Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • visibility 351

Kabarjatengterkini.com- Alam semesta diyakini bermula dari peristiwa kosmik luar biasa yang dikenal sebagai Big Bang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, para ilmuwan terus berupaya memahami perjalanan kosmos ini: dari bagaimana ia berevolusi, hingga ke mana arah akhirnya. Namun, pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta akan berakhir masih belum terjawab sepenuhnya. Kini, sebuah studi terbaru mengusulkan skenario yang mengejutkan: semesta bisa runtuh dalam waktu 33 miliar tahun ke depan, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Energi Gelap: Komponen Misterius yang Mengatur Nasib Semesta

Salah satu faktor penentu masa depan semesta adalah energi gelap, zat misterius yang diyakini mengisi sekitar 70 persen dari seluruh alam semesta. Energi gelap inilah yang dipercaya mendorong perluasan ruang dengan kecepatan yang terus meningkat.

Dalam model standar kosmologi saat ini, energi gelap dianggap sebagai konstanta kosmologis, yang berarti sifat dan kekuatannya tidak berubah seiring waktu. Jika anggapan ini benar, maka alam semesta akan terus mengembang hingga akhirnya mengalami kematian panas (heat death), di mana energi menyebar begitu luas sehingga tak ada lagi proses fisika berarti yang terjadi.

Namun, bagaimana jika energi gelap tidak stabil? Bagaimana jika kekuatannya berubah seiring waktu? Inilah yang menjadi fokus dalam studi terbaru yang dipublikasikan di arXiv, sebuah platform pre-print ilmiah.

Studi Baru: Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Penelitian ini mengusulkan bahwa energi gelap bukan hanya satu bentuk zat tetap, melainkan terdiri dari dua komponen:

  1. Sebuah konstanta kosmologis bernilai negatif, dan

  2. Energi dari partikel hipotetis bernama axion, yang juga diyakini berperan sebagai materi gelap.

Dalam model ini, meski semesta saat ini terus mengembang, namun pada titik tertentu gaya gravitasi akan mengalahkan energi gelap. Hasilnya adalah pembalikan arah ekspansi menuju keruntuhan total alam semesta, atau dikenal dengan istilah Big Crunch.

Para peneliti memprediksi bahwa keruntuhan ini bisa terjadi sekitar 33,3 miliar tahun dari sekarang. Artinya, semesta kita bahkan belum mencapai titik tengah dari total usianya jika model ini benar.

Apa Itu Big Crunch?

Big Crunch adalah salah satu teori tentang akhir alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa ekspansi semesta akan melambat, berhenti, lalu berbalik menjadi kontraksi besar-besaran. Segala sesuatu — galaksi, bintang, planet, hingga atom — akan ditarik kembali menuju satu titik super padat seperti kondisi awal semesta sebelum Big Bang.

Meskipun teori ini sempat populer, ia mulai kehilangan daya tarik setelah penemuan bahwa ekspansi semesta justru semakin cepat — fenomena yang dipicu oleh energi gelap. Namun, model baru yang melibatkan konstanta kosmologis negatif membuka kembali kemungkinan Big Crunch.

Alternatif Lain: Big Rip, Big Bounce, dan False Vacuum

Tentu saja, Big Crunch bukan satu-satunya kemungkinan tentang akhir alam semesta. Beberapa skenario lainnya mencakup:

  • Big Rip: Jika energi gelap ternyata semakin kuat seiring waktu, maka ia dapat merobek semua struktur di semesta, dari gugus galaksi hingga molekul terkecil, bahkan ruang-waktu itu sendiri.

  • Big Bounce: Dalam skenario ini, alam semesta mengalami siklus abadi: mengembang, lalu runtuh, dan mengembang kembali. Teori ini menarik karena menyiratkan semesta tidak punya awal maupun akhir absolut.

  • False Vacuum Decay: Ini adalah skenario paling ekstrem. Dalam teori fisika kuantum, semesta kita bisa berada dalam “keadaan vakum palsu”. Jika keadaan ini runtuh, maka akan terjadi gelembung kehancuran yang menyebar dengan kecepatan cahaya, menghancurkan semesta dalam sekejap — tanpa peringatan.

