Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • visibility 364

Kabarjatengterkini.com- Alam semesta diyakini bermula dari peristiwa kosmik luar biasa yang dikenal sebagai Big Bang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, para ilmuwan terus berupaya memahami perjalanan kosmos ini: dari bagaimana ia berevolusi, hingga ke mana arah akhirnya. Namun, pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta akan berakhir masih belum terjawab sepenuhnya. Kini, sebuah studi terbaru mengusulkan skenario yang mengejutkan: semesta bisa runtuh dalam waktu 33 miliar tahun ke depan, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Energi Gelap: Komponen Misterius yang Mengatur Nasib Semesta

Salah satu faktor penentu masa depan semesta adalah energi gelap, zat misterius yang diyakini mengisi sekitar 70 persen dari seluruh alam semesta. Energi gelap inilah yang dipercaya mendorong perluasan ruang dengan kecepatan yang terus meningkat.

Dalam model standar kosmologi saat ini, energi gelap dianggap sebagai konstanta kosmologis, yang berarti sifat dan kekuatannya tidak berubah seiring waktu. Jika anggapan ini benar, maka alam semesta akan terus mengembang hingga akhirnya mengalami kematian panas (heat death), di mana energi menyebar begitu luas sehingga tak ada lagi proses fisika berarti yang terjadi.

Namun, bagaimana jika energi gelap tidak stabil? Bagaimana jika kekuatannya berubah seiring waktu? Inilah yang menjadi fokus dalam studi terbaru yang dipublikasikan di arXiv, sebuah platform pre-print ilmiah.

Studi Baru: Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Penelitian ini mengusulkan bahwa energi gelap bukan hanya satu bentuk zat tetap, melainkan terdiri dari dua komponen:

  1. Sebuah konstanta kosmologis bernilai negatif, dan

  2. Energi dari partikel hipotetis bernama axion, yang juga diyakini berperan sebagai materi gelap.

Dalam model ini, meski semesta saat ini terus mengembang, namun pada titik tertentu gaya gravitasi akan mengalahkan energi gelap. Hasilnya adalah pembalikan arah ekspansi menuju keruntuhan total alam semesta, atau dikenal dengan istilah Big Crunch.

Para peneliti memprediksi bahwa keruntuhan ini bisa terjadi sekitar 33,3 miliar tahun dari sekarang. Artinya, semesta kita bahkan belum mencapai titik tengah dari total usianya jika model ini benar.

Apa Itu Big Crunch?

Big Crunch adalah salah satu teori tentang akhir alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa ekspansi semesta akan melambat, berhenti, lalu berbalik menjadi kontraksi besar-besaran. Segala sesuatu — galaksi, bintang, planet, hingga atom — akan ditarik kembali menuju satu titik super padat seperti kondisi awal semesta sebelum Big Bang.

Meskipun teori ini sempat populer, ia mulai kehilangan daya tarik setelah penemuan bahwa ekspansi semesta justru semakin cepat — fenomena yang dipicu oleh energi gelap. Namun, model baru yang melibatkan konstanta kosmologis negatif membuka kembali kemungkinan Big Crunch.

Alternatif Lain: Big Rip, Big Bounce, dan False Vacuum

Tentu saja, Big Crunch bukan satu-satunya kemungkinan tentang akhir alam semesta. Beberapa skenario lainnya mencakup:

  • Big Rip: Jika energi gelap ternyata semakin kuat seiring waktu, maka ia dapat merobek semua struktur di semesta, dari gugus galaksi hingga molekul terkecil, bahkan ruang-waktu itu sendiri.

  • Big Bounce: Dalam skenario ini, alam semesta mengalami siklus abadi: mengembang, lalu runtuh, dan mengembang kembali. Teori ini menarik karena menyiratkan semesta tidak punya awal maupun akhir absolut.

  • False Vacuum Decay: Ini adalah skenario paling ekstrem. Dalam teori fisika kuantum, semesta kita bisa berada dalam “keadaan vakum palsu”. Jika keadaan ini runtuh, maka akan terjadi gelembung kehancuran yang menyebar dengan kecepatan cahaya, menghancurkan semesta dalam sekejap — tanpa peringatan.

