Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Debit Air Waduk Seloromo Menyusut Signifikan, Operator Setop Irigasi ke Sawah

Debit Air Waduk Seloromo Menyusut Signifikan, Operator Setop Irigasi ke Sawah

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 5

Pati, Kabarjatengterkini.com – Waduk Seloromo di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, terancam kekeringan. Pasalnya, penyusutan debit air jumlahnya cukup signifikan hingga melebihi batas minimal yang ditentukan.

Volume air di Waduk Seloromo saat ini hanya tinggal 200 ribu meter kubik dari kapasitas 9 juta meter kubik. Kondisi ini mendorong pihak operator menyetop saluran irigasi ke ribuan sawah petani sejak 6 Oktober 2026 lalu.

“Untuk kondisi waduk sekarang ini volume air tinggal 200 ribu meter kubik. Dari kapasitas 9 juta meter kubik,” kata operator Waduk Seloromo Gembong, Pati, Susanto, Kamis (15/10/2026), dikutip Detik.

“Sudah tidak ada penggelontoran air ke pertanian lagi. Terakhir dilakukan penggelontoran air pada 6 Oktober 2026,” lanjut dia.

Ia menjelaskan, cadangan air di dalam waduk minimal 500 ribu meter kubik, namun kini tinggal 200 meter kubik. Kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2022, Waduk Seloromo pernah mengalami kekeringan parah hingga debit air hanya tersisa 150 ribu meter kubik.

“Untuk pembahasan tanggul minimal 500 ribu meter kubik. Kemarin ada permintaan petani untuk mengairi supaya padi bisa dipanen, sehingga debit air berkurang menjadi 200 ribu meter kubik,” jelas Susanto.

“Kondisi seperti ini dulu tahun 2022 kejadian seperti ini dan kejadian lebih parah pada tahun 2022 akhir. (Waktu) Itu pembasahan di dasar waduk tinggal 150 ribu meter kubik,” terang dia lagi.

Debit air di waduk dikhawatirkan terus berkurang jika tidak segera turun hujan, bahkan mengancam kebutuhan irigasi petani. Padahal, biasanya air di waduk mampu mengari lahan persawahan di lima kecamatan, di antaranya Gembong, Margorejo, Pati, Tlogowungu, dan Wedarijaksa.

“Untuk perkiraan akan ada penguapan air, jadi volume terus berkurang, dan diperkirakan akan menjadi 150 ribu meter kubik lah,” jelasnya.

“Permintaan (penggelontoran air) dari petani ada, tapi kami setop, karena untuk menjaga kondisi keamanan waduk itu sendiri,” jelasnya. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Rp210 Juta Disalurkan kepada Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal

    Bantuan Rp210 Juta Disalurkan kepada Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com –  Total bantuan sebanyak Rp210 juta disalurkan untuk percepatan penanganan pascabencana tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Penyaluran bantuan tersebut dikoordinasikan antara Pemprov Jateng dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya juga meminta Bupati Tegal untuk rutin menyampaikan perkembangan kondisi di lapangan. “Sudah sekitar Rp210 juta, sudah kita geser ke lokasi tanah […]

  • Kemenkes Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    Menkes RI Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tingkat penularan campak diperkirakan bisa enam kali lebih tinggi dari virus Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menyebutkan bahwa campak merupakan penyakit yang paling mudah menular. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dengan membandingkan penularan campak dengan Covid-19. Menurutnya, pasien Covid-19 bisa menularkan virus kepada 3-4 orang sekaligus, sedangkan campak bisa […]

  • Warga Batang Dipidanakan karena Ubah Sawah Jadi Tambak Udang

    Warga Batang Dipidanakan karena Ubah Sawah Jadi Tambak Udang

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Warga Desa Sembojo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, inisial AMP (28) jadi tersangka buntut mengubah lahan sawah jadi tambak udang. Aksi tersebut dipidanakan karena sawah yang diubah peruntukannya merupakan lahan sawah dilindungi (LSD). Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Tengah, Kombes Djoko Julianto, menyebutkan tambak udang ilegal itu dibangun di LSD wilayah Dukuh […]

  • Sebanyak 13 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Jateng

    Sebanyak 13 Sekolah Rakyat Resmi Beroperasi di Jateng

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 248
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Terhitung sudah ada 13 Sekolah Rakyat yang resmi beroperasi di wilayah Jawa Tengah. Sekolah Rakyat merupakan program akses pendidikan secara gratis, diperuntukkan kepada anak yang berasal dari golongan miskin dan miskin ekstrem. Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono mengatakan, program ini hadir sebagai komitmen dan langkah strategis pemerintah untuk memutus rantai […]

  • Puluhan Atap Bangunan dan Kios Pasar Karangpandan Rusak Diterjang Angin Kencang

    Puluhan Atap Bangunan dan Kios Pasar Karangpandan Rusak Diterjang Angin Kencang

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Karanganyar, Kabarjatengterkini.com – Puluhan bangunan terdampak angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Karangpandan beberapa waktu lalu. Bangunan-bangunan tersebut meliputi rumah warga hingga kios di Pasar Karangpandan. Adapun empat desa yang terdampak yakni Desa Karangpandan, Desa Ngemplak, Desa Domplang, dan Desa Gerdu. Diketahui, angin puting beliung menerjang wilayah tersebut pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 16.45 […]

  • Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak empat warga Brebes dinyatakan positif campak menurut pemeriksaan laboratorium. Temuan kasus campak ini diiringi dengan peningkatan suspek pada beberapa hari terakhir, yakni dari 197 orang menjadi 202 orang. “Dicurigai kasus campak atau suspek per hari ini 202 kasus. Di hari kemarin (Selasa) ada 197. Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus […]

expand_less