Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bentrokan di Perbatasan Thailand-Kamboja: 23 Warga Kamboja Terluka

Bentrokan di Perbatasan Thailand-Kamboja: 23 Warga Kamboja Terluka

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
  • visibility 241

Kabarjatengterkini.com – Situasi di perbatasan Thailand-Kamboja kembali memanas setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh warga Kamboja berujung bentrokan dengan pasukan militer Thailand pada Rabu (17/9).

Insiden ini terjadi di wilayah perbatasan Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, yang berbatasan langsung dengan wilayah timur Thailand.

Menurut laporan dari kantor berita internasional AFP yang dikutip Kamis (18/9), ketegangan bermula dari protes warga Kamboja terhadap pemasangan kawat berduri oleh militer Thailand di sepanjang garis perbatasan.

Aksi damai tersebut dengan cepat berubah menjadi bentrokan setelah militer Thailand membubarkan massa dengan gas air mata dan peluru karet.

Militer Thailand Klaim Tindakan Adalah Respons Pertahanan

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (18/9), pihak militer Thailand menyatakan bahwa penggunaan gas air mata dan peluru karet adalah tindakan yang “diperlukan” untuk menjaga keamanan nasional serta mencegah pelanggaran batas wilayah.

“Penggunaan gas air mata dan peluru karet memang diperlukan untuk mengendalikan situasi dan membuat massa mundur dari area,” kata pihak militer Thailand dalam pernyataan resmi mereka.

Militer Thailand juga menuduh bahwa warga Kamboja yang berdemo telah melanggar batas wilayah dan menyebut otoritas Kamboja gagal mengambil tindakan untuk menghentikan pelanggaran tersebut.

“Orang-orang Kamboja itu melanggar batas wilayah Thailand, dan otoritas Kamboja tak mengambil tindakan apa pun. Ini adalah provokasi dan pelanggaran gencatan senjata,” tambah pernyataan tersebut.

Pemerintah Kamboja Protes Keras: “Ini Pelanggaran Gencatan Senjata”

Sementara itu, pihak pemerintah Kamboja bereaksi keras terhadap tindakan militer Thailand. Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, mengutuk keras aksi kekerasan terhadap warga sipil dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati kedua negara.

“Ini pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Thailand,” kata Pheaktra dalam konferensi pers di Phnom Penh.

Ia juga mengungkapkan bahwa sedikitnya 23 warga Kamboja mengalami luka-luka dalam insiden tersebut, termasuk di antaranya personel militer dan Bhiksu Buddha yang turut hadir dalam aksi protes damai tersebut.

Akar Konflik: Sengketa Wilayah Perbatasan yang Tak Kunjung Usai

Ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja bukanlah hal baru. Sejak beberapa dekade terakhir, kedua negara kerap berselisih soal klaim wilayah, khususnya di sekitar kawasan Candi Preah Vihear, yang menjadi objek sengketa lama antara Bangkok dan Phnom Penh.

Meski Mahkamah Internasional telah memberikan putusan pada 1962 bahwa candi tersebut berada di wilayah Kamboja, klaim atas beberapa bagian tanah di sekitarnya masih menjadi sumber konflik dan ketegangan diplomatik hingga hari ini.

Aksi pemasangan kawat berduri oleh militer Thailand dipandang oleh warga Kamboja sebagai bentuk “pencaplokan wilayah” secara sepihak. Warga yang tinggal di perbatasan pun merasa ruang gerak dan aktivitas mereka terganggu, karena banyak dari mereka mengandalkan perdagangan lintas batas untuk bertahan hidup.

Seruan Internasional dan Risiko Ketegangan Regional

Konflik terbaru ini menuai perhatian dari sejumlah organisasi internasional, termasuk ASEAN dan Human Rights Watch. Beberapa analis memperingatkan bahwa jika tidak dikelola dengan baik, konflik ini bisa merembet menjadi ketegangan regional yang lebih besar.

