Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Purbaya Yudhi Sadewa Usulkan Tanpa Pengganti Wamenkeu: “Saya yang Pegang Dua-duanya”

Purbaya Yudhi Sadewa Usulkan Tanpa Pengganti Wamenkeu: “Saya yang Pegang Dua-duanya”

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 209

Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai nama pengganti Anggito Abimanyu sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Bahkan, Purbaya berencana mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar posisi Wamenkeu tersebut tidak diisi kembali, dan semua tugas langsung dipegang olehnya.

Hal ini diungkapkan Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (29/9). “Tapi kan kalau sekarang Pak Anggito pergi kan, mungkin Wamenkeu baru nggak ada kali ya? Saya akan ngusulin, saya aja yang megang dua-duanya, pajak sama bea cukai,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa gagasan ini bertujuan agar pengurusan tugas-tugas seperti pajak dan bea cukai bisa lebih cepat diselesaikan langsung. “Biar kita bisa beresin langsung cepat, gitu. Baru mau ngusulin ya,” imbuhnya.

Konteks: Anggito Abimanyu Kini Ketua LPS

Sebelumnya, Anggito Abimanyu resmi meninggalkan jabatan Wamenkeu karena terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025–2030. Keputusan tersebut diambil melalui proses fit and proper test di Komisi XI DPR RI dan penetapan dalam rapat paripurna.

Purbaya sendiri menyebut bahwa proses pengunduran diri Anggito dari jabatan Wamenkeu sudah berjalan otomatis karena aturan larangan rangkap jabatan pejabat negara yang strategis.

Anggito pun telah menyatakan kesiapan untuk mengembalikan mandat jabatan Wamenkeu kepada Presiden.

Saat ini, Purbaya masih dibantu oleh dua Wamenkeu lainnya: Suahasil Nazara, yang berfokus pada belanja negara (fiskal), dan Thomas Djiwandono, yang menangani pembiayaan APBN.

Dengan keluarnya Anggito dari fungsi penerimaan negara yaitu pajak, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)—maka beban fungsi tersebut bisa berpindah ke Purbaya atau dibagi di antara mereka.

Alasan dan Pro & Kontra Usulan Tanpa Wamenkeu

Menurut Purbaya, jika tidak ada Wamenkeu pengganti, maka koordinasi tugas-tugas di dalam Kemenkeu terutama di bidang penerimaan bisa diselesaikan lebih langsung tanpa lapisan tambahan. Ia menyebut, “Baru mau ngusulin ya,” menandakan ide ini masih dalam tahap wacana internal.

Jika usulan ini disetujui presiden, maka Purbaya akan mengemban peranan yang sangat luas—mengurus fungsi fiskal sekaligus penerimaan negara. Di sisi lain, absennya posisi Wamenkeu untuk penerimaan juga bisa memicu kekhawatiran mengenai beban kerja berlebih, efektivitas pengawasan, dan potensi bottleneck dalam proses kebijakan.

Selain itu, Purbaya memastikan bahwa hingga sekarang belum ada diskusi intensif mengenai pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) sebagai lembaga baru yang memisahkan fungsi penerimaan negara (pajak, bea cukai, PNBP) dari struktur Kemenkeu. “Sampai sekarang saya belum ada diskusi dan saya nggak tau seperti apa,” ujarnya.

Implikasi Terhadap Kebijakan Fiskal dan Administrasi

Jika ide ini benar-benar dijalankan, beberapa dampak yang mungkin terjadi:

  1. Efisiensi keputusan kebijakan
    Tanpa jabatan Wamenkeu tambahan, keputusan penting bisa diambil lebih cepat karena tidak harus melewati banyak jenjang. Ini bisa meningkatkan responsivitas Kemenkeu terhadap isu penerimaan negara.
  2. Beban kerja yang meningkat
    Menkeu akan menanggung beban lebih besar, harus mengurus secara langsung bidang pengeluaran, fiskal, serta penerimaan. Hal ini bisa menyebabkan tekanan manajerial dan administratif yang tinggi.
  3. Resiko lemahnya pengawasan internal
    Tanpa Wamenkeu khusus penerimaan, fungsi audit internal, pengawasan, dan kontrol terhadap kebijakan pengumpulan pajak atau bea cukai harus dijamin agar tidak menimbulkan konflik kepentingan atau kelalaian.
  4. Dampak terhadap staf dan birokrasi
    Struktur birokrasi internal di Kemenkeu mungkin harus disesuaikan agar memiliki pembagian tugas yang jelas dan mempertahankan spesialisasi fungsi penerimaan negara.

