Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Demi Konten Viral, Remaja di Sragen Nekat Jadi Pocong Jadi-jadian saat Live TikTok

Demi Konten Viral, Remaja di Sragen Nekat Jadi Pocong Jadi-jadian saat Live TikTok

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
  • visibility 95

Kabarjatengterkini.com– Fenomena pembuatan konten media sosial yang kebablasan kembali memicu keresahan masyarakat di Jawa Tengah. Kali ini, aparat kepolisian dari Polres Sragen mengamankan tiga orang remaja yang nekat berdandan menjadi pocong jadi-jadian demi melakukan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok.

Aksi tersebut dilakukan pada Kamis (28/5/2026) dini hari di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder, Kabupaten Sragen. Langkah tegas diambil pihak kepolisian demi mengantisipasi adanya potensi bahaya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya.

Kronologi Remaja di Sragen Diamankan saat Bikin Konten Pocong

Aksi nekat para pelajar ini bermula pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Sejumlah remaja diketahui berkumpul di sebuah rumah yang terletak di kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Di lokasi inilah mereka merencanakan pembuatan konten dan menyiapkan kain kafan rakitan sebagai kostum pocong.

Sekitar pukul 22.30 WIB, siaran langsung di akun TikTok mereka resmi dimulai. Menggunakan sepeda motor, rombongan remaja ini berkeliling menyusuri jalanan pusat Kota Sragen. Beberapa titik keramaian yang mereka lewati antara lain Stadion Taruna hingga Alun-Alun Sasono Langen Putro.

Petualangan mereka berakhir di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder. Lokasi yang sepi dan minim pencahayaan sengaja dipilih para pelaku untuk membangun atmosfer mistis dan mencekam agar memancing lebih banyak penonton di dunia maya. Benar saja, dalam waktu singkat, live TikTok tersebut langsung disaksikan oleh ratusan akun netizen.

Namun, keseruan mereka terhenti seketika. Anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang tengah melakukan patroli rutin sekaligus monitoring siber langsung bergerak cepat menyergap para remaja tersebut.

Tiga orang pelajar yang berhasil diamankan berinisial:

  • RA (17): Remaja yang bertindak sebagai pemeran pocong.

  • RG (17): Bertugas sebagai operator live TikTok di lapangan.

  • JS (17): Rekan sesama pelajar yang ikut dalam rombongan.

Catatan Redaksi: Berdasarkan pemeriksaan intensif tim penyidik, tidak ditemukan adanya motif kriminalitas atau niat melakukan tindak pidana lain dalam aksi para remaja ini. Mereka murni hanya terpengaruh oleh tren yang tengah viral di media sosial saat ini demi mendongkrak popularitas akun pribadi.

Polda Jateng: Ruang Digital Harus Digunakan secara Positif

Menanggapi maraknya fenomena ini, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa pembuatan konten sensasional yang menakut-nakuti warga tidak bisa dianggap sekadar lelucon atau candaan belaka.

Menurut Kombes Pol Artanto, dampak dari konten pocong jadi-jadian ini sangat nyata di lapangan. Aksi tersebut berpotensi memicu kepanikan warga, mengganggu ketertiban umum, hingga berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas akibat pengguna jalan yang terkejut. Selain itu, ada kekhawatiran modus serupa disalahgunakan oleh pelaku kriminal sejati.

“Ruang digital harus digunakan secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab, bukan untuk membuat kepanikan di tengah masyarakat,” tegas Kombes Pol Artanto pada Kamis (28/5/2026).

Polda Jateng juga mengimbau keras kepada generasi muda agar tidak lagi membuat konten yang menyesatkan atau menakutkan penonton hanya demi mengejar metrik media sosial seperti viewers, likes, maupun gift monetisasi. Lebih lanjut, ia meminta peran aktif dari orangtua, pihak sekolah, dan lingkungan sekitar untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.

Fenomena Serupa Juga Terjadi di Kabupaten Pati

Aksi prank pocong demi konten ternyata tidak hanya terjadi di Sragen. Dua hari sebelumnya, tepatnya pada Selasa (26/5/2026), Polsek Tlogowungu Polres Pati juga mengamankan lima orang remaja di Kecamatan Tlogowungu. Kelimanya diamankan setelah video aksi pocong mereka beredar luas dan meresahkan warga sekitar.

