Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bocah 7 Tahun Korban Kekerasan Ayah di Pasar Kebayoran Lama Mulai Pulih, Berat Badan Naik dan Sudah Bisa Makan

Bocah 7 Tahun Korban Kekerasan Ayah di Pasar Kebayoran Lama Mulai Pulih, Berat Badan Naik dan Sudah Bisa Makan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 364

Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kondisi bocah perempuan berusia 7 tahun yang ditemukan dalam keadaan memprihatinkan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kini menunjukkan perkembangan positif. Anak malang yang sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan oleh ayah kandungnya itu kini tengah dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dan sudah mulai membaik.

Berdasarkan keterangan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr. Prima Heru Yulihartono, berat badan bocah tersebut mengalami kenaikan signifikan sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit.

“Jadi anak tersebut sudah membaik. Dulu masuk ke sini berat badannya 9,3 kilogram, sekarang sudah naik menjadi 11 kilogram dan sudah bisa makan,” ujar Prima kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Alami Dua Patah Tulang, Sudah Berhasil Dioperasi

Selain mengalami kekurangan gizi, hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa korban mengalami dua patah tulang, yakni di bagian rahang bawah dan lengan atas. Beruntung, kedua kondisi tersebut telah ditangani melalui prosedur operasi dan kini memasuki masa pemulihan.

“Kemarin kan ada patah tulang lengan atas dan rahang bawah, dan keduanya sudah berhasil kami operasi. Sekarang tinggal pemulihan, dan sudah bisa berkomunikasi lebih baik,” jelas Prima.

Operasi pada rahang bawah sangat membantu korban dalam proses makan dan berbicara. Saat ini, komunikasi korban dinyatakan cukup baik untuk anak seusianya, meskipun masih dalam pengawasan tim medis dan psikolog rumah sakit.

Sempat Demam Karena Banyak Penjenguk, Kini Diisolasi

Meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini membuat banyak pihak ingin menjenguk korban. Namun, karena daya tahan tubuh anak masih lemah, ia sempat mengalami demam ringan akibat terlalu banyak pengunjung yang datang.

“Karena banyak yang menunggui dan mengunjungi, kondisi tubuhnya sempat naik suhunya. Jadi sekarang kami isolasi sementara agar anak bisa lebih nyaman dan tidak kepanasan,” tambah Prima.

Setelah dilakukan isolasi sementara, kondisi suhu tubuh bocah tersebut kembali stabil dan saat ini dalam keadaan baik.

Identitas dan Keluarga Masih Terus Diselidiki

Salah satu tantangan dalam penanganan kasus ini adalah pengakuan anak yang masih berubah-ubah soal identitas keluarganya. Meski ada pihak yang mengaku sebagai kerabat atau keluarga, pengakuan dari anak masih belum konsisten.

“Kadang dia menyebut seseorang sebagai kakek, kadang sebagai ayah. Jadi kami masih berusaha untuk mengonfirmasi identitas sebenarnya,” jelas Prima.

Koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pun terus berjalan secara intensif. Pihak rumah sakit juga bekerja sama dengan tim kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini dan mencari tahu identitas pelaku sebenarnya.

“Koordinasi dengan KemenPPPA masih berjalan baik. Dari Reskrim juga sedang mengidentifikasi pelaku kekerasan,” imbuhnya.

Kronologi Penemuan: Ditemukan Lemas dan Kurus di Pasar

Anak ini pertama kali ditemukan oleh petugas Satpol PP dalam kondisi lemah dan tubuh sangat kurus. Ia tergeletak di lantai Pasar Kebayoran Lama, tanpa orang dewasa yang mendampingi. Setelah diselamatkan, korban dibawa ke Puskesmas Cipulir 2, kemudian dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.

Dugaan sementara, anak ini mengalami kekerasan saat berada di Surabaya, lalu dibawa ke Jakarta dan ditinggalkan oleh ayah kandungnya. Namun, identitas dan keberadaan orang tua korban masih menjadi misteri hingga kini.

Pihak Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki kasus ini. Mereka juga membentuk tim gabungan untuk mencari pelaku dan menelusuri riwayat kekerasan yang dialami anak tersebut.

Perlindungan Anak Jadi Sorotan

Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya perlindungan anak di tengah masyarakat. Pemerintah dan aparat hukum didorong untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang melibatkan anak sebagai korban.

Diharapkan, setelah pulih secara fisik, korban juga mendapatkan pendampingan psikologis dan perlindungan hukum agar dapat kembali menjalani hidup yang lebih aman dan sehat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • jampidsus

    Isu Desakan Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur Menguat, Benarkah Ada Arahan Presiden Prabowo?

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Pusaran polemik yang menimpa Korps Adhyaksa kian memanas. Buntut dari rangkaian penggeledahan tim gabungan Polri di 12 titik terpisah, isu desakan agar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mundur dari jabatannya kini menggelinding bak bola salju. Terlebih lagi, santer beredar kabar bahwa dorongan untuk menanggalkan jabatan tersebut datang langsung dari Presiden […]

  • Mitigasi Tanah Longsor, Pemprov Jateng Relokasi Warga Bawang dan Pringamba Banjarnegara

    Mitigasi Tanah Longsor, Pemprov Jateng Relokasi Warga Bawang dan Pringamba Banjarnegara

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 159
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Puluhan rumah dibangun sebagai upaya relokasi sejumlah warga Dusun Bawang dan Pringamba, Desa Aribaya, Kecamatan Pagetan, Kabupaten Banjarnegara. Pasalnya, kawasan tersebut rawan terjadi bencana tanah longsor. Rinciannya, 36 unit rumah direlokasi sekitar satu kilometer jaraknya dari lokasi lama. Lokasi tersebut dipilih karena tanahnya dinilai lebih stabil dan jauh dari tebing. Sebanyak 29 […]

  • Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali mendapatkan predikat sebagai Provinsi Layak Anak (Provila). Predikat ini telah diperoleh sebanyak empat kali setiap tahun secara berturut-turut. “Alhamdulillah, kami kembali mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak, selama empat tahun berturut-turut,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Auditorium Kantor Kementerian Agama, Jakarta pada Jumat (8/8/2025) malam. Pemerintah […]

  • kpk

    KPK Laporkan ke DPR, Pengembalian Aset Korupsi Tembus Rp1,53 Triliun

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengoptimalkan upaya pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi ke kas negara. Hingga saat ini, total nilai aset yang berhasil dikembalikan KPK mencapai Rp1,531 triliun. Angka tersebut menjadi bukti konkret kontribusi lembaga antirasuah dalam mendukung keuangan negara sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku korupsi. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pengembalian […]

  • nilai tukar

    Nilai Tukar Rupiah 2025: Pernah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Kronologi dan Faktor Penyebabnya

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Tahun 2025 menjadi periode yang penuh gejolak bagi perekonomian Indonesia. Di tengah ketidakpastian global yang kian menekan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak liar bak roller coaster. Mata uang Garuda bahkan sempat terpuruk hingga menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS, mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah dan melampaui krisis moneter 1998. […]

  • tentara

    WNI Jadi Tentara Asing Kehilangan Kewarganegaraan Secara Otomatis, Tegas Menkumham Supratman

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbukti menjadi tentara di negara asing akan kehilangan kewarganegaraan secara otomatis. Pernyataan ini disampaikan menyusul kasus Satriya Arta Kumbara, seorang eks marinir Indonesia yang diduga menjadi tentara bayaran di luar negeri. “Saya tegaskan, jika seorang […]

expand_less