Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Waspada! Demam dan Radang Tenggorokan Bisa Picu Penyakit Jantung Reumatik

Waspada! Demam dan Radang Tenggorokan Bisa Picu Penyakit Jantung Reumatik

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
  • visibility 204

Kabarjatengterkini.com- Demam dan sakit tenggorokan yang dianggap “biasa” ternyata dapat berkembang menjadi kondisi serius yakni Penyakit Jantung Reumatik (PJR)  sebuah penyakit jantung yang timbul sebagai komplikasi dari Demam Rematik Akut (DRA) akibat infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Group A Streptococcus).

Artikel berikut akan menguraikan bagaimana proses ini terjadi, siapa yang berisiko, data terkini, serta langkah pencegahan penting.

Apa Itu Penyakit Jantung Reumatik dan Bagaimana Mulai Munculnya

Penyakit Jantung Reumatik (PJR) adalah kondisi kerusakan katup jantung secara permanen yang timbul akibat demam rematik akut  yaitu reaksi autoimun tubuh terhadap infeksi tenggorokan atau kulit oleh bakteri Streptococcus Group A.

Infeksi awal biasanya berupa radang tenggorokan (strep throat) atau dalam beberapa kasus infeksi kulit (termasuk impetigo) pada anak-anak.

Bila infeksi tersebut tidak ditangani dengan baik atau sering berulang, tubuh dapat mengalami demam rematik yang kemudian bisa menimbulkan kerusakan katup jantung — itulah yang kemudian disebut PJR.

Menurut data World Health Organization (WHO), diperkirakan lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan PJR, dan penyakit ini menewaskan sekitar 360.000 orang setiap tahun, terutama di negara berpenghasilan rendah hingga menengah.

PJR memang dapat muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal  pada banyak kasus, kerusakan katup jantung baru terdeteksi saat dewasa meskipun infeksi tenggorokan terjadi saat anak-anak.

Proses Dari Demam Ringan Menjadi PJR

  1. Infeksi awal – Anak atau remaja mengalami radang tenggorokan akibat Streptococcus pyogenes. Gejalanya bisa berupa demam, sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar di leher.
  2. Kurang tertangani – Bila infeksi tidak diobati dengan antibiotik secara tepat, bakteri tetap ada atau sering kambuh.
  3. Demam Rematik Akut (DRA) – Sekitar 1–3 % orang yang tidak ditangani dengan baik bisa mengembangkan DRA.  Pada fase ini, tubuh melakukan respons autoimun yang menyerang jaringan sendiri — termasuk jantung, sendi, kulit, dan otak.
  4. Kerusakan Katup Jantung – Akibat dari DRA yang berulang atau berat, katup jantung mengalami peradangan kronis, jaringan parut, penyempitan atau kebocoran (stenosis atau regurgitasi). Inilah yang dikenal sebagai Penyakit Jantung Reumatik.
  5. Kompilasi Jantung – Kerusakan katup mempengaruhi fungsi jantung, mengarah pada gagal jantung, aritmia, stroke, atau kematian dini.

Siapa yang Berisiko dan Kenapa Masih Terjadi

PJR terutama ditemukan pada anak usia 5-15 tahun, namun akibatnya bisa muncul di usia dewasa.

Faktor-faktor risiko utama meliputi:

  • Infeksi strep yang tidak ditangani atau sering kambuh.
  • Kondisi sosial-ekonomi yang buruk: kepadatan rumah, sanitasi buruk, akses kesehatan terbatas.
  • Tinggal di negara berpenghasilan rendah atau menengah di mana program skrining dan pengobatan belum optimal.
    Misalnya, sebuah laporan di Australia menunjukkan bahwa komunitas Penduduk Asli di wilayah terpencil dengan kepadatan tinggi memiliki angka DRA dan PJR sangat tinggi — menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan sosial sangat berpengaruh.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Pada tahap awal (DRA) seseorang mungkin mengalami:

  • Demam dan sakit tenggorokan yang awalnya dianggap “biasa”.
  • Nyeri, bengkak, kemerahan sendi terutama lutut, pergelangan kaki, siku.
  • Ruam kulit, nodul bawah kulit, gerakan tak terkendali (Sydenham’s chorea) pada beberapa kasus.
    Pada tahap PJR yang sudah lanjut, gejalanya bisa berupa:
  • Napas pendek, terutama saat beraktivitas atau saat berbaring.
  • Kelelahan berlebihan, detak jantung tak teratur, pembengkakan perut/ tungkai.
  • Nyeri dada atau sesak yang makin sering.

Data Global & Dampak Kesehatan

  • Sekitar 55 juta orang hidup dengan PJR di seluruh dunia.
  • Lebih dari 300.000 kematian setiap tahun akibat PJR.
  • PJR menyumbang ~2 % dari seluruh kematian akibat penyakit jantung di dunia.
  • Di beberapa daerah dengan akses kesehatan terbatas, angka kejadian DRA terus tinggi dan kerusakan jantung mulai di usia muda.

