Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kepolisian Ungkap Dua Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah Bandung Barat

Kepolisian Ungkap Dua Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah Bandung Barat

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 54

Kabarjatengterkini.com- Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan eks Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan dua pelaku yang diketahui masih berusia di bawah umur.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyampaikan bahwa kedua pelaku telah ditangkap setelah sempat melarikan diri ke luar daerah. “Terkait penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku. Dua di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur dan ditangkap di Garut,” ujar Kapolres di Cimahi, Minggu (15/2/2026).

Penangkapan Pelaku di Garut

Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial YA (16) dan AP (17). Keduanya ditangkap di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor Cimahi bersama tim gabungan.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, setelah melakukan aksi pembunuhan, kedua pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya bergerak ke Garut. Upaya pelarian tersebut tidak berlangsung lama karena aparat telah mengantongi identitas dan jejak keberadaan mereka.

Kepolisian memastikan bahwa proses penangkapan berjalan lancar tanpa perlawanan berarti. Saat ini, kedua pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif dan peran masing-masing dalam kasus pembunuhan siswa SMP tersebut.

Kronologi Pembunuhan di Eks Kampung Gajah

Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan terjadi pada Senin (9/2/2026) sore. Menurut Kapolres, para pelaku sengaja mendatangi korban ke Bandung sebelum akhirnya melakukan tindakan keji tersebut di kawasan bekas tempat wisata Kampung Gajah.

“Korban tersebut dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung media sosial pada Jumat malam,” jelas AKBP Niko.

Lokasi penemuan jasad berada di area eks Kampung Gajah yang sudah tidak beroperasi lagi. Kawasan tersebut memang dikenal cukup sepi, sehingga diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menarik perhatian warga sekitar.

Penemuan jasad korban sendiri sempat mengejutkan masyarakat. Seorang saksi yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial secara tidak sengaja merekam keberadaan jasad tersebut pada Jumat malam. Video tersebut kemudian viral dan memicu respons cepat dari aparat kepolisian.

Rekayasa Isu Penculikan

Sebelumnya, korban yang berinisial ZAAQ dilaporkan menghilang sejak 9 Januari 2026. Kabar mengenai dugaan penculikan sempat beredar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Namun, hasil penyelidikan Kepolisian mengungkap fakta mengejutkan. Informasi tentang penculikan tersebut ternyata merupakan rekayasa yang dibuat oleh pelaku. Polisi menyebut ponsel korban sempat berada dalam penguasaan pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan.

“Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” ungkap Kapolres.

Langkah pelaku menyebarkan isu penculikan diduga bertujuan untuk mengalihkan perhatian serta mengaburkan jejak kejahatan yang telah dilakukan. Dengan menyebarkan narasi seolah-olah korban menjadi korban penculikan, pelaku berharap aparat dan masyarakat tidak langsung mencurigai tindak pembunuhan.

Motif Masih Didalami Kepolisian

Meski dua pelaku telah diamankan, Kepolisian masih terus mendalami motif di balik pembunuhan siswa SMP tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk keluarga dan rekan korban, masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang konflik yang terjadi.

Informasi awal yang beredar menyebutkan bahwa pembunuhan ini diduga dipicu persoalan hubungan pertemanan yang berakhir. Namun demikian, pihak Kepolisian belum memberikan kesimpulan final dan menegaskan bahwa seluruh fakta masih dalam proses pendalaman.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan pelaku dan korban yang sama-sama berusia remaja. Kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sistem peradilan anak karena kedua pelaku masih di bawah umur.

Komitmen Kepolisian Mengusut Tuntas

Kepolisian Resor Cimahi menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan di eks Kampung Gajah ini. Selain mengungkap motif, penyidik juga berupaya memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana informasi palsu dapat dimanfaatkan untuk menyesatkan publik.

Dengan tertangkapnya dua pelaku, diharapkan proses hukum dapat segera berjalan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya. Kepolisian juga menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penanganan kasus kekerasan yang melibatkan remaja, guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi /jatengprov

    Gubernur Jateng Usulkan Rp73 Triliun Lebih ke Pusat untuk Infrastruktur

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengusulkan sebanyak Rp73.111.486.749.850 ke pusat untuk membangun infrastruktur. Sejumlah infrastruktur yang diusulkan meliputi infrastruktur jalan, jembatan gantung, bendungan, irigasi, hingga penanganan rob di Sayung (Demak) melalui pembangunan giant sea wall sepanjang 20,2 km, kolam retensi, dan sistem pompa. Hal ini menandai keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar mendapatkan […]

  • purbalingga

    Optimalisasi Anggaran, Pemkab Purbalingga Rampingkan Jumlah OPD

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 138
    • 0Komentar

      Purbalingga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga bakal melakukan perampingan organisasi guna optimalisasi anggaran. Sebanyak 27 organisasi perangkat daerah (OPD) akan dikurangi menjadi hanya 23 instansi saja. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif mengatakan bahwa perampingan organisasi menjadi langkah strategis yang dilakukan pemkab dengan pertimbangan prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Dalam […]

  • alam semesta

    Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Alam semesta diyakini bermula dari peristiwa kosmik luar biasa yang dikenal sebagai Big Bang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, para ilmuwan terus berupaya memahami perjalanan kosmos ini: dari bagaimana ia berevolusi, hingga ke mana arah akhirnya. Namun, pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta akan berakhir masih belum terjawab sepenuhnya. Kini, sebuah […]

  • Ribuan Hektare Sawah di Jepara Gagal Panen, Kerugian Belum Bisa Diklaim Asuransi Pertanian

    Ribuan Hektare Sawah di Jepara Gagal Panen, Kerugian Belum Bisa Diklaim Asuransi Pertanian

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jepara, Kabarjatengterkini.com – Ribuan hektare sawah di Jepara gagal panen hingga terancam kerugian hingga Rp25,2 miliar karena bencana banjir yang melanda sejak pertengahan Januari 2026. Mirisnya, kerugian tersebut belum bisa diklaim lewat asuransi pertanian. Menurut data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara per 21 Januari, total lahan sawah terdampak banjir capai 3.921 hektare. […]

  • Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perundungan atau bullying di institusi pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak mental dan fisik korban, namun juga berdampak pada moral masyarakat. Menanggapi isu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng menggalakkan program Pondok Pesantren Ramah Anak. Program tersebut juga didukung oleh United Nations Children’s […]

  • Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Delapan pompa dikerahkan di sejumlah titik imbas banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang. Jumlah tersebut bertambah dua pompa dari Balai PSDA Tegal dan Kudus, setelah sebelumnya sudah dikerahkan enam pompa. Dengan penambahan ini, pompa diperkirakan bisa menyedot air hingga 1.900 liter per second (LPS) dan akan diaktifkan selama 24 jam. Pengoperasian […]

expand_less