Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
  • visibility 259

Kabarjatengterikini.com – Tim peneliti gabungan dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya, berhasil menemukan dua spesies baru katak bertaring di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan. Kedua spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara.

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Zootaxa edisi 24 Januari 2025 dan menambah daftar kekayaan biodiversitas endemik Kalimantan yang luar biasa.

Bukan Limnonectes kuhlii, Tapi Spesies Baru

Pada awalnya, kedua katak tersebut sempat dikira sebagai bagian dari spesies yang sudah dikenal sebelumnya, yaitu Limnonectes kuhlii. Namun, hasil analisis genetik dan morfologi menunjukkan perbedaan yang signifikan.

“Secara genetik, perbedaan ditemukan terutama pada sekuens gen 16S rRNA, sementara dari sisi morfologi, bentuk bintil kulit dan ukuran taring menjadi ciri pembeda yang kuat,” ungkap Amir, salah satu peneliti BRIN yang terlibat dalam studi ini.

Analisis filogenetik lebih lanjut menunjukkan bahwa Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara membentuk klad monofiletik dengan dukungan statistik sangat tinggi dan memiliki jarak genetik signifikan dibandingkan spesies lainnya, yang memperkuat validitas mereka sebagai spesies baru.

Asal Usul dan Penamaan Katak Baru

  • Limnonectes maanyanorum ditemukan di kawasan Gunung Karasik, Kalimantan Tengah. Nama ilmiahnya diberikan sebagai penghormatan terhadap masyarakat adat Dayak Maanyan, yang mendiami kawasan sekitar penemuan.

  • Sementara itu, Limnonectes nusantara ditemukan di wilayah Loksado dan Paramasan, Kalimantan Selatan. Nama ini mengandung makna simbolik sebagai identitas nasional Indonesia, sekaligus merujuk pada letak geografis Kalimantan yang kini menjadi lokasi Ibu Kota Negara baru, Nusantara.

“Kami ingin memberi nama yang tidak hanya bersifat ilmiah, tetapi juga memiliki makna budaya dan nasional yang kuat,” tambah Amir dalam pernyataan resmi BRIN, Kamis (17/7).

Ciri-Ciri Katak Bertaring Kalimantan

Kedua spesies katak ini memiliki ukuran tubuh sedang, kulit yang berbintil, serta selaput penuh di kaki belakang yang menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan berair. Salah satu ciri paling mencolok adalah keberadaan taring di rahang bawah, yang menjadi alasan mereka dijuluki “katak bertaring.”

Meski tampak mirip, perbedaan pada bentuk bintil kulit dan ukuran taring menjadi indikator penting dalam membedakan kedua spesies ini. Ciri morfologis ini diperkuat dengan bukti genetik, menjadikan mereka dua spesies yang benar-benar baru dalam genus Limnonectes.

Kalimantan: Surga Spesies Endemik

Penemuan Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara kembali menegaskan bahwa Kalimantan merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di Asia Tenggara.

“Penemuan ini menunjukkan bahwa Kalimantan masih menyimpan banyak misteri biologis. Kita perlu terus melakukan eksplorasi dan penelitian, terutama di wilayah yang belum banyak dijangkau,” tegas Amir.

Pegunungan Meratus sendiri merupakan salah satu kawasan yang memiliki ekosistem hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, namun belum sepenuhnya tereksplorasi. Hal ini membuka peluang besar bagi penelitian lanjutan yang berpotensi menemukan spesies-spesies baru lainnya.

Kolaborasi Internasional Dorong Eksplorasi Biodiversitas

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama lintas institusi dan lintas negara. Kolaborasi antara BRIN dengan dua universitas terkemuka di Jepang—Aichi University of Education dan Kyoto University—serta dukungan dari Universitas Palangkaraya, menunjukkan pentingnya sinergi dalam riset biodiversitas.

