Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Tontonan ‘Tung Tung Sahur’ hingga ‘Tralarelo’: Seru atau Bahaya Bikin Otak Rusak?

Tontonan ‘Tung Tung Sahur’ hingga ‘Tralarelo’: Seru atau Bahaya Bikin Otak Rusak?

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
  • visibility 256

Kabarjatengterkini.com– Di era digital saat ini, anak-anak zaman sekarang punya tontonan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Video-video seperti “Tung Tung Sahur”, “Balerina Cappuccino”, “Tralarelo Tralala”, dan berbagai klip absurd dengan suara aneh dan visual kacau, menjadi sajian favorit di layar ponsel mereka. Konten-konten ini diputar berulang-ulang, sampai-sampai orang tua pun mulai hafal nama-nama konten absurd tersebut. Awalnya terlihat lucu dan bikin penasaran, namun benarkah tontonan semacam ini aman untuk perkembangan anak?

Apa Itu Konten Anomali?

Fenomena yang tengah marak ini dikenal sebagai konten anomali, sebuah jenis video yang tidak memiliki alur cerita jelas, durasinya sangat singkat, dan disusun dari potongan-potongan video acak dengan efek suara berlebihan. Konten ini biasanya menampilkan karakter-karakter absurd, hasil gabungan antara hewan, manusia, atau benda-benda lain yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Konten anomali sangat populer di platform seperti TikTok dan YouTube Shorts, di mana pengguna bisa mengaksesnya kapan saja dan dengan mudah. Meski terdengar seperti hiburan ringan, konten singkat dan repetitif ini sebenarnya berpotensi menimbulkan dampak negatif pada perkembangan psikologis anak.

Dampak Konten Anomali: Risiko Brain Rot pada Anak

Peneliti dan ahli kesehatan mental kini mulai memperingatkan bahaya dari konsumsi konten anomali secara berlebihan. Istilah brain rot digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika otak mengalami penurunan fungsi kognitif akibat konsumsi konten digital yang berulang dan kurang berkualitas.

Henry David Thoreau pertama kali memperkenalkan istilah brain rot pada tahun 1854, meskipun saat itu belum terkait dengan konten digital. Baru pada tahun 2024, brain rot menjadi Oxford Word of the Year, menandai kekhawatiran atas kerusakan otak generasi muda akibat konsumsi konten digital murah dan tidak bermakna, seperti video absurd dan scrolling tanpa tujuan di media sosial.

Bagaimana Konten Anomali Menyebabkan Brain Rot?

Sri Idaiani, psikiater dan peneliti dari Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa paparan terus-menerus terhadap konten anomali yang bersifat singkat, repetitif, dan sangat adaptif bisa memengaruhi kemampuan pengambilan keputusan pengguna. “Konten ini juga membuat pengguna menjadi mudah lupa karena terbiasa dengan informasi yang dangkal dan cepat,” ujar Sri dalam akun Instagram resmi @brin_Indonesia.

Sri menambahkan, meskipun konten panjang yang minim nilai juga berpotensi mengganggu jika digunakan berlebihan, kenyataannya justru konten pendek minim nilai yang lebih banyak beredar dan digemari. “Fenomena ini mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat yang lebih memilih kecepatan dan hiburan ketimbang kedalaman dan substansi,” jelasnya.

Paparan berlebihan terhadap konten seperti ini dapat menyebabkan gangguan pada plastisitas otak, overstimulasi dopamin, dan kelelahan mental. Jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa sangat merusak fungsi otak lainnya.

Pentingnya Pilihan Konten Berkualitas untuk Anak

Menurut Sri, menonton konten media sosial sebaiknya dilakukan secara bijak dan secukupnya. Memilih konten yang berkualitas, baik berupa video pendek maupun panjang, sangat penting untuk mendukung perkembangan kognitif anak. “Biasakan menonton hingga selesai agar informasi yang diperoleh lebih utuh dan komprehensif,” tambahnya.

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap efek negatif dari screen time berkualitas rendah. Di sinilah peran orang tua sangat vital, mulai dari memilihkan konten yang baik, membatasi durasi menonton, hingga mengutamakan interaksi nyata dengan anak.

Solusi Mengatasi Kecanduan Konten Anomali

Jika anak sudah terlanjur kecanduan konten anomali, bukan berarti tidak ada jalan keluarnya. Orang tua bisa mulai secara perlahan mengganti waktu layar dengan aktivitas nyata yang menyenangkan, seperti membaca buku bersama, bermain di luar rumah, atau sekadar jalan sore sambil mengobrol. Konsistensi dan keterlibatan emosional sangat dibutuhkan dalam proses ini.

