Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Purbaya Yudhi Sadewa Usulkan Tanpa Pengganti Wamenkeu: “Saya yang Pegang Dua-duanya”

Purbaya Yudhi Sadewa Usulkan Tanpa Pengganti Wamenkeu: “Saya yang Pegang Dua-duanya”

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 170

Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai nama pengganti Anggito Abimanyu sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Bahkan, Purbaya berencana mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar posisi Wamenkeu tersebut tidak diisi kembali, dan semua tugas langsung dipegang olehnya.

Hal ini diungkapkan Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (29/9). “Tapi kan kalau sekarang Pak Anggito pergi kan, mungkin Wamenkeu baru nggak ada kali ya? Saya akan ngusulin, saya aja yang megang dua-duanya, pajak sama bea cukai,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa gagasan ini bertujuan agar pengurusan tugas-tugas seperti pajak dan bea cukai bisa lebih cepat diselesaikan langsung. “Biar kita bisa beresin langsung cepat, gitu. Baru mau ngusulin ya,” imbuhnya.

Konteks: Anggito Abimanyu Kini Ketua LPS

Sebelumnya, Anggito Abimanyu resmi meninggalkan jabatan Wamenkeu karena terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025–2030. Keputusan tersebut diambil melalui proses fit and proper test di Komisi XI DPR RI dan penetapan dalam rapat paripurna.

Purbaya sendiri menyebut bahwa proses pengunduran diri Anggito dari jabatan Wamenkeu sudah berjalan otomatis karena aturan larangan rangkap jabatan pejabat negara yang strategis.

Anggito pun telah menyatakan kesiapan untuk mengembalikan mandat jabatan Wamenkeu kepada Presiden.

Saat ini, Purbaya masih dibantu oleh dua Wamenkeu lainnya: Suahasil Nazara, yang berfokus pada belanja negara (fiskal), dan Thomas Djiwandono, yang menangani pembiayaan APBN.

Dengan keluarnya Anggito dari fungsi penerimaan negara yaitu pajak, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)—maka beban fungsi tersebut bisa berpindah ke Purbaya atau dibagi di antara mereka.

Alasan dan Pro & Kontra Usulan Tanpa Wamenkeu

Menurut Purbaya, jika tidak ada Wamenkeu pengganti, maka koordinasi tugas-tugas di dalam Kemenkeu terutama di bidang penerimaan bisa diselesaikan lebih langsung tanpa lapisan tambahan. Ia menyebut, “Baru mau ngusulin ya,” menandakan ide ini masih dalam tahap wacana internal.

Jika usulan ini disetujui presiden, maka Purbaya akan mengemban peranan yang sangat luas—mengurus fungsi fiskal sekaligus penerimaan negara. Di sisi lain, absennya posisi Wamenkeu untuk penerimaan juga bisa memicu kekhawatiran mengenai beban kerja berlebih, efektivitas pengawasan, dan potensi bottleneck dalam proses kebijakan.

Selain itu, Purbaya memastikan bahwa hingga sekarang belum ada diskusi intensif mengenai pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) sebagai lembaga baru yang memisahkan fungsi penerimaan negara (pajak, bea cukai, PNBP) dari struktur Kemenkeu. “Sampai sekarang saya belum ada diskusi dan saya nggak tau seperti apa,” ujarnya.

Implikasi Terhadap Kebijakan Fiskal dan Administrasi

Jika ide ini benar-benar dijalankan, beberapa dampak yang mungkin terjadi:

  1. Efisiensi keputusan kebijakan
    Tanpa jabatan Wamenkeu tambahan, keputusan penting bisa diambil lebih cepat karena tidak harus melewati banyak jenjang. Ini bisa meningkatkan responsivitas Kemenkeu terhadap isu penerimaan negara.
  2. Beban kerja yang meningkat
    Menkeu akan menanggung beban lebih besar, harus mengurus secara langsung bidang pengeluaran, fiskal, serta penerimaan. Hal ini bisa menyebabkan tekanan manajerial dan administratif yang tinggi.
  3. Resiko lemahnya pengawasan internal
    Tanpa Wamenkeu khusus penerimaan, fungsi audit internal, pengawasan, dan kontrol terhadap kebijakan pengumpulan pajak atau bea cukai harus dijamin agar tidak menimbulkan konflik kepentingan atau kelalaian.
  4. Dampak terhadap staf dan birokrasi
    Struktur birokrasi internal di Kemenkeu mungkin harus disesuaikan agar memiliki pembagian tugas yang jelas dan mempertahankan spesialisasi fungsi penerimaan negara.

