Portugal Lolos 16 Besar, Ronaldo Cetak Rekor Sejarah Baru
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4

Kabarjatengterkini.com– Tim Nasional Portugal sukses menyegel tiket kelolosan ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Kroasia secara dramatis dengan skor ketat 2-1 di Toronto, Kamis (2/7) waktu setempat.
Pertandingan yang berlangsung di bawah tatapan ribuan pasang mata ini menyuguhkan tensi tinggi yang luar biasa, di mana pemenang laga harus ditentukan hingga detik-detik akhir masa injury time.
Pemain pengganti, Goncalo Ramos, keluar sebagai pahlawan kemenangan bagi Selecao das Quinas lewat gol sundulannya yang sensasional pada menit ke-94, setelah memanfaatkan umpan silang matang yang dikirimkan oleh sang motor serangan, Rafael Leao.
Kemenangan krusial ini tidak hanya mengamankan jalan Portugal di turnamen, melainkan juga secara resmi mengakhiri perjalanan panjang nan emosional kapten legendaris Kroasia, Luka Modric, dalam upaya kelimanya—dan hampir pasti yang terakhir—di panggung tertinggi sepak bola sejagat raya.
Babak Pertama: Taktik Blok Rendah Roberto Martinez yang Alot
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, pertandingan langsung berjalan alot dan penuh dengan adu strategi di lini tengah. Pelatih Portugal, Roberto Martinez, di luar dugaan memilih pendekatan yang cukup pragmatis. Portugal lebih banyak bermain defensif dengan menerapkan skema blok rendah (low block) yang sangat rapat di area pertahanan mereka sendiri.
Strategi defensif ini memaksa para gelandang kreatif Kroasia berputar otak. Luka Modric dan Mateo Kovacic berulang kali mencoba mengalirkan bola ke sepertiga akhir lapangan, namun kedisiplinan barisan belakang Portugal membuat paruh pertama berakhir imbang tanpa gol. Skor kacamata 0-0 mengantar kedua tim ke ruang ganti dengan banyak catatan evaluasi.
Babak Kedua: Kejutan Perisic dan Respons Instan Empat Pergantian Pemain
Memasuki interval babak kedua, Kroasia langsung mengambil inisiatif serangan agresif demi memecah kebuntuan. Strategi yang diusung pelatih Zlatko Dalic terbukti jitu. Pada menit ke-53, publik Toronto bergemuruh ketika bek sayap Josip Stanisic berhasil melepaskan umpan silang akurat ke jantung pertahanan Portugal. Ivan Perisic yang bergerak bebas tanpa kawalan ketat langsung menyambut bola dengan penyelesaian sempurna untuk membawa Kroasia memimpin 1-0.
Tertinggal satu gol dalam laga hidup-mati memaksa Roberto Martinez bergerak cepat. Tak mau membuang waktu, sang juru taktik asal Spanyol tersebut langsung melakukan keputusan ekstrem pada menit ke-60 dengan memasukkan empat pemain baru secara bersamaan dari bangku cadangan. Salah satu pergantian krusial tersebut adalah memasukkan striker muda bertalenta, Goncalo Ramos.
Langkah berani Martinez langsung mengubah jalannya permainan. Intensitas serangan Portugal meningkat drastis. Tekanan demi tekanan memaksa lini belakang Kroasia melakukan kesalahan. Pada menit ke-68, petaka menghampiri Kroasia ketika bek muda Renato Veiga dijatuhkan secara keras oleh Marin Pongracic di dalam kotak terlarang. Setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit tanpa ragu menunjuk titik putih untuk Portugal.
Rekor Bersejarah Sang Megabintang Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo yang maju sebagai algojo penalti mengemban beban berat di pundaknya. Dengan ketenangan luar biasa, kapten berusia 41 tahun tersebut melepaskan sepakan mendatar yang mengecoh penjaga gawang Kroasia, sekaligus mengubah skor menjadi sama kuat 1-1.
