Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Garmin Indonesia dan Divers Clean Action Bersinergi dalam Ocean Clean Up di Kepulauan Seribu

Garmin Indonesia dan Divers Clean Action Bersinergi dalam Ocean Clean Up di Kepulauan Seribu

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 397

Jakarta, Kabarjatengterkini.com– Garmin Indonesia bersama Divers Clean Action (DCA) resmi menginisiasi kegiatan Ocean Clean Up sebagai bentuk nyata komitmen terhadap keberlanjutan ekosistem laut Indonesia. Program ini tidak hanya fokus pada pembersihan sampah di garis pantai, tetapi juga menyasar sampah yang tersembunyi di dasar laut, yang selama ini sulit terjangkau dan menjadi ancaman besar bagi biota laut.

Inisiasi kegiatan Ocean Clean Up ini dilaksanakan di dua titik utama di Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Panggang dan Pulau Pramuka. Kegiatan ini melibatkan penyelam bersertifikat, komunitas lokal, dan teknologi ramah lingkungan yang terintegrasi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perpaduan antara sains, teknologi, dan partisipasi masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian laut Indonesia.

Sampah Laut yang Tak Terlihat dari Permukaan

Selama kegiatan pembersihan di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, tim gabungan berhasil mengangkat total sampah sebanyak 56,3 kilogram dari dasar laut dan sepanjang garis pantai. Dari total tersebut, sampah plastik sekali pakai mendominasi dengan berat mencapai 21,5 kilogram, disusul oleh limbah tekstil sebanyak 15,3 kilogram. Kedua jenis sampah ini merefleksikan dampak langsung dari kebiasaan konsumsi masyarakat sehari-hari yang masih kurang sadar akan pentingnya pengelolaan limbah.

Selain plastik dan tekstil, ditemukan pula jenis sampah lain seperti kaca (9,5 kg), karet (6,5 kg), logam (2,4 kg), dan plastik yang masih dapat didaur ulang (1,1 kg). Kegiatan pembersihan ini mencakup area garis pantai sepanjang 263,45 meter di Pulau Panggang dan 287,80 meter di Pulau Pramuka.

Belajar dari Komunitas Lokal dalam Pengelolaan Sampah

Salah satu aspek penting dari program Ocean Clean Up adalah edukasi dan pembelajaran yang dilakukan bersama komunitas lokal, khususnya masyarakat di Pulau Pramuka. Pulau ini dikenal dengan sistem pengelolaan sampah yang sudah terorganisir dan mandiri.

Masyarakat Pulau Pramuka secara rutin memilah sampah menjadi tiga kategori utama: organik, anorganik, dan residu. Sampah organik diolah menggunakan komposter untuk menghasilkan kompos, yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam. Selain itu, warga juga memanfaatkan maggot untuk mempercepat penguraian limbah organik secara alami dan efisien.

Untuk sampah anorganik seperti botol plastik dan wadah yang masih memiliki nilai ekonomi, masyarakat bekerja sama dengan bank sampah seperti Rumah Hijau dan Alu Alu. Sedangkan plastik kemasan sekali pakai yang tidak bisa digunakan kembali diolah dengan teknologi mesin pirolisis untuk diubah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan

Keberhasilan kegiatan Ocean Clean Up ini tak lepas dari kolaborasi erat antara sektor swasta, organisasi lingkungan, dan komunitas lokal. Garmin Indonesia dan Divers Clean Action (DCA) membuktikan bahwa sinergi antara edukasi dan aksi nyata mampu memberikan dampak besar, tidak hanya pada area yang terlihat, tetapi juga di kedalaman laut yang selama ini tersembunyi dari pandangan.

Haneeza Afra, Engagement Specialist dari Divers Clean Action, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran serta Garmin Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Garmin Indonesia yang tidak hanya mendukung secara sumber daya, tetapi juga terlibat langsung di lapangan. Dukungan seperti inilah yang kami harapkan dari pelaku industri dalam mengatasi krisis sampah laut di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Garmin Indonesia sendiri melalui program ini berharap dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut yang sehat dan bersih. Mereka yakin, gerakan ini akan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut aktif menjaga kelestarian laut Indonesia.

Ocean Clean Up sebagai Gerakan Berkelanjutan

Kegiatan Ocean Clean Up di Kepulauan Seribu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi laut Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Sampah laut yang tidak terkelola dengan baik dapat mengancam habitat biota laut dan merusak keindahan alam yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan dan melibatkan penyelam bersertifikat serta masyarakat lokal, inisiatif ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi berbagai pihak bisa menciptakan dampak yang signifikan.

