Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Demi Konten Viral, Remaja di Sragen Nekat Jadi Pocong Jadi-jadian saat Live TikTok

Demi Konten Viral, Remaja di Sragen Nekat Jadi Pocong Jadi-jadian saat Live TikTok

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
  • visibility 61

Kabarjatengterkini.com– Fenomena pembuatan konten media sosial yang kebablasan kembali memicu keresahan masyarakat di Jawa Tengah. Kali ini, aparat kepolisian dari Polres Sragen mengamankan tiga orang remaja yang nekat berdandan menjadi pocong jadi-jadian demi melakukan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok.

Aksi tersebut dilakukan pada Kamis (28/5/2026) dini hari di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder, Kabupaten Sragen. Langkah tegas diambil pihak kepolisian demi mengantisipasi adanya potensi bahaya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya.

Kronologi Remaja di Sragen Diamankan saat Bikin Konten Pocong

Aksi nekat para pelajar ini bermula pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Sejumlah remaja diketahui berkumpul di sebuah rumah yang terletak di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Di lokasi inilah mereka merencanakan pembuatan konten dan menyiapkan kain kafan rakitan sebagai kostum pocong.

Sekitar pukul 22.30 WIB, siaran langsung di akun TikTok mereka resmi dimulai. Menggunakan sepeda motor, rombongan remaja ini berkeliling menyusuri jalanan pusat Kota Sragen. Beberapa titik keramaian yang mereka lewati antara lain Stadion Taruna hingga Alun-Alun Sasono Langen Putro.

Petualangan mereka berakhir di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder. Lokasi yang sepi dan minim pencahayaan sengaja dipilih para pelaku untuk membangun atmosfer mistis dan mencekam agar memancing lebih banyak penonton di dunia maya. Benar saja, dalam waktu singkat, live TikTok tersebut langsung disaksikan oleh ratusan akun netizen.

Namun, keseruan mereka terhenti seketika. Anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang tengah melakukan patroli rutin sekaligus monitoring siber langsung bergerak cepat menyergap para remaja tersebut.

Tiga orang pelajar yang berhasil diamankan berinisial:

  • RA (17): Remaja yang bertindak sebagai pemeran pocong.

  • RG (17): Bertugas sebagai operator live TikTok di lapangan.

  • JS (17): Rekan sesama pelajar yang ikut dalam rombongan.

Catatan Redaksi: Berdasarkan pemeriksaan intensif tim penyidik, tidak ditemukan adanya motif kriminalitas atau niat melakukan tindak pidana lain dalam aksi para remaja ini. Mereka murni hanya terpengaruh oleh tren yang tengah viral di media sosial saat ini demi mendongkrak popularitas akun pribadi.

Polda Jateng: Ruang Digital Harus Digunakan secara Positif

Menanggapi maraknya fenomena ini, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa pembuatan konten sensasional yang menakut-nakuti warga tidak bisa dianggap sekadar lelucon atau candaan belaka.

Menurut Kombes Pol Artanto, dampak dari konten pocong jadi-jadian ini sangat nyata di lapangan. Aksi tersebut berpotensi memicu kepanikan warga, mengganggu ketertiban umum, hingga berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas akibat pengguna jalan yang terkejut. Selain itu, ada kekhawatiran modus serupa disalahgunakan oleh pelaku kriminal sejati.

“Ruang digital harus digunakan secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab, bukan untuk membuat kepanikan di tengah masyarakat,” tegas Kombes Pol Artanto pada Kamis (28/5/2026).

Polda Jateng juga mengimbau keras kepada generasi muda agar tidak lagi membuat konten yang menyesatkan atau menakutkan penonton hanya demi mengejar metrik media sosial seperti viewers, likes, maupun gift monetisasi. Lebih lanjut, ia meminta peran aktif dari orangtua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.

Fenomena Serupa Juga Terjadi di Kabupaten Pati

Aksi prank pocong demi konten ternyata tidak hanya terjadi di Sragen. Dua hari sebelumnya, tepatnya pada Selasa (26/5/2026), Polsek Tlogowungu Polres Pati juga mengamankan lima orang remaja di Kecamatan Tlogowungu. Kelimanya diamankan setelah video aksi pocong mereka beredar luas dan meresahkan warga sekitar.

Lima remaja asal Tlogowungu yang dimintai klarifikasi tersebut masing-masing berinisial IR (16) sebagai pemeran pocong, serta ASM (15), RIA (13), IM (13), dan HM (15).