Masih Banyak Yang Belum Diketahui

Meskipun studi terbaru ini menambah wawasan menarik tentang kemungkinan masa depan semesta, penting untuk dicatat bahwa model ini belum melalui proses peer-review, dan masih bersifat teoritis. Banyak parameter di dalamnya masih spekulatif, terutama keberadaan dan peran partikel axion, yang hingga kini belum terdeteksi secara langsung.

Meski begitu, penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kita tentang alam semesta masih terus berkembang. Apa yang kita anggap “pasti” hari ini, bisa saja berubah di masa depan seiring kemajuan teknologi dan penemuan ilmiah.

Apakah Kita Harus Khawatir?

Dengan waktu 33 miliar tahun tersisa sebelum kemungkinan semesta runtuh, jelas bahwa peristiwa ini berada jauh di luar rentang waktu umat manusia. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana studi ini menunjukkan kompleksitas dan keajaiban semesta yang kita huni. Dan selama jawaban pasti belum ditemukan, pertanyaan tentang akhir alam semesta akan terus menjadi misteri paling menarik dalam ilmu kosmologi modern.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 139
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Delapan pompa dikerahkan di sejumlah titik imbas banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang. Jumlah tersebut bertambah dua pompa dari Balai PSDA Tegal dan Kudus, setelah sebelumnya sudah dikerahkan enam pompa. Dengan penambahan ini, pompa diperkirakan bisa menyedot air hingga 1.900 liter per second (LPS) dan akan diaktifkan selama 24 jam. Pengoperasian […]

  • Ribuan Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Usaha Rp3 Juta

    Ribuan Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Usaha Rp3 Juta

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1.750 mustahik di Jawa Tengah mendapatkan bantuan modal usaha. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp5,25 miliar, sehingga setiap penerima manfaat mendapatkan Rp3 juta. Ribuan penerima zakat tersebut tersebar di Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali. Bantuan dari Baznas Jateng ini merupakan stimulus untuk memperkuat usaha mikro masyarakat, agar lebih […]

  • Gelaran 10 Ribu Sambel Tumpang di Sragen Pecahkan Rekor Dunia

    Gelaran 10 Ribu Sambel Tumpang di Sragen Pecahkan Rekor Dunia

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Acara Festival Sambel Tumpang Nusantara 2026 di Sragen pecahkan rekor dunia kategori makan sambel tumpang terbanyak. Dalam acara ini, sepuluh ribu porsi sambel tumpang dibuat dan dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Sambel tumpang sendiri dikenal sebagai salah satu kuliner khas Kabupaten Sragen. Sehingga, acara yang digelar di halaman kantor Pemkab Sragen pada […]

  • Kantor BGN Digeledah Kejagung Tak Lama Setelah 3 Petinggi Dicopot

    Kantor BGN Digeledah Kejagung Tak Lama Setelah 3 Petinggi Dicopot

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta digeledah oleh petugas Kejaksaan Agung (Kejagung), pada hari ini, Rabu (3/6/2026). Penggeledahan dilakukan tak lama setelah sejumlah petinggi lembaga tersebut resmi dicopot. Plh. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mohammad Jeffry, mengatakan bahwa operasi dilakukan oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Terkait […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

    Pantau Tingkat Inflasi, Pemkot Semarang Minta Pedagang Jaga Kewajaran Harga

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memantau tingkat inflasi di wilayahnya selama Ramadan, khususnya jelang Idulfitri 1447 Hijriah. Sebelumnya, tingkat inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65 persen (year on year). Dalam forum High Level Meeting (HLM), pihaknya aktif membahas langkah-langkah pengendalian inflasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Wali Kota […]

  • semarang

    Pemkot Semarang Sigap Tangani Persoalan Sampah di TPS Muktiharjo Kidul

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak menangani persoalan sampah. Pasalnya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Muktiharjo Kidul dinilai sudah melebihi kapasitas. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng baru-baru ini. Diketahui, beberapa orang menyampaikan keluhan terkait bau tak sedap dan tumpukkan sampah yang mengganggu kenyamanan warga sekitar TPS Muktiharjo Kidul. Untuk menangani […]

expand_less