“Penemuan seperti ini hanya bisa terjadi melalui kolaborasi ilmiah jangka panjang, pertukaran data, serta dukungan dari komunitas lokal,” ujar Dr. Hiroshi Matsui, salah satu peneliti dari Kyoto University.

Urgensi Pelestarian Habitat Alami

Meski menjadi berita menggembirakan, penemuan dua katak bertaring Kalimantan ini juga menjadi pengingat pentingnya konservasi habitat alami. Deforestasi, pertambangan, dan alih fungsi lahan terus mengancam keberadaan spesies-spesies endemik yang belum sempat terdokumentasi.

Dengan makin berkurangnya habitat hutan hujan tropis di Kalimantan, banyak spesies berisiko punah sebelum sempat ditemukan atau dipelajari.

Upaya Konservasi dan Pendidikan

BRIN menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga konservasi untuk melindungi habitat Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara, serta menjadikan temuan ini sebagai bahan edukasi publik mengenai pentingnya pelestarian alam.

“Kita berharap temuan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pembuat kebijakan akan pentingnya menjaga warisan hayati Nusantara,” pungkas Amir.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Semarang Berupaya Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    Pemkot Semarang Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, termasuk munculnya tempat pembuangan akhir (TPA) liar di sekitar Brown Canyon, Kecamatan Tembalang yang berbatasan dengan Kabupaten Demak. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa TPA ilegal itu bukan berada di lahan milik Pemkot Semarang. Meski demikian, pihaknya telah menambahkan fasilitas resmi […]

  • Terungkap Kronologi Kecelakaan Maut KRL-KA Agro Bromo Anggrek

    Terungkap Kronologi Kecelakaan Maut KRL-KA Agro Bromo Anggrek

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap kronologi kecelakaan maut antara Kereta Api Listrik (KRL) Relasi Bekasi-Cikarang dan KA Agro Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam kemarin. Kejadian bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang bertabrakan dengan taksi Green SM di perlintasan JPL 85 di daerah Bulak Kapal. Insiden tersebut menyebabkan KRL harus dievakuasi, dan […]

  • Raih Penghargaan, Pemprov Jateng Komitmen Terus Perkuat Ketahanan Pangan

    Raih Penghargaan, Pemprov Jateng Komitmen Terus Perkuat Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serius dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebagai wujud dari hasil upaya tersebut, Jawa Tengah meraih penghargaan sebagai Daerah Peduli Ketahanan Pangan 2025 dari Kompas TV. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno turut mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Pihaknya berjanji menjadikan capaian tersebut dijadikan […]

  • amnesti

    Presiden Prabowo Berikan Amnesti, 1.178 Tahanan Dibebaskan Termasuk Pelaku Pembunuhan Andi Andoyo

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com — Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan amnesti kepada sebanyak 1.178 tahanan dari berbagai rumah tahanan di Indonesia. Mereka dibebaskan secara bertahap mulai Minggu, 3 Agustus 2025, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2025 tertanggal 1 Agustus 2025 tentang Pemberian Amnesti. Salah satu narapidana yang mendapatkan amnesti adalah Andi Andoyo, […]

  • sampah

    Pemkot Semarang Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah di TPA Ilegal Rowosari

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang imbau masyarakat tidak membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal. Salah satu TPA ilegal yang menjadi sorotan ada di perbatasan Rowosari, Semarang dengan Mranggen, Demak. “Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah telah memanggil kami dan DLH Kabupaten Demak. Kami harus membuat sosialisasi dan himbauan […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Dukung Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Siapkan Program Sekolah Kemitraan

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siapkan sejumlah program dalam upaya pemerataan akses pendidikan di Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk menyongsong cita-cita bangsa mewujudkan generasi emas 2045. Sampai saat ini, sudah ada program Sekolah Garuda dan Sekolah Keberbakatan untuk memastikan generasi muda mendapatkan layanan pendidikan terbaik. Nantinya, pada tahun 2025, Pemprov juta akan membuat […]

expand_less