Anak-anak tidak hanya butuh layar yang penuh suara dan gambar berlebihan. Mereka butuh kehadiran orang tua yang nyata dan perhatian yang penuh kasih sayang.

Konten Digital = Makanan Otak

Kini, memilih konten digital untuk anak sama pentingnya dengan memilih makanan yang mereka konsumsi. Sama seperti tubuh yang bisa rusak akibat junk food, otak anak pun berpotensi rusak akibat junk content — konten digital yang tidak bergizi dan berlebihan.

Oleh karena itu, membatasi konsumsi konten anomali dan menggantinya dengan tontonan yang edukatif, kreatif, dan mendukung perkembangan mental sangat penting demi masa depan generasi muda.

Konten anomali memang menghibur dan populer di kalangan anak muda, namun bahayanya tidak boleh diabaikan. Dampak brain rot akibat konsumsi konten absurd yang berulang berpotensi merusak fungsi otak dan perkembangan psikologis anak. Peran orang tua sangat krusial dalam mengawasi, memilih konten berkualitas, dan memastikan anak punya keseimbangan antara dunia digital dan interaksi nyata.

Dengan pengawasan dan kebijakan tepat, kita bisa melindungi generasi penerus dari dampak negatif konten anomali dan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang cerdas dan sehat secara mental.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • whatsapp

    WhatsApp Luncurkan Fitur Terjemahan Pesan, Permudah Komunikasi Lintas Bahasa

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- WhatsApp resmi memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan penggunanya menerjemahkan pesan ke dalam bahasa pilihan dengan mudah dan cepat. Fitur ini dihadirkan untuk mendukung komunikasi lintas bahasa yang kerap menjadi kendala dalam berinteraksi, terutama di platform yang digunakan lebih dari 3 miliar pengguna di seluruh dunia. Cara Menggunakan Fitur Terjemahan Pesan WhatsApp Penggunaan fitur terjemahan […]

  • Respon Tantangan Global, Pemprov Jateng Bakal Perkuat Industri Energi Hijau Agar Tembus Pasar Eropa

    Respon Tantangan Global, Pemprov Jateng Bakal Perkuat Industri Energi Hijau Agar Tembus Pasar Eropa

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Semarang, KabarJatengTerkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bakal perkuat industri energi hijau agar tembus pasar Eropa. Hal ini menjadi salah satu strategi terkait kebijakan Amerika dalam penetapan tarif impor 32 persen terhadap produk Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng July Emmylia. Untuk menghadapi tantangan ekonomi global, pihaknya akan mengidentifikasi […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Ahmad Luthfi Menyandang Gelar Bapak Komite Pecinta Alam Indonesia

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyandang gelar sebagai Bapak Komite Pecinta Alam Indonesia (KPAI). Gelar ini merupakan wujud apresiasi terhadap tokoh yang dianggap berperan penting bagi komunitas pecinta alam di Indonesia. Menurut KPAI, selama memimpin Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melalui kebijakannya senantiasa mendukung upaya pelestarian alam dan lingkungan. Selain itu, dia disebut […]

  • khas

    Resep Nasi Boranan Khas Lamongan, Sajian Tradisional dengan Cita Rasa Menggoda

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Lamongan tak hanya dikenal dengan soto dan tahu campurnya. Di balik popularitas kuliner tersebut, ada satu sajian tradisional yang tak kalah lezat dan menggoda: Nasi Boranan. Makanan khas Lamongan ini mulai dikenal luas karena keunikannya—baik dari sisi rasa, bahan, maupun penyajiannya yang autentik. Artikel ini akan mengulas secara lengkap resep Nasi Boranan khas Lamongan, […]

  • afrika selatan

    Afrika Selatan Siap Hadapi Mesir, Hugo Broos: Kami Lawan Tim, Bukan Salah

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan timnya tidak akan terpaku untuk menghentikan dua bintang Mesir, Mohamed Salah dan Omar Marmoush, saat kedua tim bentrok di laga lanjutan Grup B Piala Afrika 2025 (AFCON 2025). Duel panas Mesir vs Afrika Selatan dijadwalkan berlangsung di Stadion Ardar, Maroko, pada Jumat malam pukul 22.00 WIB. Menurut […]

  • Foto : Bupati Rembang Harno. (Sumber: Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Bupati Rembang Bakal Usulkan Penggajian PPPK untuk Diakomodir Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Bupati Rembang, Harno bakal mengusulkan terkait penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) supaya diakomodir oleh pemerintah pusat. Kunjungan itu bakal dilakukan bersamaan dengan bupati seluruh wilayah Jawa Tengah yang direncanakan dilakukan pada Kamis (20/11/2025). “Saya itu kita ketemu BKN dan langsung Pak Presiden untuk usulan-usulan dari kita bagaimana agar bisa diterima […]

expand_less