Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina di Usia 39 Tahun, Akhiri Era Emas La Albiceleste

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina di Usia 39 Tahun, Akhiri Era Emas La Albiceleste

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
  • visibility 10

Kabarjatengterkini.com- Lionel Messi resmi mengakhiri karier internasionalnya bersama tim nasional Argentina pada usia 39 tahun. Keputusan tersebut menutup perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade, dari seorang talenta muda penuh harapan hingga menjadi kapten, pemimpin, dan juara dunia bersama La Albiceleste.

Messi mengumumkan keputusan pensiun dari timnas Argentina pada Senin (31/8/2026). Melalui pesan emosional, megabintang tersebut mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan tim nasional terasa sangat berat. Namun, setelah mempertimbangkannya secara matang, Messi merasa waktunya bersama Argentina telah berakhir.

Selama membela Argentina, Messi mencatatkan 207 penampilan dan 125 gol. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina.

Keputusan pensiun Messi datang setelah perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekecewaan. La Albiceleste berhasil mencapai final, tetapi harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1.

Gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu menjadi penentu kemenangan Spanyol sekaligus memastikan Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia.

Pertandingan tersebut kemudian menjadi laga terakhir Messi bersama tim nasional.

Messi Sudah Memikirkan Pensiun Setelah Final

Meski pengumuman resmi baru disampaikan pada akhir Agustus, Messi ternyata telah memikirkan keputusan tersebut sejak beberapa hari setelah final Piala Dunia 2026.

Dalam pesan perpisahannya, Messi mengungkapkan bahwa dirinya telah menulis surat tersebut pada 21 Juli 2026, dua hari setelah Argentina kalah dari Spanyol.

Saat itu, Messi mulai menyadari bahwa perjalanan panjangnya bersama tim nasional mungkin telah memasuki babak terakhir.

Keputusan tersebut diakuinya sangat menyakitkan. Namun, Messi merasa telah memberikan seluruh kemampuan yang dimilikinya selama membela Argentina.

“Saya telah memberikan segala yang saya miliki. Saya tidak punya lagi yang bisa diberikan,” tulis Messi dalam pesan perpisahannya.

Ia menegaskan selalu berusaha memberikan penampilan terbaik setiap kali mengenakan seragam Argentina, baik ketika tim meraih kemenangan maupun saat harus menghadapi kegagalan.

Selain faktor usia dan kondisi fisik, Messi juga melihat munculnya generasi pemain muda sebagai alasan lain untuk mengakhiri karier internasionalnya.

Menurutnya, Argentina kini memiliki sejumlah pemain muda berbakat yang sudah layak mendapatkan kesempatan lebih besar untuk menjadi bagian dari masa depan tim nasional.

Kepergian Sang Ayah Memperkuat Keputusan Messi

Keputusan Messi semakin bulat setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada 8 Agustus 2026 setelah mengalami masalah kesehatan dalam waktu cukup lama.

Jorge merupakan salah satu sosok paling penting dalam perjalanan karier Lionel Messi. Ia tidak hanya berperan sebagai ayah, tetapi juga pernah menjadi agen dan mendampingi Messi sejak awal perjalanan kariernya di dunia sepak bola.

Kehilangan sang ayah memberikan pukulan emosional yang besar bagi Messi.

Dalam pesan perpisahannya, Messi mengenang perjalanan bersama sang ayah sekaligus mengungkapkan keinginannya untuk mempersembahkan trofi Piala Dunia terakhir kepadanya.

Namun, Argentina harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Spanyol.

Setelah kepergian sang ayah, Messi mengaku semakin yakin dengan keputusan untuk meninggalkan tim nasional.

Dari Kegagalan hingga Menjadi Juara Dunia

Perjalanan Messi bersama Argentina tidak selalu dipenuhi keberhasilan. Sebelum akhirnya mengangkat trofi senior, ia harus melewati sejumlah kegagalan menyakitkan di turnamen besar.

Messi pernah merasakan kekalahan di final Piala Dunia 2014 serta Copa America 2015 dan 2016. Rentetan kegagalan tersebut bahkan membuatnya sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 2016 sebelum akhirnya kembali.

Titik balik terjadi pada Copa America 2021. Messi akhirnya memenangkan trofi senior pertamanya bersama Argentina setelah mengalahkan Brasil di final.

Kesuksesan tersebut menjadi awal dari era emas Argentina.

Setelah Copa America 2021, Messi membawa Argentina memenangkan Finalissima 2022, kemudian mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Dua tahun berselang, Argentina kembali menjadi juara Copa America 2024.

Puncaknya tentu terjadi di Qatar. Messi mencetak dua gol pada final melawan Prancis dan kemudian membawa Argentina menang melalui drama adu penalti.

Gelar tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam karier internasional Messi sekaligus mengakhiri penantian panjang Argentina untuk kembali menjadi juara dunia.