Lima remaja asal Tlogowungu yang dimintai klarifikasi tersebut masing-masing berinisial IR (16) sebagai pemeran pocong, serta ASM (15), RIA (13), IM (13), dan HM (15).

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, meluruskan informasi simpang siur yang sempat beredar di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa video tersebut murni konten candaan biasa akibat terpengaruh tren media sosial, bukan aksi begal atau pocong membawa senjata tajam parang seperti isu liar yang sempat viral.

Polisi Kedepankan Pembinaan dan Keterlibatan Orangtua

Mengingat para pelaku di Sragen maupun Pati seluruhnya masih berstatus sebagai pelajar dan berada di bawah umur, pihak kepolisian sepakat mengambil langkah persuasif berupa pembinaan moral.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menyatakan bahwa dalam proses pembinaan ini, polisi sengaja melibatkan orangtua kandung serta pihak sekolah tempat para remaja tersebut menimba ilmu. Langkah ini diambil agar pengawasan pasca-kejadian bisa berjalan lebih efektif dan menimbulkan efek jera yang mendidik.

Di hadapan petugas kepolisian dan orangtua mereka, para remaja tersebut akhirnya mengakui kesalahan mereka, menyampaikan penyesalan mendalam, serta meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas.

Polres Sragen juga memastikan akan terus mengintensifkan patroli siber di media sosial serta gencar memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial ke sekolah-sekolah, agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 208
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Delapan pompa dikerahkan di sejumlah titik imbas banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang. Jumlah tersebut bertambah dua pompa dari Balai PSDA Tegal dan Kudus, setelah sebelumnya sudah dikerahkan enam pompa. Dengan penambahan ini, pompa diperkirakan bisa menyedot air hingga 1.900 liter per second (LPS) dan akan diaktifkan selama 24 jam. Pengoperasian […]

  • china

    Eks Menteri Kehakiman China Divonis Seumur Hidup karena Korupsi

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Mantan Menteri Kehakiman China, Tang Yijun, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti menerima suap dalam jumlah fantastis selama menjabat di berbagai posisi penting pemerintahan. Vonis tersebut dijatuhkan oleh Pengadilan Rakyat Menengah Kota Xiamen, Provinsi Fujian, setelah pengadilan menyatakan ia bersalah atas tindak pidana korupsi yang berlangsung dalam rentang waktu panjang. Tang diketahui menerima […]

  • Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Pati Senilai Rp67 M

    Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Pati Senilai Rp67 M

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bantuan revitalisasi dan digitalisasi di satuan pendidikan diserahkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada sejumlah daerah, termasuk Pati, Jawa Tengah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Abdul Mu’ti mengatakan, bantuan program pendidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di tingkat dasar dan menengah. “Kita harus tetap optimis mengatasi persoalan learning […]

  • tanda

    5 Tanda Gula Darah Tinggi yang Bisa Muncul Saat Bangun Tidur

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Memulai hari dengan tubuh yang sehat adalah impian setiap orang. Namun, bagi sebagian orang, bangun tidur bisa menjadi tanda peringatan bahwa ada masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, seperti kadar gula darah yang tinggi. Gula darah tinggi, atau hiperglikemia, adalah kondisi yang seringkali terjadi pada penderita diabetes, namun juga bisa muncul pada orang yang tidak […]

  • 400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 400 lebih usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) telah dinyatakan bebas zat berbahaya, seperti formalin dan boraks, oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Kepala BBPOM di Semarang, Lintang Purba Jaya mengatakan, ratusan produk tersebut telah diberikan Stiker Bebas Zat Berbahaya sebagai bentuk jaminan. Tak hanya itu, pihaknya […]

  • program mudik

    Ribuan Orang Telah Daftarkan Diri di Program Mudik Gratis Pemprov Jateng

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ribuan orang sudah mendaftarkan diri ke dalam Program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 oleh Pemprov Jateng. Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara Pemda di Jawa Tengah, OPD, pihak swasta, hingga paguyuban masyarakat. Saat ini, sudah ada 1.927 orang peminat yang mendaftarkan diri dengan beberapa tujuan, mulai dari Sukoharjo, Cilacap, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, […]

expand_less