Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aksi Demo di Pati Berakhir Usai DPRD Janji Penuhi Tuntutan Massa

Aksi Demo di Pati Berakhir Usai DPRD Janji Penuhi Tuntutan Massa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
  • visibility 218

Pati, Kabarjatengterkini.com – Pada Jumat sore, 19 September 2025, Gedung DPRD Pati menjadi pusat perhatian setelah sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar demonstrasi besar-besaran.

Massa yang berkumpul sekitar pukul 16.00 WIB menuntut berbagai hal, termasuk pengunduran diri Bupati Pati, Sudewo, serta penuntasan proses Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Sudewo. Demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Pati ini menarik perhatian media dan masyarakat setempat.

Ali Badrudin dan Hardi Temui Massa di Lokasi Demonstrasi

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, bersama Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, langsung turun menemui massa demonstrasi sekitar pukul 16.10 WIB.

Mereka berjalan kaki dari kantor DPRD menuju lokasi unjuk rasa yang berada di depan gedung legislatif tersebut. Sesampainya di lokasi, keduanya kemudian berdiri di atas truk fasilitas unjuk rasa yang disediakan oleh pihak demonstran.

Sebelum bertemu dengan massa, Ali dan Hardi terlebih dahulu melakukan audiensi dengan perwakilan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di ruang rapat gabungan DPRD Pati.

Dalam pertemuan tersebut, Ali Badrudin, yang merupakan politisi dari PDI-P, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan massa.

“Intinya kami DPRD Pati akan melaksanakan semua tuntutan. Untuk Ketua Pansus, kami pastikan juga tidak akan diganti. Tetap jaga kondusivitas Pati,” ujar Ali di hadapan perwakilan massa.

Sementara itu, Hardi, yang berasal dari Partai Gerindra, menambahkan bahwa partainya mendukung penuh pelaksanaan Pansus Hak Angket DPRD Pati yang sedang berlangsung.

“Tuntutan untuk mengganti Irianto Budi Utomo, salah satu anggota Pansus dari Gerindra, akan kita tindaklanjuti. Untuk soal Pak Sudewo, kami akan menyampaikan hal ini kepada DPP Gerindra,” kata Hardi.

Massa Tuntut Pemakzulan Bupati Sudewo

Tuntutan utama dari massa adalah agar Bupati Pati, Sudewo, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka juga mendesak agar DPRD Pati dan partai politik di Pati mengawal dengan serius proses Pansus Hak Angket yang sedang berjalan.

Selain itu, mereka menuntut agar Ketua Partai Politik (Parpol) di Pati memecat anggota DPRD yang dianggap tidak bekerja maksimal dan tidak mendukung proses pemakzulan Bupati Sudewo.

Tak hanya itu, massa juga mendesak agar DPC Gerindra mengambil langkah tegas terhadap Bupati Sudewo terkait dugaan kasus korupsi yang melibatkan namanya. Salah satu tuntutan keras yang disampaikan adalah agar Sudewo segera dipecat dari Partai Gerindra.

Massa juga menyuarakan agar PDI-P tetap mempertahankan Bandang Teguh Waluyo sebagai Ketua Pansus pemakzulan Bupati Sudewo.

Massa Dibubarkan dengan Tertib

Setelah mendengarkan penjelasan dari Ketua dan Wakil Ketua DPRD Pati, massa akhirnya mulai membubarkan diri dengan tertib. Supriyono, yang akrab disapa Botok, selaku Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian dan TNI yang turut menjaga keamanan selama demonstrasi.

“Alhamdulillah tuntutan sudah diterima. Kita tunggu hasilnya. Kami harap warga pulang ke rumah masing-masing dengan tertib tanpa anarkis,” ujar Supriyono, yang tampak mengarahkan massa untuk meninggalkan lokasi dengan damai.

Beberapa anggota massa bahkan terlihat ikut membantu membersihkan sisa-sisa sampah yang tertinggal di sekitar lokasi, bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri.

Sementara itu, arus lalu lintas yang sebelumnya sempat terhambat akibat aksi demonstrasi, kini kembali normal setelah massa membubarkan diri. Masyarakat Pati pun berharap agar proses hukum yang sedang berjalan dapat diselesaikan dengan adil dan transparan.

