Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Aksi Demo di Pati Berakhir Usai DPRD Janji Penuhi Tuntutan Massa

Aksi Demo di Pati Berakhir Usai DPRD Janji Penuhi Tuntutan Massa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
  • visibility 171

Pati, Kabarjatengterkini.com – Pada Jumat sore, 19 September 2025, Gedung DPRD Pati menjadi pusat perhatian setelah sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar demonstrasi besar-besaran.

Massa yang berkumpul sekitar pukul 16.00 WIB menuntut berbagai hal, termasuk pengunduran diri Bupati Pati, Sudewo, serta penuntasan proses Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Sudewo. Demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPRD Pati ini menarik perhatian media dan masyarakat setempat.

Ali Badrudin dan Hardi Temui Massa di Lokasi Demonstrasi

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, bersama Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, langsung turun menemui massa demonstrasi sekitar pukul 16.10 WIB.

Mereka berjalan kaki dari kantor DPRD menuju lokasi unjuk rasa yang berada di depan gedung legislatif tersebut. Sesampainya di lokasi, keduanya kemudian berdiri di atas truk fasilitas unjuk rasa yang disediakan oleh pihak demonstran.

Sebelum bertemu dengan massa, Ali dan Hardi terlebih dahulu melakukan audiensi dengan perwakilan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di ruang rapat gabungan DPRD Pati.

Dalam pertemuan tersebut, Ali Badrudin, yang merupakan politisi dari PDI-P, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan massa.

“Intinya kami DPRD Pati akan melaksanakan semua tuntutan. Untuk Ketua Pansus, kami pastikan juga tidak akan diganti. Tetap jaga kondusivitas Pati,” ujar Ali di hadapan perwakilan massa.

Sementara itu, Hardi, yang berasal dari Partai Gerindra, menambahkan bahwa partainya mendukung penuh pelaksanaan Pansus Hak Angket DPRD Pati yang sedang berlangsung.

“Tuntutan untuk mengganti Irianto Budi Utomo, salah satu anggota Pansus dari Gerindra, akan kita tindaklanjuti. Untuk soal Pak Sudewo, kami akan menyampaikan hal ini kepada DPP Gerindra,” kata Hardi.

Massa Tuntut Pemakzulan Bupati Sudewo

Tuntutan utama dari massa adalah agar Bupati Pati, Sudewo, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka juga mendesak agar DPRD Pati dan partai politik di Pati mengawal dengan serius proses Pansus Hak Angket yang sedang berjalan.

Selain itu, mereka menuntut agar Ketua Partai Politik (Parpol) di Pati memecat anggota DPRD yang dianggap tidak bekerja maksimal dan tidak mendukung proses pemakzulan Bupati Sudewo.

Tak hanya itu, massa juga mendesak agar DPC Gerindra mengambil langkah tegas terhadap Bupati Sudewo terkait dugaan kasus korupsi yang melibatkan namanya. Salah satu tuntutan keras yang disampaikan adalah agar Sudewo segera dipecat dari Partai Gerindra.

Massa juga menyuarakan agar PDI-P tetap mempertahankan Bandang Teguh Waluyo sebagai Ketua Pansus pemakzulan Bupati Sudewo.

Massa Dibubarkan dengan Tertib

Setelah mendengarkan penjelasan dari Ketua dan Wakil Ketua DPRD Pati, massa akhirnya mulai membubarkan diri dengan tertib. Supriyono, yang akrab disapa Botok, selaku Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian dan TNI yang turut menjaga keamanan selama demonstrasi.

“Alhamdulillah tuntutan sudah diterima. Kita tunggu hasilnya. Kami harap warga pulang ke rumah masing-masing dengan tertib tanpa anarkis,” ujar Supriyono, yang tampak mengarahkan massa untuk meninggalkan lokasi dengan damai.

Beberapa anggota massa bahkan terlihat ikut membantu membersihkan sisa-sisa sampah yang tertinggal di sekitar lokasi, bekerja sama dengan aparat TNI dan Polri.

Sementara itu, arus lalu lintas yang sebelumnya sempat terhambat akibat aksi demonstrasi, kini kembali normal setelah massa membubarkan diri. Masyarakat Pati pun berharap agar proses hukum yang sedang berjalan dapat diselesaikan dengan adil dan transparan.

