Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • visibility 125

Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan arkeologis yang menakjubkan terjadi di Jerman, di mana tim arkeolog menemukan tiga kerangka wanita dari Zaman Tembaga yang dimakamkan dengan benda misterius yang mengundang perhatian dunia. Pouch besar yang menyerupai gendongan bayi ditemukan di makam-makam tersebut, dihiasi dengan ratusan gigi anjing dan serigala, memberikan wawasan baru tentang praktik pemakaman dan budaya masyarakat pada masa itu.

Penemuan ini berlangsung di sekitar desa Krauschwitz, Saxony-Anhalt, di tengah persiapan pembangunan jaringan listrik. Pouch misterius tersebut ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di makam yang berasal dari budaya Corded Ware – peradaban yang tersebar luas di Eropa, mulai dari Skandinavia hingga wilayah yang kini menjadi Ukraina. Budaya ini berkembang sekitar tahun 2900 hingga 2350 SM, dan sering kali dikaitkan dengan tradisi penguburan yang sangat kaya dengan simbolisme dan makna.

Pouch Hiasi Ratusan Gigi Anjing dan Serigala

Meskipun kain atau kulit yang digunakan untuk membuat pouch ini telah lama membusuk, para peneliti menemukan barisan gigi hewan yang menunjukkan bahwa pouch tersebut pernah dijahit membentuk pola bersusun seperti genteng atap. Gigi-gigi anjing, terutama gigi taring dan seri dari anjing berukuran sedang yang mirip dengan ras Münsterländer kecil, ditemukan di ketiga makam yang berbeda, masing-masing dihiasi hampir 350 gigi anjing. Menariknya, tali lebar yang digunakan untuk membawa pouch ini juga dihiasi dengan gigi serigala dan beberapa gigi rubah.

Menurut Oliver Dietrich, arkeolog yang bekerja di Kantor Warisan Budaya Saxony-Anhalt, penemuan ini memberikan petunjuk langka tentang benda yang biasanya sudah musnah dalam penggalian arkeologi. Dietrich juga menekankan bahwa mengumpulkan gigi anjing dalam jumlah sebanyak itu bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, besar kemungkinan pouch ini melambangkan status sosial tinggi bagi orang yang dimakamkan bersama benda tersebut.

“Ini adalah temuan yang sangat berharga karena menyarankan bahwa pouch tersebut mungkin bukan hanya sebuah benda fungsional, tetapi juga simbol status dan identitas sosial,” ujar Dietrich dalam wawancaranya dengan Live Science.

Pouch sebagai Gendongan Bayi Kuno?

Salah satu aspek paling menarik dari penemuan ini adalah hipotesis bahwa pouch tersebut digunakan sebagai gendongan bayi kuno. Di dalam satu pouch, peneliti menemukan tulang bayi yang baru lahir, yang memperkuat dugaan bahwa benda tersebut digunakan untuk membawa bayi. Meskipun ukuran pouch tidak memungkinkan bayi untuk dimasukkan secara penuh, kemungkinan bayi tersebut dibaringkan telentang dan ditutupi dengan selimut kecil yang dihiasi dengan gigi-gigi anjing.

Selimut ini, yang memiliki efek berpayet meskipun bahan dasarnya belum dapat dipastikan, tampaknya menjadi simbol perlindungan dan penghormatan terhadap kehidupan bayi yang baru lahir. Hal ini juga mencerminkan cara masyarakat Corded Ware memandang bayi dan status sosial ibu mereka.

“Pouch ini menunjukkan bagaimana orang-orang zaman dahulu menganggap penting kehidupan bayi dan memberikan penghormatan yang luar biasa, bahkan dalam praktik pemakaman,” kata Dietrich.

Kelangkaan Pouch dan Makna Budaya

Penemuan pouch yang dihiasi gigi hewan ini juga sangat langka. Dari 10 makam perempuan yang digali di dekat desa Krauschwitz, hanya dua di antaranya yang ditemukan memiliki pouch. Hal ini menunjukkan bahwa pouch ini adalah benda yang sangat berharga dalam budaya Corded Ware, yang hanya ditemukan di sejumlah makam tertentu.

Pouch serupa juga ditemukan di makam di desa Nessa, sekitar 1,7 kilometer dari lokasi penggalian utama. Di makam ini, pouch mengandung tulang bayi yang baru lahir. Peneliti berencana untuk menganalisis tulang-tulang perempuan yang ditemukan di dalam makam bersama pouch untuk mengetahui usia mereka saat meninggal. Jika DNA bayi yang ditemukan cukup terjaga, tes DNA juga akan dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan ibu-anak di antara keduanya.

