Ratusan Penerima Bansos di Jateng Dicoret Buntut Indikasi Judol
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 6

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Ratusan ribu nama dicoret dari data penerima bantuan sosial (bansos) karena adanya temuan aktivitas judi online (judol).
Saat ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah (Dinsos Jateng) masih melakukan rekapitulasi jumlah data, namun setidaknya sudah ada 163.839 rekening terindikasi judol. Jumlah tersebut kemungkinan bertambah karena masih merupakan data sementara.
“Data sementara yang masuk sejumlah 163.839. Dan ini masih terus bergerak karena belum semuanya masuk ke provinsi,” kata Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial (Dinsos) Jateng, Elliya Chariroh, Kamis (3/8/2026), dikutip Detik.
Menurutnya, tidak semua nama itu terbukti bermain judol, mengingat maraknya kasus pemalsuan data. Maka dari itu, seluruh data perlu diverifikasi dan diklarifikasi untuk mengetahui pihak yang benar-benar bermain judol atau hanya korban dari orang tak bertanggung jawab.
“Itu secara nasional dalam pemadanan data penerima bansos tahap 2, April-Juni 2026. Data itu tidak hanya mencakup penerima bansos yang terindikasi, tapi juga anggota dalam satu KK yang terdeteksi melakukan aktivitas judol,” ungkapnya.
Sementara itu,Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengimbau agar masyarakat menjaga data pribadi, terutama KTP dan nomor HP. Jangan sampai data-data tersebut digunakan orang lain untuk melakukan pinjaman online atau judi online.
“Memang ini yang penting, satu data itu penting, harus kita jaga juga sama-sama,” kata Gus Yasin.
“Biasanya masyarakat itu nggak tahu datanya dipakai judol orang lain, datanya juga ada yang dipinjam untuk pinjaman online lalu tidak bertanggung jawab,” ujarnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

