Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 250 Persen, Bupati Sudewo Sampaikan Permintaan Maaf

Pemkab Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 250 Persen, Bupati Sudewo Sampaikan Permintaan Maaf

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 272

Kabarjatengterkini.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati secara resmi membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, pada Kamis (7/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-701.

Pengumuman ini menjadi respons langsung atas gelombang penolakan dari masyarakat yang sebelumnya sempat merencanakan aksi demonstrasi. Rencana kenaikan PBB-P2 Kabupaten Pati dianggap memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Keputusan Diambil Setelah Mendengar Aspirasi Masyarakat

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram @pemkabpati_, Bupati Sudewo menegaskan bahwa keputusan pembatalan ini diambil berdasarkan berbagai masukan, baik dari masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah provinsi dan pusat.

“Terkait dengan kenaikan pajak yang sampai 250 persen, sesuai arahan Bapak Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Jawa Tengah serta tuntutan warga Kabupaten Pati, maka saya tegaskan bahwa kenaikan tersebut saya akomodir untuk diturunkan,” ujar Sudewo.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk keberpihakan Pemkab Pati kepada masyarakatnya. Sudewo menegaskan, pemerintah hadir untuk mendengarkan suara rakyat, bukan untuk membuat beban baru.

Bupati Sudewo: Mari Jaga Situasi Tetap Kondusif

Dalam momen yang sama, Bupati Sudewo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan stabilitas di Kabupaten Pati. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang damai dan bertanggung jawab.

“Marilah kita bersama-sama menjaga situasi yang kondusif, dan kembali bekerja sesuai kegiatan masing-masing,” ujar Sudewo.

Ia juga menekankan bahwa polemik soal kenaikan PBB-P2 jangan sampai mengganggu harmoni masyarakat, terlebih saat Kabupaten Pati sedang merayakan hari jadinya yang ke-701.

Permintaan Maaf atas Polemik dan Pernyataan yang Viral

Sudewo tak hanya menyampaikan keputusan pembatalan kenaikan PBB-P2, tetapi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas dinamika yang terjadi selama beberapa minggu terakhir. Ia mengakui bahwa situasi ini menciptakan ketegangan di tengah masyarakat, terutama menjelang perayaan hari jadi Kabupaten Pati.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud melakukan perampasan. Kami hanya ingin memastikan kirab boyongan lima tahunan bisa berjalan lancar,” ucap Sudewo.

Selain itu, ia juga memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang sempat viral dan menimbulkan kesalahpahaman. Dalam sebuah potongan video yang tersebar luas, Sudewo sempat mengatakan, “Lima ribu silakan, lima puluh ribu silakan,” yang oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai bentuk tantangan terhadap rencana unjuk rasa.

Menanggapi hal itu, Sudewo menjelaskan bahwa ucapannya bukanlah bentuk arogansi atau tantangan kepada rakyat.

“Saya juga minta maaf atas pernyataan itu. Tidak ada niat menantang rakyat, apalagi rakyat saya sendiri,” tegasnya.

Pembatalan Kenaikan PBB-P2 Kabupaten Pati Disambut Baik

Keputusan membatalkan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen disambut baik oleh masyarakat. Banyak warga menilai langkah ini sebagai bentuk kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan aspirasi rakyat.

Sebelumnya, kebijakan ini menuai kritik keras karena dianggap memberatkan. Apalagi, sejak 14 tahun terakhir, tarif PBB-P2 memang belum pernah mengalami penyesuaian, namun kenaikannya dinilai terlalu drastis jika langsung mencapai 250 persen.

Dengan pembatalan ini, Pemkab Pati diharapkan dapat mencari solusi alternatif untuk menambah pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat secara langsung.

Pembatalan kenaikan PBB-P2 Kabupaten Pati sebesar 250 persen menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat masih memiliki kekuatan dalam menentukan arah kebijakan daerah. Bupati Pati, Sudewo, telah menunjukkan sikap terbuka, bijak, dan siap mengakui kesalahan dengan meminta maaf secara terbuka.

Langkah ini diharapkan bisa memulihkan kepercayaan publik dan menciptakan ruang dialog yang lebih sehat antara pemerintah dan masyarakat. Kini, fokus bersama adalah menjaga ketenangan, mendukung pembangunan yang merata, dan memastikan kesejahteraan warga Pati menjadi prioritas utama.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

    Green Economy Dinilai Tingkatkan Daya Saing Investasi, Pemprov Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Industri hijau atau green economy dinilai bisa meningkatkan daya saing daerah di mata para investor global. Terkait hal ini, Jawa Tengah sudah mulai beralih dengan fokus pada pengembangan ekonomi hijau mulai dari hulu hingga hilir. “Dunia internasional akan melihat bahwa Jawa Tengah telah menerapkan green economy. Mulai dari hulu sampai hilir akan kita […]

  • kekerasan

    Bocah 7 Tahun Korban Kekerasan Ayah di Pasar Kebayoran Lama Mulai Pulih, Berat Badan Naik dan Sudah Bisa Makan

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kondisi bocah perempuan berusia 7 tahun yang ditemukan dalam keadaan memprihatinkan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kini menunjukkan perkembangan positif. Anak malang yang sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan oleh ayah kandungnya itu kini tengah dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dan sudah mulai membaik. Berdasarkan keterangan Kepala Rumah […]

  • SPPG Kadirejo Semarang Serap Pekerja Lokal dan Hasil Panen Petani untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat

    SPPG Kadirejo Semarang Serap Pekerja Lokal dan Hasil Panen Petani untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 207
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadirejo, Kecamatan Pabelan serap pekerja lokal dan hasil panen petani. Hal ini dinilai bisa memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat setempat. Diketahui, SPPG yang baru beroperasi selama dua hari itu telah menyerap sebanyak 50 karyawan, sementara sekitar 80% berasal dari warga setempat. Selain itu, sebanyak 200-250 […]

  • Terungkap Kronologi Kecelakaan Maut KRL-KA Agro Bromo Anggrek

    Terungkap Kronologi Kecelakaan Maut KRL-KA Agro Bromo Anggrek

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap kronologi kecelakaan maut antara Kereta Api Listrik (KRL) Relasi Bekasi-Cikarang dan KA Agro Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam kemarin. Kejadian bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang bertabrakan dengan taksi Green SM di perlintasan JPL 85 di daerah Bulak Kapal. Insiden tersebut menyebabkan KRL harus dievakuasi, dan […]

  • Heboh Pihak SPBU Kadilangu Sukoharjo Tolak Ambulans Isi BBM, Ini Duduk Perkaranya

    Heboh Pihak SPBU Kadilangu Sukoharjo Tolak Ambulans Isi BBM, Ini Duduk Perkaranya

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, menolak ambulans saat hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Insiden ini membuat ambulans harus menunggu selama dua jam dan gagal menjemput pasien dari Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, pada Senin (31/8/2026). Hal itu berbuntut SPBU Desa Kadilangu sempat diprotes rombongan. […]

  • pemerintah

    Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia akan melakukan langkah besar dalam waktu dekat untuk memberantas praktik penyelundupan yang selama ini merugikan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa operasi penegakan hukum tengah disiapkan untuk menangkap para mafia di berbagai sektor, khususnya dalam penyelundupan tekstil dan baja. Purbaya menyebut pemerintah telah mengantongi nama-nama pihak yang terlibat. “Tinggal […]

expand_less