Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Netanyahu Minta Maaf atas Serangan Tank Israel ke Gereja Katolik di Gaza

Netanyahu Minta Maaf atas Serangan Tank Israel ke Gereja Katolik di Gaza

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
  • visibility 361

Kabarjatengterkini.com– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam atas serangan militer IDF (Israel Defense Forces) yang menghantam Gereja Katolik Keluarga Kudus di Gaza pada Kamis, 17 Juli 2025. Serangan tersebut menewaskan tiga orang dan menyebabkan kerusakan parah pada bangunan gereja satu-satunya yang melayani umat Katolik di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari AFP, Netanyahu menyampaikan bahwa pihak militer Israel sebenarnya telah berupaya keras untuk menghindari kerusakan pada bangunan keagamaan dan meminimalkan korban sipil.

“Militer Israel memelihara setiap upaya untuk memitigasi kerusakan struktur keagamaan dan melukai warga sipil. Israel sangat menyesal bahwa amunisi liar menghantam Gereja Keluarga Kudus. Setiap nyawa warga tak berdosa yang hilang adalah tragedi,” ujar Netanyahu.

Gereja Hancur, Tiga Warga Sipil Tewas

Serangan yang terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas itu langsung menghancurkan Gereja Keluarga Kudus, bangunan yang berdiri sebagai simbol harapan bagi komunitas Katolik kecil di Gaza. Tiga korban tewas dalam serangan itu belum diungkap identitasnya secara resmi, namun pihak gereja menyatakan mereka adalah warga sipil yang sedang berlindung di dalam area gereja saat serangan terjadi.

Romo Gabriel Romanelli Turut Jadi Korban Luka

Romo Gabriel Romanelli, imam yang memimpin komunitas Katolik di gereja tersebut, mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Sosok Romo Romanelli dikenal luas karena kedekatannya dengan mendiang Paus Fransiskus, dan kerap menjadi penghubung informasi mengenai perkembangan konflik Gaza ke Vatikan.

Pihak gereja menyebutkan bahwa tank Israel menembakkan peluru langsung ke arah gereja, bukan hanya mengenai bangunan secara tidak sengaja. Beberapa saksi mata dan petinggi gereja yang berada di lokasi menyatakan bahwa serangan tersebut tampak disengaja.

IDF Bantah Sengaja Menyerang Gereja

Militer Israel melalui juru bicara resminya mengakui telah melakukan serangan di wilayah yang sama dengan lokasi gereja, namun membantah bahwa mereka sengaja menargetkan rumah ibadah tersebut. IDF menyebut bahwa serpihan peluru tank mungkin telah menghantam gereja secara tidak langsung selama baku tembak dengan militan Hamas.

Keterangan ini mendapat sorotan tajam dari komunitas internasional, mengingat pentingnya simbol keagamaan dan perlindungan rumah ibadah dalam hukum perang dan kemanusiaan internasional.

Paus Leo XIV dan Trump Bereaksi Keras

Reaksi keras juga datang dari Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia. Dalam pernyataan resminya dari Vatikan, Paus menyatakan kesedihan mendalam atas hilangnya nyawa warga sipil dan kerusakan total pada gereja.

“Kami sangat berduka atas hancurnya Gereja Keluarga Kudus dan kehilangan tiga jiwa yang tak bersalah. Rumah Tuhan harus menjadi tempat perlindungan, bukan sasaran,” ungkap Paus.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung menghubungi PM Netanyahu sesaat setelah mendengar kabar mengenai serangan ini. Menurut Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, Trump menunjukkan reaksi negatif dan kecewa atas tindakan militer Israel.

“Itu adalah kesalahan Israel yang menyerang gereja Katolik itu, itulah yang disampaikan Perdana Menteri kepada Presiden,” kata Leavitt.

Reaksi Global dan Sorotan HAM

Serangan terhadap rumah ibadah di Gaza ini langsung mendapat sorotan dari berbagai organisasi hak asasi manusia (HAM) dan lembaga keagamaan internasional. Banyak yang mempertanyakan komitmen Israel terhadap hukum humaniter internasional, terutama yang berkaitan dengan perlindungan warga sipil dan fasilitas keagamaan selama konflik.

