Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 8 Nov 2025
- visibility 85

Foto: Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen (Sumber: Komdigi)
Sragen, Kabarjatengterkini.com – Kementerian Komunikasi dan Digital RI perkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) kepada petani melon di Desa Jetak, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Teknologi ini diklaim memudahkan petani dalam melakukan pemantauan kebutuhan tanaman pangan dan hortikultura, khususnya untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyiraman dan pemupukan secara otomatis.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam memperkuat sektor pangan nasional. Menurutnya, produksi pangan dan pertanian merupakan salah satu pilar fundamental bagi kedaulatan pangan bangsa.
Teknologi IoT bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja, sekaligus menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas.
“Produksi pangan, distribusi pangan, serta pengelolaan air dan energi, adalah pilar fundamental kekuatan bangsa. Jika kita ingin kedaulatan pangan, maka teknologinya juga harus berdaulat,” ujar Meutya baru-baru ini.
“Dengan teknologi digital, kita bisa mewujudkan semboyan leluhur kita, gemah ripah loh jinawi,” lanjutnya.
Sementara itu, Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah menyebutkan bahwa program Tani Digital merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Komdigi dan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan berbasis teknologi.
“Hasil penggunaan teknologi ini menunjukkan dampak signifikan, antara lain penggunaan pupuk lebih efisien, berat melon meningkat, dan harga jual lebih tinggi,” terangnya.
Program IoT ini sudah berlangsung sejak Mei hingga November 2025 ini, dengan menggandeng dua mitra teknologi pertanian, yakni PT Habibi Digital Nusantara dan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa.
Sensor teknologi IoT mampu mendeteksi kebutuhan tanaman, terutama saat sudah waktunya penyiraman. Selain itu, dengan bantuan teknologi ini, penyiraman bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Adapun hasilnya, dengan lahan seluas 600meter persegi dan 1.000 pohon melon, petani Desa Jetak mampu panen empat kali setahun, dengan omzet mencapai Rp40–50 juta.
“Kami siap menjadi bagian dalam menyukseskan program-program Kementerian Komdigi, sekaligus memperkuat Sragen sebagai kabupaten pertanian modern berbasis teknologi,” ungkap Bupati Sragen Sigit Pamungkas. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

