Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Penurunan Muka Tanah di Pesisir Semarang Capai 10 Sentimeter per Tahun

Penurunan Muka Tanah di Pesisir Semarang Capai 10 Sentimeter per Tahun

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 86

Kabarjatengterkini.com – Penurunan muka tanah (land subsidence) di sejumlah wilayah pesisir Semarang mencapai 10 sentimeter per tahun. Ini turut menjadi perhatian pemerintah pusat lantaran berdampak pada meningkatnya potensi bencana rob.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH), Muhammad Jumhur Hidayat. Ia menyebutkan, kenaikan muka laut regional mencapai 2,1 milimeter per tahun, sedangkan penurunan muka tanah bisa mencapai 100 milimater.

“Kenaikan muka laut regional di lepas pantai Semarang tercatat hanya sekitar 2,1 milimeter per tahun. Namun yang menjadi anomali mematikan laju penurunan muka tanah,” ucapnya, Selasa (2/6/2026), dikutip Detik.

“Di kawasan Semarang muka tanah atau land subsidence mencapai 0,01-0,15 cm per tahun, bahkan mencapai sekitar 100 milimeter per tahun di beberapa titik kritis di Semarang Utara,” lanjutnya.

Itu menunjukkan muka tanah lebih cepat turun puluhan kali lipat dibandingkan naiknya permukaan air laut. Kondisi ini berpotensi muka laut naik drastis karena daratan justru tenggelam (relative sea level rise).

Hal ini bukan fenomena alamiah, melainkan dampak dari ekstrasi air tanah berlebihan untuk keperluan industri, beban konsumsi tanah alluvial, dan perubahan tata ruang.

“Penurunan muka tanah ini tidak terjadi secara alamiah. Ini harga mahal yang harus kita bayar dari masifnya ekstraksi air tanah berlebihan untuk kepentingan industri, beban konsumsi pada tanah aluvial yang lunak serta perubahan tata ruang yang menghilangkan area resapan air,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan giant sea wall bukan satu-satunya upaya untuk menangani permasalahan banjir rob di kawasan tersebut. Ia mengatakan, persoalan terkait penurunan muka tanah di daratan harus dibenahi.

“Giant Sea Wall dapat menjadi bagian penting dari strategi perlindungan Pantura. Tetapi dia bukanlah satu-satunya solusi,” tegasnya.

“Jika kita hanya membangun dinding beton raksasa di pesisir tanpa menghentikan ekstraksi air tanah secara masif dan tanpa membenahi tata ruang hidrologis di daratan, maka tanggul tersebut pada akhirnya akan ikut ambles bersama tanah yang menopangnya,” katanya.

Terkait hal tersebut, Kementerian LH pun menyiapkan Peraturan Menteri tentang water farming dan rehabilitasi mangrove. Water farming merupakan upaya untuk mengembalikan cadangan air ke dalam tanah sebagai kompensasi atas pengambilan air tanah oleh industri maupun bangunan skala besar, sedangkan mangrove dilakukan untuk perlindungan pesisir.

Sebagai informasi, wacana pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa dilakukan sepanjang kurang lebih 575 kilometer. Bangunan ini akan membentang dalam 15 segmen dari Banten hingga Jawa Timur. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto : Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Buka Setiap Hari, Warga Rembang Diajak Nikmati Layanan Baca di Perpustakaan Umum

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah diajak menikmati layanan baca secara gratis di Perpustakaan Umum Rembang. Tempat itu buka dari hari Senin sampai Minggu. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan menyampaikan setiap hari Senin sampai Kamis layanan baca di Perpustakaan Umum buka mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Hal itu juga […]

  • kuhp baru

    Resmi Berlaku, KUHP Baru Dinilai Lebih Keras dari Hukum Kolonial Belanda

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi berlaku mulai Jumat, 2 Januari 2026. Pemberlakuan regulasi pidana nasional ini menandai berakhirnya penggunaan Wetboek van Strafrecht (WvS), hukum pidana warisan kolonial Belanda yang telah digunakan selama puluhan tahun di Indonesia. Namun, meski telah disahkan sejak 2022, kehadiran KUHP baru justru menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, […]

  • Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, tentang gerbong khusus wanita dipindah ke bagian tengah kereta, sedangkan laki-laki di ujung rangkaian. Usulan tersebut muncul usai peristiwa kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang menewaskan 15 penumpang. Menurutnya, penyebab seluruh korban berjenis kelamin wanita karena gerbong khusus perempuan […]

  • trump

    Geger Klaim Trump Bisa Habisi Pelayat Khamenei, Iran Membalas: Anda Tak Punya Kehormatan!

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com-Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik nadir. Baru-baru ini, Kedutaan Besar Iran di Armenia melayangkan reaksi keras terhadap pernyataan jumawa yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Reaksi menohok dari korps diplomatik Teheran ini menyusul klaim sepihak Trump yang sesumbar bahwa militer AS bisa saja “menghabisi semua orang” […]

  • kabut

    Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Supadio Pontianak, Sejumlah Pesawat Delay

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Kalimantan Barat. Kondisi tersebut berdampak pada operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak pada Senin (31/8/2026), setelah jarak pandang di sekitar bandara mengalami penurunan. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mengonfirmasi sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi visibility yang […]

  • Foto : Kepala DLH Kabupaten Rembang, Ika Himawan Affandi. (Sumber: Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    DLH Rembang Imbau Masyarakat untuk Pilah Sampah di Tingkat Rumah

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah. Hal itu disampaikan oleh Kepala DLH Kabupaten Rembang, Ika Himawan Affandi. Ia menjelaskan bahwasannya sampah dari tingkat rumah tidak keseluruhan harus dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Yang paling bagus yang […]

expand_less