Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • visibility 236

Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan arkeologis yang menakjubkan terjadi di Jerman, di mana tim arkeolog menemukan tiga kerangka wanita dari Zaman Tembaga yang dimakamkan dengan benda misterius yang mengundang perhatian dunia. Pouch besar yang menyerupai gendongan bayi ditemukan di makam-makam tersebut, dihiasi dengan ratusan gigi anjing dan serigala, memberikan wawasan baru tentang praktik pemakaman dan budaya masyarakat pada masa itu.

Penemuan ini berlangsung di sekitar desa Krauschwitz, Saxony-Anhalt, di tengah persiapan pembangunan jaringan listrik. Pouch misterius tersebut ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di makam yang berasal dari budaya Corded Ware – peradaban yang tersebar luas di Eropa, mulai dari Skandinavia hingga wilayah yang kini menjadi Ukraina. Budaya ini berkembang sekitar tahun 2900 hingga 2350 SM, dan sering kali dikaitkan dengan tradisi penguburan yang sangat kaya dengan simbolisme dan makna.

Pouch Hiasi Ratusan Gigi Anjing dan Serigala

Meskipun kain atau kulit yang digunakan untuk membuat pouch ini telah lama membusuk, para peneliti menemukan barisan gigi hewan yang menunjukkan bahwa pouch tersebut pernah dijahit membentuk pola bersusun seperti genteng atap. Gigi-gigi anjing, terutama gigi taring dan seri dari anjing berukuran sedang yang mirip dengan ras Münsterländer kecil, ditemukan di ketiga makam yang berbeda, masing-masing dihiasi hampir 350 gigi anjing. Menariknya, tali lebar yang digunakan untuk membawa pouch ini juga dihiasi dengan gigi serigala dan beberapa gigi rubah.

Menurut Oliver Dietrich, arkeolog yang bekerja di Kantor Warisan Budaya Saxony-Anhalt, penemuan ini memberikan petunjuk langka tentang benda yang biasanya sudah musnah dalam penggalian arkeologi. Dietrich juga menekankan bahwa mengumpulkan gigi anjing dalam jumlah sebanyak itu bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, besar kemungkinan pouch ini melambangkan status sosial tinggi bagi orang yang dimakamkan bersama benda tersebut.

“Ini adalah temuan yang sangat berharga karena menyarankan bahwa pouch tersebut mungkin bukan hanya sebuah benda fungsional, tetapi juga simbol status dan identitas sosial,” ujar Dietrich dalam wawancaranya dengan Live Science.

Pouch sebagai Gendongan Bayi Kuno?

Salah satu aspek paling menarik dari penemuan ini adalah hipotesis bahwa pouch tersebut digunakan sebagai gendongan bayi kuno. Di dalam satu pouch, peneliti menemukan tulang bayi yang baru lahir, yang memperkuat dugaan bahwa benda tersebut digunakan untuk membawa bayi. Meskipun ukuran pouch tidak memungkinkan bayi untuk dimasukkan secara penuh, kemungkinan bayi tersebut dibaringkan telentang dan ditutupi dengan selimut kecil yang dihiasi dengan gigi-gigi anjing.

Selimut ini, yang memiliki efek berpayet meskipun bahan dasarnya belum dapat dipastikan, tampaknya menjadi simbol perlindungan dan penghormatan terhadap kehidupan bayi yang baru lahir. Hal ini juga mencerminkan cara masyarakat Corded Ware memandang bayi dan status sosial ibu mereka.

“Pouch ini menunjukkan bagaimana orang-orang zaman dahulu menganggap penting kehidupan bayi dan memberikan penghormatan yang luar biasa, bahkan dalam praktik pemakaman,” kata Dietrich.

Kelangkaan Pouch dan Makna Budaya

Penemuan pouch yang dihiasi gigi hewan ini juga sangat langka. Dari 10 makam perempuan yang digali di dekat desa Krauschwitz, hanya dua di antaranya yang ditemukan memiliki pouch. Hal ini menunjukkan bahwa pouch ini adalah benda yang sangat berharga dalam budaya Corded Ware, yang hanya ditemukan di sejumlah makam tertentu.

Pouch serupa juga ditemukan di makam di desa Nessa, sekitar 1,7 kilometer dari lokasi penggalian utama. Di makam ini, pouch mengandung tulang bayi yang baru lahir. Peneliti berencana untuk menganalisis tulang-tulang perempuan yang ditemukan di dalam makam bersama pouch untuk mengetahui usia mereka saat meninggal. Jika DNA bayi yang ditemukan cukup terjaga, tes DNA juga akan dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan ibu-anak di antara keduanya.

Kaitan dengan Budaya Baalberg yang Lebih Tua

Penemuan ini juga memberikan gambaran mengenai perubahan praktik pemakaman dari masa ke masa. Makam-makam dari budaya Corded Ware ditemukan berdekatan dengan makam budaya Baalberg yang lebih tua, yang berasal dari periode Neolitikum sekitar 6.000 tahun yang lalu. Masyarakat Baalberg dikenal menguburkan jenazah mereka di bawah bangunan kayu, sebuah tradisi yang tidak lagi diterapkan oleh masyarakat Corded Ware pada Zaman Tembaga (Eneolitik).