Tantangan Bagi Pemerintah Kabupaten Pati

Tuntutan massa yang begitu besar terhadap Bupati Sudewo menambah ketegangan politik di Kabupaten Pati. Proses pemakzulan yang tengah berjalan di DPRD Pati menjadi sorotan utama, dan tuntutan agar Bupati Sudewo dipecat dari Partai Gerindra semakin memperkeruh situasi politik di daerah tersebut.

Pansus Hak Angket DPRD Pati yang sedang berlangsung akan menjadi kunci apakah tuntutan tersebut akan dipenuhi atau tidak.

Semua mata kini tertuju pada perkembangan lebih lanjut terkait status Bupati Pati dan apakah proses hukum akan membuktikan adanya dugaan korupsi yang melibatkan dirinya.

Sementara itu, kedatangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Pati ke tengah-tengah massa demonstran memberikan harapan bagi sebagian masyarakat bahwa proses penyelesaian tuntutan dapat dilakukan dengan cara yang damai dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kondusivitas dan stabilitas politik di Kabupaten Pati.

Demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPRD Pati pada 19 September 2025 menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu pemakzulan Bupati Sudewo.

Meskipun pimpinan DPRD Pati telah berusaha untuk mengakomodasi tuntutan massa, tantangan politik dan hukum yang dihadapi oleh Bupati Pati masih jauh dari selesai. Masyarakat Pati kini menunggu hasil dari proses hukum dan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terungkap Kronologi Kecelakaan Maut KRL-KA Agro Bromo Anggrek

    Terungkap Kronologi Kecelakaan Maut KRL-KA Agro Bromo Anggrek

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap kronologi kecelakaan maut antara Kereta Api Listrik (KRL) Relasi Bekasi-Cikarang dan KA Agro Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam kemarin. Kejadian bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang bertabrakan dengan taksi Green SM di perlintasan JPL 85 di daerah Bulak Kapal. Insiden tersebut menyebabkan KRL harus dievakuasi, dan […]

  • Terbongkar Modus Investasi Bodong Berkedok Tempat Fitness di Kebumen

    Terbongkar Modus Investasi Bodong Berkedok Tempat Fitness di Kebumen

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Kebumen, Kabarjatengterkini.com – Terbongkar modus investasi bodong di Kebumen dengan korban mencapai 1 ribu orang dan total kerugian mencapai Rp2,5 miliar. Atas kasus tersebut, seorang perempuan inisial N (29), warga Kecamatan Klirong, diamankan polisi. Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith menyebut, pelaku merekrut para korban untuk berinvestasi saham, dan menjanjikan keuntungan yang sangat besar tanpa kerugian […]

  • Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin

    Persoalan Backlog Rumah di Jateng Diperkirakan Teratasi dalam 5 Tahun ke Depan

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Backlog rumah di Jawa Tengah sempat mencapai 1.332.968. Persoalan ini diperkirakan bakal teratasi dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, bahwasanya jumlah tersebut sebenarnya sudah mengalami penurunan. Di tahun 2025 ini, ada sebanyak 161.340 unit rumah yang telah dibangun di wilayahnya. Lebih lanjut, […]

  • Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali mendapatkan predikat sebagai Provinsi Layak Anak (Provila). Predikat ini telah diperoleh sebanyak empat kali setiap tahun secara berturut-turut. “Alhamdulillah, kami kembali mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak, selama empat tahun berturut-turut,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Auditorium Kantor Kementerian Agama, Jakarta pada Jumat (8/8/2025) malam. Pemerintah […]

  • Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang di Turunan Silayur, Perbaikan Butuh Anggaran Rp60 M

    Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang, Perbaikan Turunan Silayur Butuh Anggaran Rp60 M

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kawasan turunan Silayur di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, disebut sebagai kesalahan tata ruang. Hal ini dinilai jadi salah satu faktor rawan kecelakaan di area tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, kemiringan turunan Silayur tidak layak jika dilewati kendaraan-kendaraan besar, sehingga ia menilai ada tata ruang […]

  • kasus

    Kisah Pilu Misri, Anak Yatim Tulang Punggung Keluarga yang Dijadikan Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyisakan kisah pilu bagi keluarga Misri (23), salah satu tersangka yang kini ditahan oleh Polda NTB. Misri, anak sulung dari enam bersaudara dan tulang punggung keluarga, diduga terlibat dalam kematian Nurhadi bersama dua anggota polisi lainnya, yakni Kompol I Made Yogi Purusa […]

expand_less