Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Terkait Polio, Ahmad Luthfi Dukung Fun Run 26 Oktober
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 17 Okt 2025
- visibility 77

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (Sumber: Dok. Pemprov jateng)
Kabarjatengterkini.com – Dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang polio, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tidak hanya berfokus pada program-program lingkup Pemprov saja. Pihaknya juga turut mendukung kegiatan positif di lingkungan masyarakat wilayahnya.
Salah satunya adalah Fun Run serentak di kawasan Awanncosta Semarang pada 26 Oktober 2026 mendatang yang diinisiasi oleh Rotary Club D3420. Kegiatan tersebut digelar sekaligus untuk memperingati World Polio Day 2025.
Luthfi mengungkapkan, program Rotary tersebut sejalan dengan visi dengan program pemerintah daerah, khususnya dalam bidang kesehatan. Seperti yang diketahui, Pemprob saat ini sedang menggencarkan program Spelling di daerah-daerah.
“Saya akan hadir. Program-program Rotary ini mirip dengan yang sedang kami jalankan, termasuk terkait sanitasi. Kemudian, yang terkait kesehatan ada spelling,” kata Luthfi.
Harapannya, baik lewat program Pemprov maupun kegiatan di masyarakat, warga Jawa Tengah menjadi lebih teredukasi untuk mengetahui pentingnya imunisasi dan pengecekan kesehatan. Dengan demikian, menjadi provinsi yang bebas polio, tangguh dalam imunisasi, serta peduli terhadap kesehatan anak-anaknya.
Menanggapi hal tersebut, District Governor Rotary D3420, Dyah Anggraeni menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan lembaganya terhadap pemberantasan polio. Kegiatan itu ditargetkan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai kegiatan penyuluhan polio terbanyak yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia.
“Rotary adalah organisasi nonpolitik dan nonagama, yang memiliki tujuh fokus pengabdian, salah satunya tentang kesehatan. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, tentang pentingnya imunisasi polio,” ujar Dyah.
Sebagai informasi, kegiatan Fun Run di Jateng akan melibatkan sekitar 1.300 peserta di Semarang, dengan rute sejauh 3 km, 5 km, dan 10 km. Peserta tidak hanya berlari, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif terkait pencegahan polio. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