Pencegahan & Penanganan

Menariknya, PJR sangat bisa dicegah — selama infeksi strep ditangani cepat dan lingkungan risiko dikurangi. Berikut strategi penting:

  • Deteksi dini dan pengobatan radang tenggorokan oleh Streptococcus dengan antibiotik yang tepat.
  • Pencegahan berulang pada orang yang sudah pernah DRA dengan pemberian antibiotik profilaksis secara rutin.
  • Perbaikan kondisi sosial-ekonomi seperti rumah tidak padat, sanitasi baik, akses perawatan kesehatan.
  • Pemantauan katup jantung jika sudah ada riwayat DRA agar kerusakan sedini mungkin ditangani.

Kesimpulan

Sungguh menakjubkan bahwa proses yang diawali oleh satu episode demam atau radang tenggorokan  yang sering dianggap remeh  bisa berkembang menjadi kerusakan jantung permanen yaitu Penyakit Jantung Reumatik. Penting bagi kita semua untuk memahami:

  • Gejala radang tenggorokan jangan disepelekan, terutama bila sering kambuh atau terjadi pada anak.
  • Penanganan tepat waktu (antibiotik) dan kondisi hidup yang layak adalah kunci mencegah komplikasi.
  • Bahwa PJR bukan hanya masalah medis individual, melainkan juga soal keadilan kesehatan — lingkungan hidup yang layak dan akses terhadap layanan kesehatan memegang peran besar.

Dengan informasi yang tepat dan tindakan pencegahan yang segera, banyak kasus PJR dapat dicegah — dan nyawa serta kualitas hidup banyak orang dapat diselamatkan. Jika Anda atau anak Anda mengalami radang tenggorokan yang sering atau berat  sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

    Pemkot Semarang Revisi Musrenbang: Dinas Teknis Fokus Pembangunan, Camat Tampung Aspirasi

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ingin menciptakan sistem perencanaan pembangunan yang aspiratif dan akuntabel. Hal ini dapat diwujudkan melalui perubahan sistem Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, sistem perencanaan pembangunan harus bisa mengkaji kebutuhan wilayah sesuai realitas. Maka dari itu, pihaknya menghendaki metode jemput bola untuk mengetahui daftar permasalahan […]

  • Heboh Kemunculan Situs Palsu SPMB Kota Solo Jelang Tahun Ajaran Baru

    Heboh Kemunculan Situs Palsu SPMB Kota Solo Jelang Tahun Ajaran Baru

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh situs palsu terkait Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Solo menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Namun, situs itu tidak menampilkan foto Wali Kota Solo, melainkan Wali Kota Riau. Sebagai informasi, laman website tersebut menggunakan alamat seperti sd.spmbsolo.com, smp.spmbsolo.com, spmb.smpn1surakarta.com, dan spmb.sman1surakarta.com. Situs-situs tiruan tersebut bahkan menempati hasil pencarian tertinggi. Pemerintah Kota Solo […]

  • kpk

    KPK Ungkap Keterlibatan Tim Sukses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan mengungkap dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo, beserta tim suksesnya. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 19 Januari 2026 berhasil mengamankan Sudewo, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga menyeret beberapa anggota […]

  • melindungi

    7 Cara Ampuh Melindungi Mata dari Paparan Sinar UV Berbahaya

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari sinar matahari memiliki dampak negatif tidak hanya bagi kulit, tetapi juga bagi kesehatan mata. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan mata, mulai dari iritasi ringan hingga risiko penyakit serius seperti katarak dan degenerasi makula. Oleh karena itu, melindungi mata dari bahaya sinar UV sangat penting […]

  • Pemkot Semarang Siapkan Penanganan Jangka Pendek-Panjang Terkait Dampak Jebolnya Tanggul Kali Plumbon

    Pemkot Semarang Siapkan Penanganan Jangka Pendek-Panjang Terkait Dampak Jebolnya Tanggul Kali Plumbon

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul Kali Plumbon, Mangkang. Terkait hal ini, pihaknya bersama pihak terkait menyiapkan langkah-langkah penanganan pascabencana. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, penanganan tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Setelah itu, baru dilanjutkan pembangunan dan penguatan infrastruktur tanggul sungai dan relokasi. “Penanganan […]

  • Buntut 3 Bupati Terjaring OTT, Seluruh Kepala Daerah se-Jateng dalam Pengawasan KPK

    Buntut 3 Bupati Terjaring OTT, Seluruh Kepala Daerah se-Jateng dalam Pengawasan KPK

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Seluruh kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam pengawasan KPK buntut tiga bupati terlibat operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan kasus korupsi selama tahun 2026 ini. Wakil Ketua KPK RI, Fitroh Rohcahyanto pihaknya telah melakukan pertemuan dengan semua kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Jateng di Semarang. Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah […]

expand_less