Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • visibility 226

Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan arkeologis yang menakjubkan terjadi di Jerman, di mana tim arkeolog menemukan tiga kerangka wanita dari Zaman Tembaga yang dimakamkan dengan benda misterius yang mengundang perhatian dunia. Pouch besar yang menyerupai gendongan bayi ditemukan di makam-makam tersebut, dihiasi dengan ratusan gigi anjing dan serigala, memberikan wawasan baru tentang praktik pemakaman dan budaya masyarakat pada masa itu.

Penemuan ini berlangsung di sekitar desa Krauschwitz, Saxony-Anhalt, di tengah persiapan pembangunan jaringan listrik. Pouch misterius tersebut ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di makam yang berasal dari budaya Corded Ware – peradaban yang tersebar luas di Eropa, mulai dari Skandinavia hingga wilayah yang kini menjadi Ukraina. Budaya ini berkembang sekitar tahun 2900 hingga 2350 SM, dan sering kali dikaitkan dengan tradisi penguburan yang sangat kaya dengan simbolisme dan makna.

Pouch Hiasi Ratusan Gigi Anjing dan Serigala

Meskipun kain atau kulit yang digunakan untuk membuat pouch ini telah lama membusuk, para peneliti menemukan barisan gigi hewan yang menunjukkan bahwa pouch tersebut pernah dijahit membentuk pola bersusun seperti genteng atap. Gigi-gigi anjing, terutama gigi taring dan seri dari anjing berukuran sedang yang mirip dengan ras Münsterländer kecil, ditemukan di ketiga makam yang berbeda, masing-masing dihiasi hampir 350 gigi anjing. Menariknya, tali lebar yang digunakan untuk membawa pouch ini juga dihiasi dengan gigi serigala dan beberapa gigi rubah.

Menurut Oliver Dietrich, arkeolog yang bekerja di Kantor Warisan Budaya Saxony-Anhalt, penemuan ini memberikan petunjuk langka tentang benda yang biasanya sudah musnah dalam penggalian arkeologi. Dietrich juga menekankan bahwa mengumpulkan gigi anjing dalam jumlah sebanyak itu bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, besar kemungkinan pouch ini melambangkan status sosial tinggi bagi orang yang dimakamkan bersama benda tersebut.

“Ini adalah temuan yang sangat berharga karena menyarankan bahwa pouch tersebut mungkin bukan hanya sebuah benda fungsional, tetapi juga simbol status dan identitas sosial,” ujar Dietrich dalam wawancaranya dengan Live Science.

Pouch sebagai Gendongan Bayi Kuno?

Salah satu aspek paling menarik dari penemuan ini adalah hipotesis bahwa pouch tersebut digunakan sebagai gendongan bayi kuno. Di dalam satu pouch, peneliti menemukan tulang bayi yang baru lahir, yang memperkuat dugaan bahwa benda tersebut digunakan untuk membawa bayi. Meskipun ukuran pouch tidak memungkinkan bayi untuk dimasukkan secara penuh, kemungkinan bayi tersebut dibaringkan telentang dan ditutupi dengan selimut kecil yang dihiasi dengan gigi-gigi anjing.

Selimut ini, yang memiliki efek berpayet meskipun bahan dasarnya belum dapat dipastikan, tampaknya menjadi simbol perlindungan dan penghormatan terhadap kehidupan bayi yang baru lahir. Hal ini juga mencerminkan cara masyarakat Corded Ware memandang bayi dan status sosial ibu mereka.

“Pouch ini menunjukkan bagaimana orang-orang zaman dahulu menganggap penting kehidupan bayi dan memberikan penghormatan yang luar biasa, bahkan dalam praktik pemakaman,” kata Dietrich.

Kelangkaan Pouch dan Makna Budaya

Penemuan pouch yang dihiasi gigi hewan ini juga sangat langka. Dari 10 makam perempuan yang digali di dekat desa Krauschwitz, hanya dua di antaranya yang ditemukan memiliki pouch. Hal ini menunjukkan bahwa pouch ini adalah benda yang sangat berharga dalam budaya Corded Ware, yang hanya ditemukan di sejumlah makam tertentu.

Pouch serupa juga ditemukan di makam di desa Nessa, sekitar 1,7 kilometer dari lokasi penggalian utama. Di makam ini, pouch mengandung tulang bayi yang baru lahir. Peneliti berencana untuk menganalisis tulang-tulang perempuan yang ditemukan di dalam makam bersama pouch untuk mengetahui usia mereka saat meninggal. Jika DNA bayi yang ditemukan cukup terjaga, tes DNA juga akan dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan ibu-anak di antara keduanya.

Kaitan dengan Budaya Baalberg yang Lebih Tua

Penemuan ini juga memberikan gambaran mengenai perubahan praktik pemakaman dari masa ke masa. Makam-makam dari budaya Corded Ware ditemukan berdekatan dengan makam budaya Baalberg yang lebih tua, yang berasal dari periode Neolitikum sekitar 6.000 tahun yang lalu. Masyarakat Baalberg dikenal menguburkan jenazah mereka di bawah bangunan kayu, sebuah tradisi yang tidak lagi diterapkan oleh masyarakat Corded Ware pada Zaman Tembaga (Eneolitik).

