Heboh Temuan Ulat Hidup pada Daun Selada Menu MBG PAUD di Boyolali
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 16 Jul 2026
- visibility 28

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan tak lama setelah kembali aktif beberapa waktu lalu. Kali ini terdapat temuan ulat pada daun selada menu MBG PAUD/KB Kids Fun Education, Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali.
Kejadian ini sempat terekam kamera dan videonya tersebar di media sosial. Tampak dalam video ulat yang masih hidup berjalan merambat di daun selada dan food tray MBG. Temuan serupa ternyata sudah terjadi sebanyak tiga kali.
“Tidak hanya kali ini saja. Sudah tiga kali ini,” ungkap pengelola PAUD/KB Kids Fun Education, Dewi Ritaningsih, dikutip Detik.
“Pertama kita ingatkan dulu, (temuan) yang kedua ditulis dilaporan. Karena setiap hari kita dikasih tulisan, hari ini menunya bagaimana, pendapat apa, ditulis di situ,” lanjut dia.
Menurutnya, hal ini perlu menjadi evaluasi karena temuan ulat di daun selada dikhawatirkan dikonsumsi oleh anak-anak.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Boyolali, M Syawalludin, mengatakan pihaknya sedang melakukan verifikasi di lapangan. Hasil verifikasi akan menjadi dasar pengambilan keputusan Satgas bagi Koordinator Wilayah dan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun SPPG.
“Sedang diverifikasi atas kondisi makanan antara Kepala SPPG dan jajaran/ahli gizi, pelapor bu Dewi, Pak Camat dan Puskesmas,” kata Syawalludin.
Sementara itu, Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, mengatakan bahwa pihaknya telah mengunjungi dapur MBG yang bersangkutan. Berdasarkan hasil klarifikasi, ulat tersebut masih tertinggal di selada karena proses pencucian kurang bersih.
“Ulat sayuran yang biasa terdapat di selada, karena pencucian yang kurang bersih,” kata Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, Rabu (15/7/2026).
Pihaknya turut memberikan rekomendasi bagi SPPG di Desa Gagaksipat agar menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait sayuran segar yang dikonsumsi tanpa pemanasan. Kemudian, pencucian selada dilakukan sesuai pedoman kementerian kesehatan RI.
Lalu, melakukan evaluasi pemasok bahan baku, menerapkan SOP penyimpanan bahan pangan, serta melakukan pelatihan dan refresh berkala pada seluruh penjamah makanan.
“Mau berbenah dan menerima dan melaksanakan rekomendasi untuk kesehatan dan kebaikan bersama. Meningkatkan kualitas sajian menu MBG,” imbau dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