Lebih dari sekadar membersihkan sampah, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya sampah laut dan pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Edukasi dan aksi langsung seperti ini sangat penting untuk membentuk perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Dampak Positif bagi Ekosistem dan Pariwisata

Kepulauan Seribu merupakan destinasi wisata bahari yang populer, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kondisi laut yang bersih tentu menjadi faktor utama dalam menjaga daya tarik wisata sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem laut.

Kegiatan pembersihan sampah yang terorganisir seperti ini diharapkan mampu memberikan efek domino, di mana semakin banyak pihak yang peduli dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Selain itu, tindakan nyata ini juga berkontribusi pada pengurangan dampak polusi laut, termasuk mikroplastik yang sulit terdeteksi.

Inisiatif Ocean Clean Up yang diinisiasi oleh Garmin Indonesia dan Divers Clean Action (DCA) merupakan langkah konkret dan inspiratif dalam menghadapi masalah sampah laut yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Melalui sinergi teknologi, sains, dan keterlibatan komunitas lokal, program ini berhasil mengangkat puluhan kilogram sampah dari dasar laut dan pesisir Pulau Panggang serta Pulau Pramuka.

Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa keberlanjutan ekosistem laut adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dengan terus memperluas edukasi dan meningkatkan aksi nyata, diharapkan gerakan seperti Ocean Clean Up dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga laut Indonesia tetap bersih dan lestari.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • blue origin

    Blue Origin Toreh Sejarah Baru, Astronaut Berkursi Roda Sukses Tembus Luar Angkasa

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Industri kedirgantaraan dunia kembali menorehkan sejarah penting dalam eksplorasi antariksa. Perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, sukses menuntaskan misi New Shepard NS-37, sebuah penerbangan suborbital yang bukan hanya mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi simbol nyata inklusivitas manusia di era modern. Peluncuran New Shepard NS-37 dilakukan dari fasilitas Blue Origin di Texas Barat, […]

  • spelling

    TBC Masih Jadi Problem Nasional, Pemprov Jateng Upayakan Skrining Lewat Spelling

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penyakit tuberculosis (TBC) dan stunting masih menjadi perhatian serius secara nasional. Kedua kondisi tersebut merupakan problema kesehatan yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Hal ini turut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Pratikno. Menurutnya, penanganan tersebut memerlukan peran sentral dari Ahli Kesehatan Masyarakat. “Jadi ini permasalahan kita bersama, […]

  • bilqis

    Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pelaku Penculikan Bilqis, Motif Diduga Butuh Uang

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kasus penculikan anak yang sempat menggegerkan publik, Bilqis (4 tahun), akhirnya membuahkan hasil setelah Polrestabes Makassar berhasil menangkap empat pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut. Salah satu pelaku, Sri Yuliana alias Ana (30 tahun), mengaku kepada polisi bahwa penculikan itu awalnya dilakukan dengan alasan ingin merawat Bilqis. Kepada petugas, Ana mengaku bahwa pertemuannya […]

  • Prabowo Sebut Realisasi 1,3 Ribu Desa Nelayan Hingga Akhir Tahun 2026

    Prabowo Sebut Realisasi 1,3 Ribu Desa Nelayan Hingga Akhir Tahun 2026

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1,3 ribu Desa Nelayan direncanakan bakal terealisasi hingga akhir tahun 2026. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sebelumnya, Prabowo mencanangkan 5 ribu Desa Nelayan yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang, termasuk cold storage dan stasiun pengisian bahan bakar kapal nelayan. Hal ini ditujukan […]

  • realisasi

    Realisasi PNBP ATR/BPN Capai Rp 2,63 Triliun per 12 November 2025, Setara 82,12 Persen dari Target

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 2,63 triliun hingga 12 November 2025. Capaian ini setara 82,12 persen dari target PNBP tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah. Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menyampaikan bahwa hingga pertengahan November, tren penerimaan masih menunjukkan peningkatan […]

  • Pemkot Semarang Ajak Insinyur Berkolaborasi dalam Pembangunan Daerah

    Pemkot Semarang Ajak Insinyur Berkolaborasi dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang mengajak para insinyur untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui inovasi dan tata kota yang berdampak positif bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menghadiri Peresmian Kantor Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Semarang di Mutiara Arteri C5 pada Rabu (13/5/2026) lalu. […]

expand_less