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, meluruskan informasi simpang siur yang sempat beredar di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa video tersebut murni konten candaan biasa akibat terpengaruh tren media sosial, bukan aksi begal atau pocong membawa senjata tajam parang seperti isu liar yang sempat viral.

Polisi Kedepankan Pembinaan dan Keterlibatan Orangtua

Mengingat para pelaku di Sragen maupun Pati seluruhnya masih berstatus sebagai pelajar dan berada di bawah umur, pihak kepolisian sepakat mengambil langkah persuasif berupa pembinaan moral.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menyatakan bahwa dalam proses pembinaan ini, polisi sengaja melibatkan orangtua kandung serta pihak sekolah tempat para remaja tersebut menimba ilmu. Langkah ini diambil agar pengawasan pasca-kejadian bisa berjalan lebih efektif dan menimbulkan efek jera yang mendidik.

Di hadapan petugas kepolisian dan orangtua mereka, para remaja tersebut akhirnya mengakui kesalahan mereka, menyampaikan penyesalan mendalam, serta meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas.

Polres Sragen juga memastikan akan terus mengintensifkan patroli siber di media sosial serta gencar memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial ke sekolah-sekolah, agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • safe house

    OTT KPK Bea Cukai, Purbaya Soroti Safe House dan Suap

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kemarahan serius atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Menurutnya, temuan ini menunjukkan adanya dugaan kasus suap besar di lingkungan institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di sektor perpajakan dan kepabeanan. OTT KPK yang […]

  • warga

    93 Warga Gaza Tewas Ditembak Saat Antre Bantuan, PBB: Tragedi Kemanusiaan Terus Berulang

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Jalur Gaza. Sebanyak 93 warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel saat mereka tengah mengantre bantuan kemanusiaan, Minggu (20/7). Insiden memilukan ini terjadi di berbagai titik distribusi bantuan, menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza. Juru bicara badan tersebut, Mahmud Basal, mengatakan bahwa penembakan berlangsung di beberapa wilayah, […]

  • Proyek Perbaikan Jalan Tembongraja-Salem Brebes Dikerjakan dengan Model Collaborative Funding

    Proyek Perbaikan Jalan Tembongraja-Salem Brebes Dikerjakan dengan Model Collaborative Funding

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perbaikan ruas jalan Tembongraja-Salem Kabupaten Brebes dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, swasta, dan pemerintah. Model collaborative funding ini disebut sangat efektif mengingat keterbatasan APBD untuk pembangunan infrastruktur. Diketahui, masyarakat sudah menyumbang Rp200 juta untuk pengerjaan, Pemkab Brebes mengalokasikan Rp500 juta untuk rigid beton dan Rp200 juta untuk pemeliharaan rutin, sementara dukungan CSR mencapai […]

  • WN Inggris Mengamuk di Tempat Penitipan Hewan Kawasan Ciputat, Diduga Gangguan Jiwa

    WN Inggris Mengamuk di Tempat Penitipan Hewan Kawasan Ciputat, Diduga Gangguan Jiwa

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Warga negara (WN) Inggris, inisial DH (32), mengamuk di penitipan hewan peliharaan kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Ia diduga mengalami gangguan kejiwaan berupa delusi dan halusinasi. DH sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat karena dianggap merusuh di tempat penitipan hewan, dengan menolak membayar biaya penitipan kucingnya, hingga mendorong-dorong pagar. Selain itu, ia juga didapati membawa senjata […]

  • ampb

    Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Duduki Gedung DPRD, Protes Kebijakan Pajak dan Tunjangan Pejabat

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Aksi unjuk rasa dalam rangka Reuni Akbar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang digelar pada Kamis (13/8/2026) berlangsung panjang dan memanas. Aksi yang dimulai dengan orasi di depan Gedung DPRD Pati sejak siang hingga petang tersebut berlanjut dengan aksi “pendudukan” kantor wakil rakyat pada malam harinya. Ratusan massa aksi mulai memasuki area gedung DPRD […]

  • Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar/semarangkota

    Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya mengkampanyekan kanal Lapor Semar Solusi AWP kepada masyarakat. Dengan menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Undip, Pemkot Semarang meluncurkan kampanye agresif dengan tagar provokatif #ngadudilaporsemar guna mendongkrak awareness dan partisipasi publik. Plt. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Drs. Yudi Hardianto Wibowo mengatakan bahwa melalui kampanye tersebut, diharapkan layanan Lapor […]

expand_less