni dengan menjaga lingkungan hutan dan kawasan hijau lainnya.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, membuang puntung rokok, dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kebakaran, seperti yang pernah terjadi di Gunung Slamet dan hutan lainnya.
“Cerita tentang Pemalang-Purbalingga yang banjir bandang atau debris flow itu, tidak terlepas dari cerita Gunung Slamet yang pernah terbakar,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, baru-baru ini.
“Artinya di atas gundul, ada material pohon-pohon hutan yang jatuh atau sudah rusak akibat kebakaran di masa itu, yang turun ke bawah pada saat musim hujan,” lanjut dia.
Selain itu, untuk menghadapi musim kemarau kering, warga dan pemerintah daerah bersama berbagai pihak lainnya bisa mulai menyiapkan langkah antisipasi. Misalnya, dengan menyiapkan wadah atau tempat penampungan air.
“Wadah-wadahnya ini dapat dari mana? Bisa dibangun dengan terpal, bisa minta bantuan CSR dari potensi wilayah minta bantuan tandon-tandon 5.000 liter, 2.000 liter, satu wilayah satu, enggak usah harus bicara desalah, bicara RT, RW,” jelas Bergas. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

