Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Purbaya Desak BEI Bersih-Bersih Saham Gorengan Sebelum Terima Insentif

Purbaya Desak BEI Bersih-Bersih Saham Gorengan Sebelum Terima Insentif

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
  • visibility 120

Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum pasar modal ditertibkan dari praktik perdagangan saham tidak wajar atau yang dikenal sebagai “saham gorengan”.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri acara Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan RI yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10) pagi. Acara tersebut dihadiri oleh para pelaku pasar modal, jajaran direksi perusahaan terbuka, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“BEI sempat meminta insentif kepada pemerintah. Tapi saya bilang, belum akan diberikan sebelum mereka merapikan kondisi pasar modal, terutama yang berkaitan dengan praktik saham gorengan. Investor ritel jadi korban utama,” tegas Purbaya kepada wartawan.

Saham Gorengan Rugikan Investor Ritel

Saham gorengan adalah istilah yang merujuk pada saham yang mengalami lonjakan atau penurunan harga secara drastis akibat manipulasi pasar. Praktik ini biasanya dilakukan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kesan seolah-olah saham tersebut sedang diminati, padahal tidak didukung oleh fundamental perusahaan.

Akibatnya, investor ritel yang tergiur dengan lonjakan harga tersebut seringkali terjebak dan mengalami kerugian besar ketika harga saham tiba-tiba jatuh.

“Banyak saham yang digoreng tapi dibiarkan saja. Tidak ada tindakan tegas. Kalau seperti ini terus, bagaimana investor kecil bisa percaya pada pasar modal kita?” tambah Purbaya.

Insentif Hanya Jika Tata Kelola Pasar Dibenahi

Dalam pertemuan tersebut, pihak BEI disebutkan mengajukan sejumlah insentif fiskal, termasuk yang berkaitan dengan kebijakan perpajakan. Namun, Purbaya menegaskan bahwa permintaan tersebut belum akan dikabulkan sampai BEI menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki tata kelola pasar modal.

“Saya ingin lihat dulu langkah konkret dari BEI. Kalau sudah beres, baru kita bisa bahas insentif seperti pajak atau bentuk dukungan lainnya,” jelasnya.

Menurut Purbaya, insentif dari pemerintah bukanlah sesuatu yang diberikan secara otomatis. Pemerintah memerlukan jaminan bahwa pasar modal Indonesia dijalankan secara sehat dan adil, serta bebas dari praktik manipulatif yang merugikan masyarakat luas.

Ia juga menyinggung upaya Kementerian Keuangan dalam membenahi tata kelola internal, termasuk di sektor perpajakan. Jika kementeriannya bisa memperbaiki sistem di dalam, maka BEI pun diminta menunjukkan usaha serupa.

“Kalau saya bisa rapikan pegawai pajak agar tidak macam-macam, berarti concern mereka (BEI) soal insentif sudah tidak relevan. Tapi kalau sudah saya rapikan dan masih ada masalah, barulah mereka bisa datang lagi dan kita diskusikan bentuk insentif yang sesuai,” katanya.

Pemerintah Dorong Pasar Modal Lebih Sehat dan Berkelanjutan

Selain membahas insentif dan saham gorengan, dalam dialog tersebut Menkeu juga menekankan pentingnya memastikan program ekonomi pemerintah berjalan berkesinambungan, bukan hanya bersifat sesaat (one shot).

“Kita bahas bagaimana menjaga agar program ekonomi berjalan terus, tidak hanya sesaat lalu hilang. Kita butuh keberlanjutan,” ujar Purbaya.

Dengan penertiban pasar modal dan peningkatan tata kelola, pemerintah berharap pasar modal Indonesia dapat menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang sehat dan stabil bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terbuka untuk mendukung pertumbuhan industri pasar modal, tetapi dukungan tersebut akan diberikan secara selektif dan berbasis pada akuntabilitas serta komitmen reformasi dari para pelaku pasar.

