Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Purbaya Desak BEI Bersih-Bersih Saham Gorengan Sebelum Terima Insentif

Purbaya Desak BEI Bersih-Bersih Saham Gorengan Sebelum Terima Insentif

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
  • visibility 175

Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum pasar modal ditertibkan dari praktik perdagangan saham tidak wajar atau yang dikenal sebagai “saham gorengan”.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri acara Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan RI yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10) pagi. Acara tersebut dihadiri oleh para pelaku pasar modal, jajaran direksi perusahaan terbuka, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“BEI sempat meminta insentif kepada pemerintah. Tapi saya bilang, belum akan diberikan sebelum mereka merapikan kondisi pasar modal, terutama yang berkaitan dengan praktik saham gorengan. Investor ritel jadi korban utama,” tegas Purbaya kepada wartawan.

Saham Gorengan Rugikan Investor Ritel

Saham gorengan adalah istilah yang merujuk pada saham yang mengalami lonjakan atau penurunan harga secara drastis akibat manipulasi pasar. Praktik ini biasanya dilakukan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kesan seolah-olah saham tersebut sedang diminati, padahal tidak didukung oleh fundamental perusahaan.

Akibatnya, investor ritel yang tergiur dengan lonjakan harga tersebut seringkali terjebak dan mengalami kerugian besar ketika harga saham tiba-tiba jatuh.

“Banyak saham yang digoreng tapi dibiarkan saja. Tidak ada tindakan tegas. Kalau seperti ini terus, bagaimana investor kecil bisa percaya pada pasar modal kita?” tambah Purbaya.

Insentif Hanya Jika Tata Kelola Pasar Dibenahi

Dalam pertemuan tersebut, pihak BEI disebutkan mengajukan sejumlah insentif fiskal, termasuk yang berkaitan dengan kebijakan perpajakan. Namun, Purbaya menegaskan bahwa permintaan tersebut belum akan dikabulkan sampai BEI menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki tata kelola pasar modal.

“Saya ingin lihat dulu langkah konkret dari BEI. Kalau sudah beres, baru kita bisa bahas insentif seperti pajak atau bentuk dukungan lainnya,” jelasnya.

Menurut Purbaya, insentif dari pemerintah bukanlah sesuatu yang diberikan secara otomatis. Pemerintah memerlukan jaminan bahwa pasar modal Indonesia dijalankan secara sehat dan adil, serta bebas dari praktik manipulatif yang merugikan masyarakat luas.

Ia juga menyinggung upaya Kementerian Keuangan dalam membenahi tata kelola internal, termasuk di sektor perpajakan. Jika kementeriannya bisa memperbaiki sistem di dalam, maka BEI pun diminta menunjukkan usaha serupa.

“Kalau saya bisa rapikan pegawai pajak agar tidak macam-macam, berarti concern mereka (BEI) soal insentif sudah tidak relevan. Tapi kalau sudah saya rapikan dan masih ada masalah, barulah mereka bisa datang lagi dan kita diskusikan bentuk insentif yang sesuai,” katanya.

Pemerintah Dorong Pasar Modal Lebih Sehat dan Berkelanjutan

Selain membahas insentif dan saham gorengan, dalam dialog tersebut Menkeu juga menekankan pentingnya memastikan program ekonomi pemerintah berjalan berkesinambungan, bukan hanya bersifat sesaat (one shot).

“Kita bahas bagaimana menjaga agar program ekonomi berjalan terus, tidak hanya sesaat lalu hilang. Kita butuh keberlanjutan,” ujar Purbaya.

Dengan penertiban pasar modal dan peningkatan tata kelola, pemerintah berharap pasar modal Indonesia dapat menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang sehat dan stabil bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terbuka untuk mendukung pertumbuhan industri pasar modal, tetapi dukungan tersebut akan diberikan secara selektif dan berbasis pada akuntabilitas serta komitmen reformasi dari para pelaku pasar.

