Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ribuan Massa Pro Palestina Gagalkan Etape Terakhir Vuelta a Espana

Ribuan Massa Pro Palestina Gagalkan Etape Terakhir Vuelta a Espana

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
  • visibility 107

Kabarjatengterkini.com, Madrid, Spanyol – Unjuk rasa besar-besaran pro Palestina mengguncang ibu kota Spanyol, Madrid, pada Minggu (14/9/2025), memaksa penyelenggara membatalkan etape terakhir balapan sepeda bergengsi Vuelta a Espana.

Ribuan pengunjuk rasa menyerbu jalur yang seharusnya menjadi tempat para pesepeda menyelesaikan perlombaan, mengubah atmosfer balapan menjadi arena solidaritas politik internasional.

Peristiwa ini menarik perhatian dunia, bukan hanya karena dampaknya terhadap ajang olahraga besar, tetapi juga karena tingginya intensitas dukungan masyarakat Spanyol terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ribuan Massa Penuhi Jalur Balap di Madrid

Dikutip dari AFP, ribuan demonstran pro Palestina memadati pusat kota Madrid, khususnya di Gran Via, lokasi utama etape penutup Vuelta a Espana 2025. Demonstran merobohkan pembatas jalan, meneriakkan slogan-slogan boikot terhadap Israel, dan memenuhi udara dengan asap berwarna hijau dan merah—warna yang identik dengan bendera Palestina.

Aksi tersebut terjadi saat para pesepeda berada sekitar 56 kilometer dari garis finis. Karena alasan keamanan dan ketertiban, balapan akhirnya dihentikan dan dibatalkan.

Balapan Dibatalkan, Jonas Vingegaard Juara Tanpa Selebrasi

Dengan keputusan pembatalan etape terakhir, pembalap asal Denmark Jonas Vingegaard, yang telah unggul 1 menit 16 detik atas Joao Almeida, resmi dinobatkan sebagai juara Vuelta a Espana 2025. Ini adalah kemenangan perdananya di ajang Vuelta, setelah sebelumnya dua kali menjuarai Tour de France.

Namun, kemenangan itu terasa pahit. Penyelenggara memutuskan untuk tidak mengadakan prosesi podium, sehingga para pemenang tidak mendapatkan momen selebrasi di hadapan publik.

“Sayang sekali momen abadi seperti itu direnggut dari kami,” ujar Vingegaard dengan nada kecewa.
“Saya sangat menantikan untuk merayakan kemenangan ini bersama tim dan para penggemar. Setiap orang berhak untuk berunjuk rasa, tetapi tidak dengan cara yang memengaruhi atau membahayakan balapan kami,” tambahnya.

Polisi Terlibat Bentrokan, Demonstran Klaim “Palestina Menang”

Bentrokan sempat terjadi di sekitar Stasiun Atocha, salah satu titik konsentrasi demonstran. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Namun, karena jumlah pengunjuk rasa terus bertambah dan tekanan publik meningkat, pihak kepolisian akhirnya membuka jalan dan membiarkan massa mengambil alih rute balap.

Keputusan untuk membatalkan etape balapan disambut sorak sorai oleh para pengunjuk rasa, yang meneriakkan yel-yel seperti “Palestina memenangkan Vuelta ini!”

Penolakan terhadap Tim Israel-Premier Tech

Sejak awal Vuelta a Espana 2025, sejumlah etape sudah menghadapi gangguan akibat protes yang menentang partisipasi tim Israel-Premier Tech, sebuah tim balap sepeda swasta yang mewakili Israel. Para aktivis menganggap keikutsertaan tim tersebut sebagai bentuk legitimasi terhadap tindakan Israel dalam konflik di Gaza.

Demonstrasi pada etape terakhir menjadi puncak dari rangkaian protes yang telah berlangsung selama beberapa hari sebelumnya.

Dukungan Terbuka dari Pemerintah Spanyol

Yang menarik, unjuk rasa ini bukan hanya mendapat dukungan dari masyarakat sipil, tetapi juga dari kalangan pemerintah. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez bahkan menyatakan rasa bangganya terhadap protes damai tersebut.

“Saya merasa bangga melihat bagaimana masyarakat kami menyuarakan solidaritas terhadap Palestina,” kata Sanchez dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Spanyol dari partai sayap kiri, Yolanda Diaz, mengunggah pernyataan tegas melalui akun Instagram-nya. Ia mengatakan bahwa Israel tidak seharusnya diizinkan mengikuti ajang olahraga internasional jika terus melakukan aksi yang ia sebut sebagai “genosida” terhadap warga Palestina.