Peran OJK dan Regulator Semakin Krusial

Dalam kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memainkan peran lebih aktif dalam mengawasi perdagangan yang tidak wajar dan memperketat regulasi terkait perdagangan manipulatif.

Pengawasan yang ketat dan tindakan tegas dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan investor, terutama investor ritel yang menjadi tulang punggung likuiditas pasar.

“Kita butuh kolaborasi semua pihak. BEI, OJK, dan pemerintah harus bersatu membersihkan pasar dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkas Menkeu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa insentif untuk BEI tidak akan diberikan sebelum ada perbaikan signifikan dalam tata kelola pasar modal, khususnya penertiban saham gorengan. Pemerintah menekankan pentingnya perlindungan terhadap investor ritel, pembenahan menyeluruh oleh regulator, dan sinergi lintas lembaga dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat, adil, dan berkelanjutan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Tarawih Keliling, Agustina Sebut Al-Quran Ajarkan Kebijaksanaan

    Hadiri Tarawih Keliling, Agustina Sebut Al-Quran Ajarkan Kebijaksanaan

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar pada Jumat (6/3/2026) di lapangan depan eks Wonderia, Tegalsari, Kecamatan Candisari. Gelaran ini menjadi bagian dari Safari Ramadan yang dihadiri oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin, serta sejumlah jajaran Forkopimda Kota Semarang, tokoh agama, serta […]

  • ikan beku

    5 Tips Memasak Ikan Beku dengan Tepat Agar Tidak Hancur

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Memasak ikan beku adalah pilihan praktis bagi banyak orang yang ingin menyajikan hidangan laut tanpa harus khawatir ikan cepat rusak. Namun, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat mengolah ikan beku yang bisa merusak tekstur dan cita rasa hidangan. Meskipun tampak sederhana, kesalahan-kesalahan ini bisa membuat ikan kehilangan kelembutannya, bahkan menjadi kering dan […]

  • Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang di Turunan Silayur, Perbaikan Butuh Anggaran Rp60 M

    Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang, Perbaikan Turunan Silayur Butuh Anggaran Rp60 M

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kawasan turunan Silayur di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, disebut sebagai kesalahan tata ruang. Hal ini dinilai jadi salah satu faktor rawan kecelakaan di area tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, kemiringan turunan Silayur tidak layak jika dilewati kendaraan-kendaraan besar, sehingga ia menilai ada tata ruang […]

  • Langkah Mencadangkan dan Mentransfer Data dari Ponsel Lama ke Ponsel Baru

    Langkah Mencadangkan dan Mentransfer Data dari Ponsel Lama ke Ponsel Baru

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Saat membeli ponsel baru, kemungkinan Anda ingin memindahkan semua data dari ponsel lama ke ponsel baru. Namun begitu, memindahkan data yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dengan bluetooth sepertinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga tidak efektif. Cara lainnya yang lebih praktis adalah dengan mencadangkan data-data lama Anda ke akun Google. Saat Anda menyimpannya di […]

  • Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Terungkap praktik perdagangan ilegal yang memperjualbelikan satwa dilindungi. Belasan burung kasturi kepala hitam tanpa sertifikat diamankan pihak berwajib di wilayah Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Pengungkapan ini dilakukan oleh Direktur Reskrimsus Polda Jateng dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng di wilayah Pelabuhan Juwana, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Jumat (17/4/2026). “Pelaku melakukan […]

  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

    Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Terkait Polio, Ahmad Luthfi Dukung Fun Run 26 Oktober

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 116
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang polio, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tidak hanya berfokus pada program-program lingkup Pemprov saja. Pihaknya juga turut mendukung kegiatan positif di lingkungan masyarakat wilayahnya. Salah satunya adalah Fun Run serentak di kawasan Awanncosta Semarang pada 26 Oktober 2026 mendatang yang diinisiasi oleh Rotary Club D3420. Kegiatan tersebut digelar […]

expand_less