Peran OJK dan Regulator Semakin Krusial

Dalam kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memainkan peran lebih aktif dalam mengawasi perdagangan yang tidak wajar dan memperketat regulasi terkait perdagangan manipulatif.

Pengawasan yang ketat dan tindakan tegas dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan investor, terutama investor ritel yang menjadi tulang punggung likuiditas pasar.

“Kita butuh kolaborasi semua pihak. BEI, OJK, dan pemerintah harus bersatu membersihkan pasar dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkas Menkeu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa insentif untuk BEI tidak akan diberikan sebelum ada perbaikan signifikan dalam tata kelola pasar modal, khususnya penertiban saham gorengan. Pemerintah menekankan pentingnya perlindungan terhadap investor ritel, pembenahan menyeluruh oleh regulator, dan sinergi lintas lembaga dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat, adil, dan berkelanjutan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak empat warga Brebes dinyatakan positif campak menurut pemeriksaan laboratorium. Temuan kasus campak ini diiringi dengan peningkatan suspek pada beberapa hari terakhir, yakni dari 197 orang menjadi 202 orang. “Dicurigai kasus campak atau suspek per hari ini 202 kasus. Di hari kemarin (Selasa) ada 197. Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus […]

  • onadio

    Onadio Leonardo Bebas Usai Jalani Rehabilitasi 3 Bulan, Akui Jadi Titik Balik Hidupnya

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Aktor sekaligus penyanyi Onadio Leonardo akhirnya menghirup udara bebas setelah menyelesaikan masa rehabilitasi selama tiga bulan. Pria yang akrab disapa Onad itu resmi keluar dari Yayasan Pemulihan Natura Indonesia, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/1/2026). Momen kebebasan tersebut menjadi titik refleksi penting bagi Onad. Ia mengakui masa rehabilitasi yang dijalaninya bukan sekadar […]

  • Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama Pembangunan di Jateng, Pemprov Siapkan Langkah Ini

    Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama Pembangunan di Jateng, Pemprov Siapkan Langkah Ini

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ketahanan pangan bakal jadi fokus utama pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) pada tahun 2026. Hal ini difokuskan untuk menyiapkan Jateng sebagai penumpu pangan nasional. Upaya ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. “Sesuai dengan RPJMD dan RKPD 2026 itu, meneguhkan […]

  • Pelaku Edit Foto Cabul Chiko Resmi Jadi Tersangka

    Pelaku Edit Foto Cabul Chiko Resmi Jadi Tersangka

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 177
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Heboh kasus editing foto tak senonoh yang menyeret alumnus SMA Negeri 11 Semarang, Chiko Raditya Agung Putra, beberapa waktu lalu. Kini, pelaku telah ditetapkan tersangka kasus pelecehan seksual berbasis digital. Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto menyebutkan, penetapan tersangka kepada Chiko dilakukan usai gelar perkara pada Senin (10/11/2025). Gelar […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

    Agustina Sebut Kerukunan dan Toleransi Jadi Salah Satu Aspek Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur maupun investasi yang masuk saja. Modal sosial berupa kerukunan dan toleransi antar warga turut menjadikan Kota Semarang terus bergerak ke maju. “Semarang adalah rumah bersama. Kekuatan kota ini bukan hanya pada pembangunan fisiknya, tetapi pada warganya yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Inilah modal […]

  • dinosaurus

    Penemuan Dinosaurus Raksasa Dasosaurus tocantinensis di Brasil Ungkap Sejarah Benua Purba

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Penemuan spesies baru dinosaurus raksasa di Brasil menjadi sorotan dunia ilmiah. Dinosaurus tersebut diberi nama Dasosaurus tocantinensis, yang diperkirakan memiliki tinggi setara gedung sekolah tiga lantai dan panjang mencapai 20 meter. Penemuan ini tidak hanya menambah daftar dinosaurus raksasa yang pernah menghuni Bumi, tetapi juga memberikan wawasan penting tentang sejarah geologi, khususnya bagaimana benua-benua […]

expand_less