Budaya Corded Ware lebih menekankan identitas gender dalam praktik pemakaman mereka. Peneliti menemukan bahwa pria biasanya dikuburkan dalam posisi menyamping ke kanan, sementara perempuan dikuburkan ke kiri. Pria sering dikuburkan dengan simbol senjata seperti kapak, sementara perempuan biasanya dimakamkan dengan perhiasan dan ornamen. Kebanyakan jenazah dari kedua jenis kelamin dimakamkan dengan kepala menghadap ke selatan.

Penemuan ini memberikan wawasan berharga tentang budaya dan praktik pemakaman masyarakat Zaman Tembaga, serta menunjukkan pentingnya peran sosial dan status dalam kehidupan mereka. Pouch yang dihiasi dengan gigi hewan ini tidak hanya mencerminkan kebiasaan sosial mereka, tetapi juga bagaimana mereka memperlakukan kehidupan bayi dan orang yang meninggal. Dengan penemuan ini, para arkeolog berharap bisa lebih memahami kehidupan masyarakat Corded Ware yang telah lama hilang, serta nilai-nilai budaya yang mereka anut.

Pouch dengan gigi anjing dan serigala ini bisa jadi bukan hanya sekadar benda pemakaman, tetapi simbol status, perlindungan, dan penghormatan terhadap yang telah tiada. Di balik penemuan ini, terkandung cerita tentang hubungan sosial dan spiritual yang kaya dalam budaya yang berkembang ribuan tahun lalu.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Rembang Perkuat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Lewat SP4N-LAPOR!

    Pemkab Rembang Perkuat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Lewat SP4N-LAPOR!

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang perkuat pengelolaan pengaduan masyarakat lewat SP4N-LAPOR!. Layanan ini diharapkan bisa meningkatkan responsivitas pengelola terhadap aduan masyarakat yang masuk dalam kanal resmi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang Gantiarto dalam acara Konsolidasi Pengelolaan Aduan Masyarakat melalui SP4N-LAPOR! di salah satu hotel di Jalur […]

  • bpjph

    BPJPH Akan Audit Food Tray MBG di China, Respons Isu Kandungan Minyak Babi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, angkat bicara terkait isu dugaan kandungan minyak babi dalam food tray atau wadah makan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Food tray tersebut diketahui diproduksi di China dan menjadi sorotan publik usai beredar informasi yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat soal kehalalannya. Menanggapi hal […]

  • bandung

    May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh: Pos Polisi Dibakar dan Jalan Dipatiukur Lumpuh

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026), berakhir dengan bentrokan hebat. Meski sempat berjalan kondusif sejak pagi hari, situasi berubah menjadi mencekam saat malam mulai merayap di kawasan pusat kota. Kronologi Awal: Aspirasi Damai di Taman Cikapayang Sejak pukul 09.00 WIB, ribuan buruh dari […]

  • Puncak Musim Hujan Bulan Januari Berpotensi Terjadi Bencana Hidrometeorologi

    Puncak Musim Hujan Bulan Januari Berpotensi Terjadi Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) imbau masyarakat waspada terhadap puncak musim hujan yang terjadi pada bulan Januari 2026 ini. Sementara itu, sejumlah wilayah di Kudus-Pati-Rembang telah terdampak banjir. Adapun banjir yang merendam wilayah-wilayah tersebut dipicu karena cuaca ekstrem, serta hujan intensitas sedang hingga lebat selama beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem itu berpotensi […]

  • Polisi Amankan Tiga Preman Berkedok Penagih Utang di Tegal

    Polisi Amankan Tiga Preman Berkedok Penagih Utang di Tegal

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Polisi mengamankan tiga preman berkedok penagih utang di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Mereka diantaranya GN (50), PS (44), dan MP (45). Polda Jawa Tengah menangkap ketiga pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat yang menjadi korban perampasan sepeda motor. Kasatgas Penegakan Hukum Operasi Aman Candi 2025, AKBP Suryadi mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya mendapatkan laporan dari warga […]

  • Pemprov Tetapkan UMP dan UMK 2026 se-Jateng Hari Ini

    Pemprov Tetapkan UMP dan UMK 2026 se-Jateng Hari Ini

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menerapkan besaran Upah Minimum Probinsi (UMP) 2026 hari ini, Rabu (24/12/2025). UMP 2025 yang ditetapkan tersebut mengalami kenaikan 7,28 persen dari tahun sebelumnya. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menetapkan kenaikan UMP 2026, yakni menjadi Rp 2.327.386 dari Rp 2.169.349,00, sehingga kenaikannya sebesar Rp 158.037,07. Besaran UMP ini dihitung berdasarkan […]

expand_less