Sejumlah pengamat politik Timur Tengah menilai permintaan maaf Netanyahu sebagai langkah penting, namun belum cukup untuk meredakan kemarahan komunitas global dan umat Katolik di seluruh dunia.

“Ini bukan hanya soal kerusakan fisik bangunan, tapi soal simbol keimanan yang dilanggar,” ujar Dr. Amal Ghannam, pengamat politik dari Universitas Beirut.

Serangan IDF ke Gereja Keluarga Kudus di Gaza menambah panjang daftar korban sipil dan kehancuran fasilitas publik di tengah konflik Israel-Hamas yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meski Benjamin Netanyahu telah menyampaikan permintaan maaf, tekanan internasional terus menguat agar Israel bertindak lebih hati-hati dan sesuai dengan prinsip hukum kemanusiaan internasional.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan rumah ibadah, tanpa memandang agama dan latar belakang konflik. Dalam situasi perang sekalipun, nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual seharusnya tetap dijaga.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Ketahanan Gizi Masyarakat, Pemprov Galakkan Gerakan Pangan Murah

    Dukung Ketahanan Gizi Masyarakat, Pemprov Galakkan Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Wonosobo, Kabarjatengterkini.com – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten/ kota. Program ini bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Program tersebut diinisiasi oleh Pemprov Jateng melalui kolaborasi lintas sektor, seperti Bulog, Baznas, dan kelompok tani. Dengan program ini, harga bahan pangan bisa tetap stabil, sehingga […]

  • Heboh Dugaan Bullying PPDS Unsri Diminta Biayai Clubbing Hingga Skincare, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    Junior PPDS Unsri Diduga Dimintai Biaya Clubbing Hingga Skincare oleh Senior, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang junior program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijawa (Unsri), Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut informasi yang beredar, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri. Adapun dugaan perundungan dilakukan dengan modus meminta uang tunai kepada junior untuk memenuhi gaya hidup senior, termasuk uang clubbing, olahraga, skincare, tiket konser, biaya […]

  • Pemkot Semarang Terus Tingkatkan Paparan Informasi Lapor Semar ke Masyarakat

    Pemkot Semarang Terus Tingkatkan Paparan Informasi Lapor Semar ke Masyarakat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemkot Semarang menilai partisipasi warga dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Terkait hal ini, pihaknya terus meningkatkan paparan informasi mengenai layanan pengaduan publik ke wilayah yang angka aduannya masih rendah. Salah satu wilayah tersebut adalah Kelurahan Bangetayu, Genuk. Pada sosialisasi layanan Lapor Semar Solusi AWP, Sabtu (9/5/2026), masyarakat diperkenalkan pada fungsi dan mekanisme layanan […]

  • Pemkot Semarang Ajak Insinyur Berkolaborasi dalam Pembangunan Daerah

    Pemkot Semarang Ajak Insinyur Berkolaborasi dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang mengajak para insinyur untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui inovasi dan tata kota yang berdampak positif bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menghadiri Peresmian Kantor Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Semarang di Mutiara Arteri C5 pada Rabu (13/5/2026) lalu. […]

  • Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah

    Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Warga Pekalongan diimbau mengurangi pembelian bahan pangan secara berlebihan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki gaya hidup, sekaligus mengurangi masalah sampah sisa makanan dan konsumsi rumah tangga. “Masyarakat diharapkan mengonsumsi bahan pangan sesuai kebutuhan. Jangan membeli berlebihan karena ketika tidak habis, sisa makanan itu akhirnya menjadi sampah,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan […]

  • Warga Desa Langkap Pekalongan Desak Kepsek dan Guru Dipecat usai Viral Video Having Sex di Medsos

    Warga Desak Kepsek dan Guru di Pekalongan Dipecat usai Viral Video Having Sex di Medsos

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menuntut kepala sekolah dan guru yang video hubungan seksnya tersebar di media sosial, segera dipecat. Pasalnya, guru perempuan inisial EH tersebut saat ini dipindahtugaskan, namun statusnya masih aktif mengajar siswa. Tak puas dengan pengembangan kasus, puluhan warga menggeruduk Kantor Bupati Pekalongan pada Jumat (11/9/2026) pagi. “Kami […]

expand_less