Budaya Corded Ware lebih menekankan identitas gender dalam praktik pemakaman mereka. Peneliti menemukan bahwa pria biasanya dikuburkan dalam posisi menyamping ke kanan, sementara perempuan dikuburkan ke kiri. Pria sering dikuburkan dengan simbol senjata seperti kapak, sementara perempuan biasanya dimakamkan dengan perhiasan dan ornamen. Kebanyakan jenazah dari kedua jenis kelamin dimakamkan dengan kepala menghadap ke selatan.

Penemuan ini memberikan wawasan berharga tentang budaya dan praktik pemakaman masyarakat Zaman Tembaga, serta menunjukkan pentingnya peran sosial dan status dalam kehidupan mereka. Pouch yang dihiasi dengan gigi hewan ini tidak hanya mencerminkan kebiasaan sosial mereka, tetapi juga bagaimana mereka memperlakukan kehidupan bayi dan orang yang meninggal. Dengan penemuan ini, para arkeolog berharap bisa lebih memahami kehidupan masyarakat Corded Ware yang telah lama hilang, serta nilai-nilai budaya yang mereka anut.

Pouch dengan gigi anjing dan serigala ini bisa jadi bukan hanya sekadar benda pemakaman, tetapi simbol status, perlindungan, dan penghormatan terhadap yang telah tiada. Di balik penemuan ini, terkandung cerita tentang hubungan sosial dan spiritual yang kaya dalam budaya yang berkembang ribuan tahun lalu.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Semarang, Agustina saat meninjau kondisi banjir/jatengprov

    Pemkot Semarang Fokus Pulihkan Aktivitas Ekonomi Masyarakat Pasca Banjir

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini tengah fokus memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat pasca banjir melanda. Wali Kota Semarang, Agustina mengatakan bahwa banyak masyarakat yang bergantung pada penghasilan harian. Sehingga banjir berdampak kepada ekonomi mereka. “Dampak paling berat dari banjir ini adalah lumpuhnya aktivitas ekonomi warga. Banyak masyarakat kita yang bergantung pada penghasilan harian, […]

  • layanan

    TransJakarta Hentikan Layanan Seluruh Rute Pasca Demonstrasi di Jakarta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Seluruh rute TransJakarta dihentikan operasionalnya pasca aksi demonstrasi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) di Jakarta. Hal ini diumumkan oleh TransJakarta melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (30/8) pagi. Menurut pihak TransJakarta, keputusan untuk menghentikan seluruh layanan ini diambil karena situasi yang tidak kondusif dan demi memastikan keselamatan para penumpang dan petugas. “Mengingat situasi […]

  • Heboh Isu Pengelolaan Kas Masjid oleh Pemerintah, Kemenag: Itu Tidak Benar

    Heboh Isu Pengelolaan Kas Masjid oleh Pemerintah, Kemenag: Itu Tidak Benar

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh informasi di media sosial mengenai pengelolaan uang kas masjid oleh pemerintah. Berdasarkan kabar yang beredar, Kementerian Agama (Kemenag) bakal membentuk rekening kas masing-masing masjid lewat bank. Menanggapi isu tersebut, pihak Kemenag membantah adanya kebijakan maupun wacana pengambilalihan pengelolaan uang kas masjid. Disampaikan pula bahwa informasi yang beredar di media sosial itu merupakan […]

  • Percepat Penyelarasan Program Kelautan dan Perikanan, Pemkab Pati Libatkan Nelayan dan Pelaku Usaha

    Percepat Penyelarasan Program Kelautan dan Perikanan, Pemkab Pati Libatkan Nelayan dan Pelaku Usaha

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pati mempercepat penyelarasan program kelautan dan perikanan dengan pemerintah pusat dalam rangka mendukung ketahanan pangan. Pihaknya juga turut melibatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan di wilayahnya. “Pati memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya yang besar,” ujar Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Akselerasi Program Kerja […]

  • kpk

    KPK Geledah 15 Rumah Terkait Kasus Pemerasan Pemkab Pemalang, Sita Dokumen Proyek PUPR hingga Rekaman CCTV

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan kasus dugaan korupsi berupa pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang. Terbaru, tim penyidik lembaga antirasuah dilaporkan telah menggeledah sebanyak 15 rumah yang tersebar di sejumlah daerah dalam rentang waktu empat hari, yakni pada Rabu hingga Sabtu (5–8/8/2026). Langkah tegas ini merupakan pengembangan lanjutan dari Operasi Tangkap […]

  • Pemprov Jateng Harap Pembangunan RSPPU Bisa Tambah Dokter Spesialis di Daerah

    Pemprov Jateng Harap Pembangunan RSPPU Bisa Tambah Dokter Spesialis di Daerah

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung program pembangunan Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU). Pembangunan tersebut ditandai dengan ground breaking Gedung VIP berlantai tujuh di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto. Program kerja sama antara Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo dan RSUD Dr Moewardi Surakarta ini, diharapkan mampu mengatasi tantangan […]

expand_less