“Masyarakat Spanyol telah memberi pelajaran kepada dunia dengan melumpuhkan Vuelta,” tulis Diaz.
Sebelumnya, Diaz juga telah dilarang masuk Israel karena kritik kerasnya terhadap operasi militer di Gaza.

Peristiwa ini menandai babak baru dalam keterlibatan publik Eropa, khususnya Spanyol, dalam isu Palestina. Aksi besar-besaran yang berdampak langsung pada ajang olahraga internasional seperti Vuelta a Espana menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina kini telah meluas ke berbagai lini kehidupan, termasuk olahraga.

Meski mengorbankan momen puncak dalam dunia balap sepeda, protes ini berhasil menarik perhatian dunia terhadap isu yang lebih besar: krisis kemanusiaan di Palestina.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • palestina

    Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Tutup Sydney Harbour Bridge, Julian Assange Ikut Berbaris

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pada Minggu (3/9), puluhan ribu pengunjuk rasa pro-Palestina menggelar aksi besar-besaran di Sydney, Australia. Demonstrasi tersebut mencapai puncaknya saat massa berbaris melintasi Sydney Harbour Bridge, salah satu landmark paling terkenal di dunia, yang sampai harus ditutup akibat membludaknya kerumunan. Unjuk rasa ini menjadi sorotan internasional, terutama karena hadirnya tokoh kontroversial sekaligus pendiri WikiLeaks, Julian […]

  • alvaro

    Ayah Tiri Buang Jasad Alvaro di Tumpukan Sampah karena Tanah Terlalu Keras, Polisi Ungkap Kronologi

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kepolisian berhasil mengungkap alasan ayah tiri sekaligus tersangka penculikan dan pembunuhan Alvaro, Alex Iskandar (49), membuang jasad anak tirinya di dekat tumpukan sampah. Kronologi yang diungkap polisi menyoroti bagaimana niat awal Alex untuk mengubur jasad berubah menjadi membuangnya di lokasi sepi. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan, awalnya Alex […]

  • Wujudkan Harmonisasi, ASN Rembang Ikuti Lomba Padus di Peringatan Hari KORPRI

    Wujudkan Harmonisasi, ASN Rembang Ikuti Lomba Padus di Peringatan Hari KORPRI

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rembang mengikuti lomba paduan suara (Padus), menyanyikan “Mars KORPRI” dan lagu daerah. Agenda ini merupakan rangkaian acara menyemarakkan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54. Lomba tersebut dilaksanakan di Pendapa Museum RA Kartini, pada hari Senin dan Selasa (17-18/11/2025), serta diikuti oleh ratusan ASN dari seluruh […]

  • kpk

    KPK Jadwalkan Pemeriksaan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali meningkatkan intensitas penyelidikan dugaan kasus korupsi yang berkaitan dengan penetapan kuota haji tahun 2023-2025. Kali ini, lembaga anti-rasuah tersebut menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada Kamis, 7 Agustus 2025. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan rencana pemeriksaan terhadap mantan Ketua GP Ansor tersebut. Namun, hingga […]

  • Dugaan Pengeroyokan di Keraton Solo Berakhir Damai

    Dugaan Pengeroyokan di Keraton Solo Berakhir Damai

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Dugaan pengeroyokan di Keraton Solo beberapa hari lalu disebut berakhir damai. Cucu Pakubuwono XIII, BRM Suryo Mulyo, yang diduga menganiaya tim keamanan inisial RP sudah berkomunikasi dengan korban. Komunikasi tersebut berlangsung pada Rabu (21/1/2026) malam di kantor Badan Pengelola Keraton. Berdasarkan pertemuan tersebut, baik pihak BRM Suryo Mulyo dan korban RP sepakat […]

  • Angka Kematian Ibu di Jateng Sebanyak 245 Kasus, Speling Bakal Kian Digencarkan

    Angka Kematian Ibu di Jateng Sebanyak 245 Kasus, Speling Bakal Kian Digencarkan

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 81
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Kasus kematian ibu di Jawa Tengah tahun ini berada di angka 245 kasus per September, sementara tahun 2024 lalu mencapai 320 kasus. Dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI), program Speling akan semakin digencarkan. “Tahun ini Alhamdulillah sudah ada penurunan, tetapi kami ingin lebih signifikan lagi,” Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah […]

expand_less