Perjalanan Karier dan Struktural

Purbaya Yudhi Sadewa sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS sebelum dilantik menjadi Menkeu menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025. Dengan pengalaman tersebut, Purbaya dianggap memiliki pemahaman mendalam atas fungsi lembaga keuangan dan sistem jaminan simpanan.

Sebelumnya, ketika Anggito mencalonkan diri sebagai Ketua LPS, Purbaya sempat menyiratkan dukungan terhadap langkah tersebut.

Tantangan Ke Depan

Usulan untuk tidak mengganti posisi Wamenkeu penerimaan harus melewati pertimbangan matang dari Presiden dan stakeholder terkait, antara lain: DPR, aparat pengawasan, dan internal Kemenkeu. Pembuatan regulasi khusus, evaluasi kapasitas organisasi, serta jaminan transparansi menjadi hal krusial.

Publik dan pengamat keuangan akan mengamati apakah ide ini akan diresmikan atau kembali ke model konvensional dengan Wamenkeu yang membagi tugas sesuai spesialisasi.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rembang Jadi Salah Satu Daerah Pilot Project Program Rabu Pon

    Rembang Jadi Salah Satu Daerah Pilot Project Program Rabu Pon

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kabupaten Rembang jadi salah satu dari lima kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai wilayah pilot project program Gerakan Ibu Menanam Pohon (Rabu Pon) yang diinisiasi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jateng. Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Rembang. Diketahui, desa itu termasuk kategori desa dengan tingkat kemiskinan […]

  • brimob

    Kasus Ojol Tewas Dilindas, 7 Anggota Brimob Diperiksa

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Insiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang diduga dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat terjadi kericuhan usai aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8), mengundang perhatian publik secara luas. Peristiwa tragis ini tak hanya menuai kecaman dari masyarakat, tapi juga mendorong institusi Polri untuk segera […]

  • Sekda Jateng, Sumarno

    Kemungkinan WFH Mulai Minggu Depan, Pemprov Ingatkan ASN Jangan Keluyuran

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah akan menerapkan mekanisme work from home (WFH) setiap hari Jumat. Adapun salah satu aturannya adalah selalu siap sedia melakukan setiap tugas di rumah. “Sementara kalau dari pemikiran kami, kita akan mengikuti (hari WFH) Mendagri di hari Jumat,” kata Sekda Jateng, Sumarno, Rabu (1/4/2026). “Pelaksanaannya segera. Mudah-mudahan […]

  • Terkait Peredaraan Rokok Ilegal, Sejumlah Warung Madura Ditertibkan Bea Cukai Tegal

    Terkait Peredaraan Rokok Ilegal, Sejumlah Warung Madura Ditertibkan Bea Cukai Tegal

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah warung Madura kena razia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Tegal, Jawa Tengah. Operasi ini dilakukan untuk menarik peredaran rokok ilegal di pasaran. Informasi ini diketahui berdasarkan unggahan di media sosial beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, pihak Bea Cukai Tegal menyebutkan bahwa razia digelar di malam hari pada 14 […]

  • Warga Batang Dipidanakan karena Ubah Sawah Jadi Tambak Udang

    Warga Batang Dipidanakan karena Ubah Sawah Jadi Tambak Udang

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Warga Desa Sembojo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, inisial AMP (28) jadi tersangka buntut mengubah lahan sawah jadi tambak udang. Aksi tersebut dipidanakan karena sawah yang diubah peruntukannya merupakan lahan sawah dilindungi (LSD). Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Tengah, Kombes Djoko Julianto, menyebutkan tambak udang ilegal itu dibangun di LSD wilayah Dukuh […]

  • piala dunia

    Chelsea Kalahkan PSG 3-0 di Final Piala Dunia Antarklub 2025, Cole Palmer Bintang Kemenangan

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Chelsea sukses mengukir sejarah baru setelah mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor telak 3-0 di laga final Piala Dunia Antarklub 2025. Pertandingan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin (14/7) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat The Blues resmi menjadi juara perdana Piala Dunia Antarklub dengan format baru, […]

expand_less