Gol penalti ini bermakna ganda dan melahirkan sejarah baru di kancah sepak bola dunia:
-
Gol Fase Gugur Perdana: Ini merupakan gol pertama yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo di fase gugur (knockout stage) sepanjang enam kali keikutsertaannya dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
-
Rekor Pemain Tertua: Tampil sejak menit awal (starter) dalam laga krusial ini secara resmi menahbiskan pemilik lima gelar Ballon d’Or tersebut sebagai pemain tertua yang pernah merumput di fase gugur Piala Dunia.
Meskipun kedudukan kembali seimbang, Kroasia tidak menurunkan intensitas serangan dan tetap mendominasi sektor lini tengah. Sadar akan kerentanan timnya dari gempuran balik, Martinez kembali membuat keputusan taktis yang tidak biasa. Pada menit ke-81, ia menarik keluar Ronaldo dan menggantikannya dengan gelandang bertahan Ruben Neves guna mempertebal tembok pertahanan di sektor tengah yang terus dieksploitasi oleh Modric cs.
Puncak Drama: Sundulan Ramos, Sensor Bola, dan Hujan Botol Suporter
Ketika pertandingan tampak seolah-olah akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu (extra time), drama sesungguhnya tersaji di masa injury time. Tepat pada menit ke-94, serangan balik kilat yang dibangun Portugal sukses membongkar pertahanan Kroasia. Rafael Leao mengirimkan umpan silang lambung manja ke tiang jauh yang langsung disambar oleh sundulan mematikan Goncalo Ramos. Bola menghujam deras merobek jala gawang Kroasia, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Portugal.
Namun, ketegangan belum berakhir di sana. Pada menit ke-103, kubu Kroasia mengira mereka telah berhasil menyamakan kedudukan secara dramatis menjadi 2-2 lewat sontekan bek tangguh Josko Gvardiol memanfaatkan kemelut di depan gawang. Gol tersebut merayakan kegembiraan luar biasa di bangku cadangan Kroasia sebelum wasit meniup peluit tanda peninjauan VAR yang panjang.
Di sinilah teknologi mutakhir berbicara. Dibantu oleh teknologi sensor presisi tinggi yang tertanam di dalam bola resmi Piala Dunia 2026, VAR mendeteksi adanya sentuhan mikro (tipis) dari kepala Igor Matanovic. Sentuhan tersebut secara otomatis membuat posisi Mario Pasalic berada dalam posisi offside sesaat sebelum ia menyodorkan umpan pendek kepada Gvardiol, yang bolanya sempat mengenai kepala pemain Portugal Renato Veiga. Alhasil, gol penyeimbang Kroasia pun resmi dianulir oleh wasit.
Keputusan pembatalan gol kontroversial di menit berdarah ini memicu amarah besar dari para suporter Kroasia yang memadati stadion. Kecewa dengan keputusan tersebut, oknum suporter mulai melemparkan botol minuman dan berbagai benda asing ke dalam lapangan. Diiringi siulan protes yang memekakkan telinga, laga sempat tertunda beberapa saat demi alasan keamanan pemain sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Menuju Babak Selanjutnya: Derby Iberia Melawan Spanyol
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiupkan oleh wasit, papan skor tetap tidak berubah. Kemenangan dramatis 2-1 ini memastikan langkah kokoh langkah Portugal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Namun, perayaan kelolosan ini tidak bisa dilakukan terlalu lama. Ujian yang jauh lebih berat sudah menanti anak asuh Roberto Martinez di babak berikutnya. Portugal dijadwalkan akan menantang rival abadi satu semenanjung mereka, Spanyol, dalam laga bertajuk Derby Iberia yang akan digelar pada Senin (6/7) mendatang. Pertandingan tersebut dipastikan bakal menyedot perhatian jutaan pasang mata pencinta sepak bola di seluruh penjuru dunia.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