Masih Banyak Yang Belum Diketahui

Meskipun studi terbaru ini menambah wawasan menarik tentang kemungkinan masa depan semesta, penting untuk dicatat bahwa model ini belum melalui proses peer-review, dan masih bersifat teoritis. Banyak parameter di dalamnya masih spekulatif, terutama keberadaan dan peran partikel axion, yang hingga kini belum terdeteksi secara langsung.

Meski begitu, penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kita tentang alam semesta masih terus berkembang. Apa yang kita anggap “pasti” hari ini, bisa saja berubah di masa depan seiring kemajuan teknologi dan penemuan ilmiah.

Apakah Kita Harus Khawatir?

Dengan waktu 33 miliar tahun tersisa sebelum kemungkinan semesta runtuh, jelas bahwa peristiwa ini berada jauh di luar rentang waktu umat manusia. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana studi ini menunjukkan kompleksitas dan keajaiban semesta yang kita huni. Dan selama jawaban pasti belum ditemukan, pertanyaan tentang akhir alam semesta akan terus menjadi misteri paling menarik dalam ilmu kosmologi modern.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Terungkap praktik perdagangan ilegal yang memperjualbelikan satwa dilindungi. Belasan burung kasturi kepala hitam tanpa sertifikat diamankan pihak berwajib di wilayah Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Pengungkapan ini dilakukan oleh Direktur Reskrimsus Polda Jateng dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng di wilayah Pelabuhan Juwana, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Jumat (17/4/2026). “Pelaku melakukan […]

  • 100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sukoharjo, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 100 mahasiswa asal Sukoharjo berkesempatan memperoleh beasiswa pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah menggelontorkan anggaran Rp1,25 miliar untuk program ini. Artinya, masing-masing calon mahasiswa akan mendapatkan bantuan Rp12,5 juta Program ini terbagi menjadi dua kategori, yakni Penerima Penghargaan Baru untuk […]

  • Nilai Ekspor Ekraf Jawa Tengah Posisi Kedua Secara Nasional

    Nilai Ekspor Ekraf Jawa Tengah Posisi Kedua Secara Nasional

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Jawa Tengah menduduki posisi kedua secara nasional. Sementara, jumlah investasi sektor ekraf terbesar ketiga pada awal Tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, Jateng menyumbang ekspor ekraf hingga Rp53 miliar per Semester 1 2025. Sedangkan, investasi sektor ekraf jumlahnya Rp11,45 triliun pada periode yang sama, menurut Badan Koordinasi […]

  • Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kota Semarang

    MPP di Kota Semarang Tuai Apresiasi Dua Menteri, Pelayanan Cepat dan Bebas Pungli

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kota Semarang mendapatkan apresiasi langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyebutkan bahwa pihaknya terkesan dengan kecepatan dan keramahan petugas di MPP Kota Semarang. Terlebih, paling terpenting adalah pelayanan di sana bebas dari pungutan […]

  • fosil

    Penemuan Fosil Paus Purba Janjucetus dullardi Ungkap Evolusi Paus 25 Juta Tahun Lalu

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penemuan fosil paus purba berusia sekitar 25 juta tahun di pantai Australia membuka wawasan baru tentang evolusi paus yang awalnya bukanlah raksasa laut lembut seperti yang kita kenal sekarang. Spesies baru ini dinamai Janjucetus dullardi, seekor paus kecil namun buas yang menunjukkan bentuk adaptasi dan gaya hidup predator laut purba yang unik. Fosil […]

  • 41 Warga di 8 Kecamatan Demak Dapat Bantuan Perbaikan RTLH

    Puluhan Warga di 8 Kecamatan Demak Dapat Bantuan Perbaikan RTLH

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Demak, Kabarjatengterkini.com – Puluhan warga di delapan kecamatan yang ada di Demak mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Totalnya ada sebanyak 41 penerima manfaat yang mendapatkan bantuan senilai Rp15 juta. Bupati Demak Eisti’anah menjelaskan, bantuan ini disalurkan melalui program peningkatan kualitas perumahan. Harapannya, warga Demak memiliki rumah yang layak huni, sehingga berdampak pada […]

expand_less