Tantangan Bagi Pemerintah Kabupaten Pati

Tuntutan massa yang begitu besar terhadap Bupati Sudewo menambah ketegangan politik di Kabupaten Pati. Proses pemakzulan yang tengah berjalan di DPRD Pati menjadi sorotan utama, dan tuntutan agar Bupati Sudewo dipecat dari Partai Gerindra semakin memperkeruh situasi politik di daerah tersebut.

Pansus Hak Angket DPRD Pati yang sedang berlangsung akan menjadi kunci apakah tuntutan tersebut akan dipenuhi atau tidak.

Semua mata kini tertuju pada perkembangan lebih lanjut terkait status Bupati Pati dan apakah proses hukum akan membuktikan adanya dugaan korupsi yang melibatkan dirinya.

Sementara itu, kedatangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Pati ke tengah-tengah massa demonstran memberikan harapan bagi sebagian masyarakat bahwa proses penyelesaian tuntutan dapat dilakukan dengan cara yang damai dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kondusivitas dan stabilitas politik di Kabupaten Pati.

Demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPRD Pati pada 19 September 2025 menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu pemakzulan Bupati Sudewo.

Meskipun pimpinan DPRD Pati telah berusaha untuk mengakomodasi tuntutan massa, tantangan politik dan hukum yang dihadapi oleh Bupati Pati masih jauh dari selesai. Masyarakat Pati kini menunggu hasil dari proses hukum dan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Bandang Kembali Menerjang Tempat Wisata Guci

    Banjir Bandang Kembali Menerjang Tempat Wisata Guci

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Banjir bandang kembali menerjang wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah, bahkan sejumlah titik lokasi wisata rata dengan tanah. Satgas Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam menyebutkan, kolam air panas di sana hancur, tiga jembatan putus, serta satu alat berat hanyut. […]

  • Rumah di Pringrejo Pekalongan Digerebek, Diduga Markas Pengedar Narkoba

    Rumah di Pringrejo Pekalongan Digerebek, Diduga Markas Pengedar Narkoba

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Sebuah rumah di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan digerebek polisi lantaran diduga menjadi markas pengedar narkoba. Penggerebekan malam kemarin berlangsung mencekam karena pelaku sempat melawan. Kabag Ops Polres Pekalongan, Kompol Farid menyebutkan, operasi dilakukan sejak Selasa malam (25/11/2025), namun baru berakhir pada Rabu (26/11/2025) pukul 01.00 WIB. Ini merupakan hasil pengembangan kasus psikotropika […]

  • mikroplastik

    Risiko Mikroplastik dan Bahan Kimia Berbahaya dari Botol Plastik di Tempat Panas

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Penggunaan botol plastik sebagai wadah minuman sehari-hari memang sangat praktis dan populer. Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa menyimpan botol plastik di tempat yang panas dapat menyebabkan kontaminasi mikroplastik dan bahan kimia berbahaya ke dalam minuman yang kita konsumsi. Temuan ini menjadi perhatian penting bagi kesehatan masyarakat dan mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam […]

  • kpk

    Dana Rp200 Triliun untuk Bank Himbara, KPK Ingatkan Risiko Korupsi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian khusus terkait kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun ke sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah strategis ini diharapkan dapat menggairahkan perekonomian mikro dan memperkuat peran perbankan nasional dalam memberikan kredit kepada masyarakat. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, […]

  • Tanggul Sungai Tuntang Jebol Sebabkan Banjir Grobogan, Target Perbaikan 3 Hari

    Tanggul Sungai Tuntang Jebol Sebabkan Banjir Grobogan, Perbaikan Ditargetkan Rampung Besok

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Banjir di wilayah Grobogan beberapa waktu lalu disebabkan karena jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong. Terkait hal tersebut, Pemprov Jateng menargetkan perbaikan tanggul rampung dalam waktu tiga hari hingga Jumat (20/2/2026). “Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujar Wakil […]

  • Mayat yang Terlilit Lakban di Gondangdia Jakpus Ternyata Staf Kemlu

    Mayat yang Terlilit Lakban di Gondangdia Jakpus Ternyata Staf Kemlu

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Mayat yang ditemukan di Kos wilayah Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) telah diketahui identitasnya. Korban inisial ADP (39) berasal dari Sleman dan diketahui bertugas di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). “Saya tidak bisa mengatakan itu diplomat, tapi dari kata saksi yang di TKP itu mengatakan bahwa beliau itu adalah PNS Kementerian Luar Negeri,” kata […]

expand_less