Warisan Messi untuk Argentina

Kini, Lionel Messi meninggalkan timnas Argentina sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola negaranya.

Ia tidak hanya meninggalkan rekor 207 pertandingan dan 125 gol, tetapi juga warisan berupa sejumlah trofi bergengsi.

Messi berhasil mengubah perjalanan Argentina yang sebelumnya dipenuhi kegagalan di partai final menjadi salah satu periode paling sukses dalam sejarah modern La Albiceleste.

Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024 menjadi bukti nyata keberhasilan tersebut.

Kini, era Lionel Messi bersama tim nasional Argentina resmi berakhir.

Meski tidak lagi berada di lapangan, Messi memastikan dirinya tetap menjadi pendukung La Albiceleste. Ia mengucapkan terima kasih kepada keluarga, pelatih, rekan setim, staf, dan para suporter yang telah menemaninya selama lebih dari 20 tahun.

“Sekarang saya hanya akan menjadi salah satu dari kalian, mendukung dan menyemangati dari luar, melalui masa-masa baik maupun buruk,” tulis Messi.

Dengan keputusan tersebut, satu babak besar dalam sejarah sepak bola Argentina resmi ditutup. Lionel Messi pergi sebagai legenda, kapten, pencetak gol terbanyak, pemilik rekor penampilan terbanyak, dan juara dunia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! 6 Gunung Berstatus Siaga di Indonesia Saat Ini, Ada di Pulau Sumatera Hingga NTT

    Waspada! 6 Gunung Berstatus Siaga di Indonesia Saat Ini, Ada di Pulau Sumatera Hingga NTT

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ada enam gunung yang kini berstatus siaga atau berada di Level III. Gunung aktif tersebut tersebar di beberapa daerah, mulai dari Pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung berstatus siaga pertama adalah Anak Krakatau di Selat Sunda dan Lampung Selatan yang mengalami erupsi sejak Sabtu (5/9/2026) pagi. Akibat erupsi tersebut, abu vulkanik […]

  • Gunakan Pendekatan Collaborative Government, Pemprov Jateng Gandeng Lembaga Penyiaran

    Gunakan Pendekatan Collaborative Government, Pemprov Jateng Gandeng Lembaga Penyiaran

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 260
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemprov Jateng turut menggandeng lembaga penyiaran sebagai bentuk collaborative government. Pendekatan tersebut untuk edukasi masyarakat terkait program pemerintah, baik yang sudah berjalan maupun rencana ke depan. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan, lembaga penyiaran harus bisa menghadirkan semangat dan optimisme ke masyarakat. Akan lebih baik lagi jika Komisi Penyiaran Indonesia […]

  • Pakubuwono (PB) XIV Purboyo

    PB XIV Purboyo Kena Peringatan dari KGPA Tedjowulan, Dinilai Melawan Perintah

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Pakubuwono (PB) XIV Purboyo menerima surat peringatan dari Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan. Surat tersebut berisi peringatan terhadap tindakan PB XIV Purboyo yang dinilai melawan arahan pemerintah pusat. “Gusti Tedjowulan menyesalkan sikap dan tindakan Puruboyo yang terus-menerus melawan arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kebudayaan, untuk menahan diri, melakukan koordinasi, […]

  • pear cake

    5 Rahasia Pear Cake Versi Ringan, Teksturnya Lembut dan Rasanya Nggak Enek

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pear cake atau kue pir dikenal dengan teksturnya yang lembut, aroma buah yang segar, serta rasa manis alami yang tidak berlebihan. Kue ini cocok dijadikan camilan sehat di rumah, teman minum teh, atau hidangan spesial untuk keluarga. Kabar baiknya, pear cake juga bisa dibuat versi ringan lebih rendah gula dan lemak tanpa mengorbankan rasa. […]

  • pssi

    John Herdman Siapkan Dua Asisten Asing, PSSI Pastikan Pelatih Lokal Tetap Masuk Tim

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, dipastikan tidak bekerja sendirian dalam menakhodai skuad Garuda. PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) memastikan Herdman akan didampingi oleh sejumlah asisten pelatih, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur kepelatihan Timnas Indonesia agar lebih solid dan berkelanjutan. Ketua BTN […]

  • Kemensos Sudah Salurkan Rp4 Miliar ke Korban Banjir Jateng

    Kemensos Sudah Salurkan Rp4 Miliar ke Korban Banjir Jateng

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kementerian Sosial (Kemensos) RI telah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak banjir di Jawa Tengah, termasuk di Semarang dan sekitarnya. Adapun jumlah bantuan yang disalurkan mencapai Rp4 miliar. Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menjelaskan, bantuan itu berupa makanan siap saji, pakaian layak untuk lansia, makanan anak-anak, hingga obat-obatan. Selain itu, dibangun pula […]

expand_less