Stok BBM dan Elpiji di Jateng Terjaga, Pemprov Ingatkan Jangan ‘Panic Buying’
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 4 Apr 2026
- visibility 26

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Ketersediaan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Tengah diperkirakan aman. Berbagai jenis BBM tersebut meliputi Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertadex, hingga Pertamax Turbo.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Agus Sugiharto. Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak melakukan ‘panic buying’ BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Masyarakat diharapkan memperoleh informasi resmi dari instansi terkait. Untuk distribusi dan stok BBM maupun elpiji, dapat langsung menghubungi pihak Pertamina wilayah Jawa Tengah dan DIY,” kata dia.
Menurutnya, panic buying bisa memperparah kondisi saat ini karena berpotensi mengganggu efektivitas distribusi dan stabilitas pasokan energi. Selain itu, penimbunan BBM dan elpiji bahkan bisa memicu kelangkaan.
Sebaliknya, Pemprov mengimbau masyarakat bijak dalam menggunakan energi dan BBM. Misalnya, dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan berjalan kaki, bersepeda, atau beralih ke moda transportasi umum.
“Misalnya, jika jaraknya dekat bisa berjalan kaki atau bersepeda. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan transportasi umum atau berbagi kendaraan dalam satu rumah untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.
Di lingkungan pemerintah sendiri mulai menerapkan skema work from home (WFH) selama satu hari dalam seminggu guna mengurangi mobilitas dan menghemat anggaran. Menurutnya, bekerja secara daring dapat membantu menekan konsumsi energi, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.
“Rapat bisa dilakukan secara daring untuk efisiensi penggunaan energi, terutama BBM,” katanya.
Agus juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan, di antaranya melalui pengolahan sampah plastik dengan pirolisis, limbah organik menjadi bioetanol, serta pemanfaatan kotoran ternak untuk menghasilkan biogas. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

