Waspada! Demam dan Radang Tenggorokan Bisa Picu Penyakit Jantung Reumatik
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- visibility 84

Kabarjatengterkini.com- Demam dan sakit tenggorokan yang dianggap “biasa” ternyata dapat berkembang menjadi kondisi serius yakni Penyakit Jantung Reumatik (PJR) sebuah penyakit jantung yang timbul sebagai komplikasi dari Demam Rematik Akut (DRA) akibat infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Group A Streptococcus).
Artikel berikut akan menguraikan bagaimana proses ini terjadi, siapa yang berisiko, data terkini, serta langkah pencegahan penting.
Apa Itu Penyakit Jantung Reumatik dan Bagaimana Mulai Munculnya
Penyakit Jantung Reumatik (PJR) adalah kondisi kerusakan katup jantung secara permanen yang timbul akibat demam rematik akut yaitu reaksi autoimun tubuh terhadap infeksi tenggorokan atau kulit oleh bakteri Streptococcus Group A.
Infeksi awal biasanya berupa radang tenggorokan (strep throat) atau dalam beberapa kasus infeksi kulit (termasuk impetigo) pada anak-anak.
Bila infeksi tersebut tidak ditangani dengan baik atau sering berulang, tubuh dapat mengalami demam rematik yang kemudian bisa menimbulkan kerusakan katup jantung — itulah yang kemudian disebut PJR.
Menurut data World Health Organization (WHO), diperkirakan lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan PJR, dan penyakit ini menewaskan sekitar 360.000 orang setiap tahun, terutama di negara berpenghasilan rendah hingga menengah.
PJR memang dapat muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal pada banyak kasus, kerusakan katup jantung baru terdeteksi saat dewasa meskipun infeksi tenggorokan terjadi saat anak-anak.
Proses Dari Demam Ringan Menjadi PJR
- Infeksi awal – Anak atau remaja mengalami radang tenggorokan akibat Streptococcus pyogenes. Gejalanya bisa berupa demam, sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar di leher.
- Kurang tertangani – Bila infeksi tidak diobati dengan antibiotik secara tepat, bakteri tetap ada atau sering kambuh.
- Demam Rematik Akut (DRA) – Sekitar 1–3 % orang yang tidak ditangani dengan baik bisa mengembangkan DRA. Pada fase ini, tubuh melakukan respons autoimun yang menyerang jaringan sendiri — termasuk jantung, sendi, kulit, dan otak.
- Kerusakan Katup Jantung – Akibat dari DRA yang berulang atau berat, katup jantung mengalami peradangan kronis, jaringan parut, penyempitan atau kebocoran (stenosis atau regurgitasi). Inilah yang dikenal sebagai Penyakit Jantung Reumatik.
- Kompilasi Jantung – Kerusakan katup mempengaruhi fungsi jantung, mengarah pada gagal jantung, aritmia, stroke, atau kematian dini.
Siapa yang Berisiko dan Kenapa Masih Terjadi
PJR terutama ditemukan pada anak usia 5-15 tahun, namun akibatnya bisa muncul di usia dewasa.
Faktor-faktor risiko utama meliputi:
- Infeksi strep yang tidak ditangani atau sering kambuh.
- Kondisi sosial-ekonomi yang buruk: kepadatan rumah, sanitasi buruk, akses kesehatan terbatas.
- Tinggal di negara berpenghasilan rendah atau menengah di mana program skrining dan pengobatan belum optimal.
Misalnya, sebuah laporan di Australia menunjukkan bahwa komunitas Penduduk Asli di wilayah terpencil dengan kepadatan tinggi memiliki angka DRA dan PJR sangat tinggi — menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan sosial sangat berpengaruh.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Pada tahap awal (DRA) seseorang mungkin mengalami:
- Demam dan sakit tenggorokan yang awalnya dianggap “biasa”.
- Nyeri, bengkak, kemerahan sendi terutama lutut, pergelangan kaki, siku.
- Ruam kulit, nodul bawah kulit, gerakan tak terkendali (Sydenham’s chorea) pada beberapa kasus.
Pada tahap PJR yang sudah lanjut, gejalanya bisa berupa: - Napas pendek, terutama saat beraktivitas atau saat berbaring.
- Kelelahan berlebihan, detak jantung tak teratur, pembengkakan perut/ tungkai.
- Nyeri dada atau sesak yang makin sering.
Data Global & Dampak Kesehatan
- Sekitar 55 juta orang hidup dengan PJR di seluruh dunia.
- Lebih dari 300.000 kematian setiap tahun akibat PJR.
- PJR menyumbang ~2 % dari seluruh kematian akibat penyakit jantung di dunia.
- Di beberapa daerah dengan akses kesehatan terbatas, angka kejadian DRA terus tinggi dan kerusakan jantung mulai di usia muda.
Pencegahan & Penanganan
Menariknya, PJR sangat bisa dicegah — selama infeksi strep ditangani cepat dan lingkungan risiko dikurangi. Berikut strategi penting:
- Deteksi dini dan pengobatan radang tenggorokan oleh Streptococcus dengan antibiotik yang tepat.
- Pencegahan berulang pada orang yang sudah pernah DRA dengan pemberian antibiotik profilaksis secara rutin.
- Perbaikan kondisi sosial-ekonomi seperti rumah tidak padat, sanitasi baik, akses perawatan kesehatan.
- Pemantauan katup jantung jika sudah ada riwayat DRA agar kerusakan sedini mungkin ditangani.
Kesimpulan
Sungguh menakjubkan bahwa proses yang diawali oleh satu episode demam atau radang tenggorokan yang sering dianggap remeh bisa berkembang menjadi kerusakan jantung permanen yaitu Penyakit Jantung Reumatik. Penting bagi kita semua untuk memahami:
- Gejala radang tenggorokan jangan disepelekan, terutama bila sering kambuh atau terjadi pada anak.
- Penanganan tepat waktu (antibiotik) dan kondisi hidup yang layak adalah kunci mencegah komplikasi.
- Bahwa PJR bukan hanya masalah medis individual, melainkan juga soal keadilan kesehatan — lingkungan hidup yang layak dan akses terhadap layanan kesehatan memegang peran besar.
Dengan informasi yang tepat dan tindakan pencegahan yang segera, banyak kasus PJR dapat dicegah — dan nyawa serta kualitas hidup banyak orang dapat diselamatkan. Jika Anda atau anak Anda mengalami radang tenggorokan yang sering atau berat sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