Kaitan dengan Budaya Baalberg yang Lebih Tua

Penemuan ini juga memberikan gambaran mengenai perubahan praktik pemakaman dari masa ke masa. Makam-makam dari budaya Corded Ware ditemukan berdekatan dengan makam budaya Baalberg yang lebih tua, yang berasal dari periode Neolitikum sekitar 6.000 tahun yang lalu. Masyarakat Baalberg dikenal menguburkan jenazah mereka di bawah bangunan kayu, sebuah tradisi yang tidak lagi diterapkan oleh masyarakat Corded Ware pada Zaman Tembaga (Eneolitik).

Budaya Corded Ware lebih menekankan identitas gender dalam praktik pemakaman mereka. Peneliti menemukan bahwa pria biasanya dikuburkan dalam posisi menyamping ke kanan, sementara perempuan dikuburkan ke kiri. Pria sering dikuburkan dengan simbol senjata seperti kapak, sementara perempuan biasanya dimakamkan dengan perhiasan dan ornamen. Kebanyakan jenazah dari kedua jenis kelamin dimakamkan dengan kepala menghadap ke selatan.

Penemuan ini memberikan wawasan berharga tentang budaya dan praktik pemakaman masyarakat Zaman Tembaga, serta menunjukkan pentingnya peran sosial dan status dalam kehidupan mereka. Pouch yang dihiasi dengan gigi hewan ini tidak hanya mencerminkan kebiasaan sosial mereka, tetapi juga bagaimana mereka memperlakukan kehidupan bayi dan orang yang meninggal. Dengan penemuan ini, para arkeolog berharap bisa lebih memahami kehidupan masyarakat Corded Ware yang telah lama hilang, serta nilai-nilai budaya yang mereka anut.

Pouch dengan gigi anjing dan serigala ini bisa jadi bukan hanya sekadar benda pemakaman, tetapi simbol status, perlindungan, dan penghormatan terhadap yang telah tiada. Di balik penemuan ini, terkandung cerita tentang hubungan sosial dan spiritual yang kaya dalam budaya yang berkembang ribuan tahun lalu.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • mobil

    Pemkot Tangsel Klarifikasi Terkait Isu Mobil Dinas Tesla: Informasi yang Beredar Tidak Benar

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Wali Kota Benyamin Davnie menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai pengadaan mobil listrik Tesla sebagai kendaraan dinas Pemkot Tangsel adalah tidak benar. Dalam klarifikasinya, Benyamin memastikan bahwa Pemkot Tangsel tidak pernah merencanakan, menganggarkan, atau melakukan pengadaan mobil dinas dengan merk Tesla tersebut. “Kami pastikan […]

  • layanan

    TransJakarta Hentikan Layanan Seluruh Rute Pasca Demonstrasi di Jakarta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Seluruh rute TransJakarta dihentikan operasionalnya pasca aksi demonstrasi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) di Jakarta. Hal ini diumumkan oleh TransJakarta melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (30/8) pagi. Menurut pihak TransJakarta, keputusan untuk menghentikan seluruh layanan ini diambil karena situasi yang tidak kondusif dan demi memastikan keselamatan para penumpang dan petugas. “Mengingat situasi […]

  • jateng

    Pemprov Jateng Genjot Pendapatan Daerah dari Sektor Investasi

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah instruksikan setiap daerah memiliki kawasan khusus untuk penanaman modal. Hal ini dilakukan guna menggenjot pendapatan daerah dari sektor investasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, perekonomian tidak hanya ditopang dengan swasembada pangan saja, namun juga aktivitas di industri. Adapun salah satunya seperti  kawasan ekonomi khusus (KEK) Industripolis Batang […]

  • brin

    Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kabarjatengterikini.com – Tim peneliti gabungan dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya, berhasil menemukan dua spesies baru katak bertaring di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan. Kedua spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara. Penemuan ini telah […]

  • prada lucky

    Prada Lucky Namo Meninggal Dunia Diduga Dianiaya, Kasus Masih Diselidiki TNI

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Prada Lucky Namo, seorang prajurit TNI yang bertugas di Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Kematian yang terjadi pada Rabu, 6 Agustus 2025 ini, diduga akibat penganiayaan oleh rekan-rekannya sesama prajurit TNI. […]

  • persib

    Persib Bandung Menang 1-0 atas Ratchaburi, Tetap Tersingkir dari ACL 2 2025/2026

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Persib Bandung harus mengakhiri langkahnya di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 meski meraih kemenangan di leg kedua babak 16 besar. Maung Bandung menang tipis 1-0 atas Ratchaburi dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Namun hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan setelah kalah pada […]

expand_less