Direktur Institute for Southeast Asian Studies (ISEAS), Dr. Narongchai Chotiwong, menyatakan bahwa tindakan militer terhadap warga sipil berpotensi memicu eskalasi diplomatik.

“Kedua pihak perlu duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Penempatan kawat berduri dan respons militer terhadap demonstrasi damai hanya akan memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Pemerintah Kedua Negara Didesak untuk Dialog Damai

Berbagai elemen masyarakat sipil di kedua negara mendesak agar pemerintah Thailand dan Kamboja segera menggelar perundingan bilateral guna mencegah konflik meluas. Seruan ini juga disuarakan oleh sejumlah aktivis HAM dan pemimpin komunitas lokal di perbatasan.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada tanda-tanda bahwa pemerintah kedua negara akan segera menggelar dialog terbuka. Namun, tekanan dari masyarakat internasional kemungkinan besar akan mendorong terciptanya pertemuan darurat untuk meredakan ketegangan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Korban Tewas Bencana Longsor di Cilacap, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian 3 Korban Terakhir

    20 Korban Tewas Bencana Longsor di Cilacap, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian 3 Korban Terakhir

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Petugas penyelamatan masih siaga melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. Sebanyak 1.000 personel gabungan telah dikerahkan untuk mencari tiga korban terakhir. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebutkan luas area yang terdampak cukup luas, yakni lebih dari 12 hektar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi […]

  • terong panggang

    Resep Terong Panggang Saus Tahini: Lezat, Sehat, dan Mudah Dibuat di Rumah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Terong merupakan salah satu bahan makanan yang serbaguna dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Dengan teksturnya yang lembut dan rasa netral, terong bisa diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera. Salah satu resep yang sedang populer dan kaya manfaat adalah terong panggang saus tahini. Bukan hanya lezat, resep terong panggang ini juga cocok […]

  • LKPD Semarang 2025 Dapat Opini WTP, Walkot Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Baik

    LKPD Semarang 2025 Dapat Opini WTP, Walkot Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Baik

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan tata kelola keuangan berjalan akuntabel dan transparan. Hal ini terbukti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2025. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebutkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran yang senantiasa mengawal jalannya pemerintahan. Sehingga, tercipta sinergitas antar […]

  • Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD dikhawatirkan akan berdampak pada nasib PPPK paruh waktu di Jawa Tengah. Adapun kebijakan tersebut merupakan buntut efisiensi oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyebutkan bahwa pihak pemerintah provinsi masih mengkaji kebijakan tersebut, serta akan menunggu arahan dari […]

  • Jaringan Internet Satu Pintu di OPD Pemprov Jateng Dinilai Bisa Optimalkan Efisiensi Anggaran

    Jaringan Internet Satu Pintu di OPD Pemprov Jateng Dinilai Bisa Optimalkan Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Kabarjetengterkini.com – Belanja internet di lingkungan Pemprov Jateng mencapai rata-rata Rp2,3 miliar per bulan atau sekitar Rp28 miliar per tahun. Dalam rangka efisiensi, Pemprov Jateng bakal manfaatkan sistem jaringan internet satu pintu bagi seluruh OPD. “Angka itu cukup besar. Maka tugas kami adalah mengukur kebutuhan internet yang sebenarnya,” ujar Kepala Dinas Kominfo Jateng Agung Hariyadi, […]

  • Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana Selama Musim Kemarau

    Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana Selama Musim Kemarau

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Warga Jateng diimbau waspada dengan potensi bencana selama musim kemarau, seperti kebakaran hutan dan permukiman. Sebelumnya, BMKG memprediksi puncak kemarau 2026 diperkirakan berlangsung pada periode Juli hingga September. Salah satu upaya antisipasi terhadap potensi bencana adalah dengan persiapan peralatan sederhana, seperti alat pemadam api ringan maupun pompa air. Selain itu, upaya bersama juga […]

expand_less