Perjalanan Karier dan Struktural

Purbaya Yudhi Sadewa sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS sebelum dilantik menjadi Menkeu menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025. Dengan pengalaman tersebut, Purbaya dianggap memiliki pemahaman mendalam atas fungsi lembaga keuangan dan sistem jaminan simpanan.

Sebelumnya, ketika Anggito mencalonkan diri sebagai Ketua LPS, Purbaya sempat menyiratkan dukungan terhadap langkah tersebut.

Tantangan Ke Depan

Usulan untuk tidak mengganti posisi Wamenkeu penerimaan harus melewati pertimbangan matang dari Presiden dan stakeholder terkait, antara lain: DPR, aparat pengawasan, dan internal Kemenkeu. Pembuatan regulasi khusus, evaluasi kapasitas organisasi, serta jaminan transparansi menjadi hal krusial.

Publik dan pengamat keuangan akan mengamati apakah ide ini akan diresmikan atau kembali ke model konvensional dengan Wamenkeu yang membagi tugas sesuai spesialisasi.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • semarang

    Pemkot Semarang Sigap Tangani Persoalan Sampah di TPS Muktiharjo Kidul

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak menangani persoalan sampah. Pasalnya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Muktiharjo Kidul dinilai sudah melebihi kapasitas. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng baru-baru ini. Diketahui, beberapa orang menyampaikan keluhan terkait bau tak sedap dan tumpukkan sampah yang mengganggu kenyamanan warga sekitar TPS Muktiharjo Kidul. Untuk menangani […]

  • LN HAM Diminta Berperan Aktif Mengawal Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati

    LN HAM Diminta Berperan Aktif Mengawal Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Lembaga nasional HAM (LN) HAM diminta terus mengawal dan berperan aktif dalam kasus dugaan pencabulan oleh Kiai di pondok pesantren Pati. Lembaga-lembaga tersebut juga perlu untuk mendampingi korban selama proses hukum berlangsung. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Nasional (Komnas) HAM, […]

  • jateng

    Pemprov Jateng Upayakan Percepatan Penanggulangan TBC guna Suburkan Investasi

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mulai mengaktifkan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB). Selain itu, pihaknya juga membuat Rencana Aksi Daerah (RAD) di provinsi dan masing-masing kabupaten/ kota. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin terkait upaya percepatan penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC) di Jawa Tengah. Untuk menyukseskan program ini, Pemprov […]

  • Indonesia Diminta Kirim Perwira untuk Jadi Wakil Komandan ISF

    Indonesia Diminta Kirim Perwira untuk Jadi Wakil Komandan ISF

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia diminta untuk memilih satu perwira TNI terbaik yang akan menempati posisi Wakil Komandan (Deputy Commander) International Stabilization Force (ISF). “Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF,” kata Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, Kamis (19/2/2026), dikutip Kompas. ISF bertugas mendukung misi […]

  • Kemenag Pati Minta Kuota Beasiswa PTN Seimbang Antara MA dan SMA Sederajat

    Kemenag Pati Minta Kuota Beasiswa PTN Seimbang Antara MA dan SMA Sederajat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    pati, kabarjatengterkini.com – Program beasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) disambut baik oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Meski demikian, pihaknya meminta kuota untuk siswa MA dan SMA/SMK yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bisa seimbang. “Kuotanya itu nanti juga ditambah antara kuota dari mahasiswa atau adik-adik dari SMA yang di bawah dinas dan juga dari adik-adik MA yang dibawah Kementerian […]

  • leica

    Mengintip Hasil Kamera Leica Xiaomi 15T Pro: Jepretan Kelas Flagship di Desa Adat Ratenggaro, Sumba

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Xiaomi siap meluncurkan smartphone flagship terbarunya, Xiaomi 15T Pro, pada 24 September 2025 mendatang di Munich, Jerman. Namun sebelum peluncuran global tersebut, kumparan mendapatkan kesempatan eksklusif untuk menguji kemampuan kamera Leica yang dibenamkan dalam perangkat ini. Pengujian dilakukan di Desa Adat Ratenggaro, salah satu destinasi budaya dan wisata alam ikonik yang berada di […]

expand_less