Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 122

Sragen, Kabarjatengterkini.com – Kementerian Komunikasi dan Digital RI perkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) kepada petani melon di Desa Jetak, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Teknologi ini diklaim memudahkan petani dalam melakukan pemantauan kebutuhan tanaman pangan dan hortikultura, khususnya untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyiraman dan pemupukan secara otomatis.

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam memperkuat sektor pangan nasional. Menurutnya, produksi pangan dan pertanian merupakan salah satu pilar fundamental bagi kedaulatan pangan bangsa.

Teknologi IoT bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja, sekaligus menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas.

“Produksi pangan, distribusi pangan, serta pengelolaan air dan energi, adalah pilar fundamental kekuatan bangsa. Jika kita ingin kedaulatan pangan, maka teknologinya juga harus berdaulat,” ujar Meutya baru-baru ini.

“Dengan teknologi digital, kita bisa mewujudkan semboyan leluhur kita, gemah ripah loh jinawi,” lanjutnya.

Sementara itu, Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah menyebutkan bahwa program Tani Digital merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Komdigi dan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan berbasis teknologi.

“Hasil penggunaan teknologi ini menunjukkan dampak signifikan, antara lain penggunaan pupuk lebih efisien, berat melon meningkat, dan harga jual lebih tinggi,” terangnya.

Program IoT ini sudah berlangsung sejak Mei hingga November 2025 ini, dengan menggandeng dua mitra teknologi pertanian, yakni PT Habibi Digital Nusantara dan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa.

Sensor teknologi IoT mampu mendeteksi kebutuhan tanaman, terutama saat sudah waktunya penyiraman. Selain itu, dengan bantuan teknologi ini, penyiraman bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Adapun hasilnya, dengan lahan seluas 600meter persegi dan 1.000 pohon melon, petani Desa Jetak mampu panen empat kali setahun, dengan omzet mencapai Rp40–50 juta.

“Kami siap menjadi bagian dalam menyukseskan program-program Kementerian Komdigi, sekaligus memperkuat Sragen sebagai kabupaten pertanian modern berbasis teknologi,” ungkap Bupati Sragen Sigit Pamungkas. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • demo

    TNI, Polri, dan Warga Bersatu Bersihkan Alun-Alun dan Kantor Bupati Pati Pasca Demo Ricuh

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pasca kericuhan demo yang terjadi pada Rabu (13/8/2025) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, suasana di alun-alun dan sekitar kantor Bupati Pati kini berangsur pulih berkat kerja keras gotong royong bersama antara TNI, Polri, pegawai pemerintahan, dan masyarakat. Ratusan orang bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah dan sisa kerusakan yang ditinggalkan setelah aksi massa yang berlangsung panas […]

  • ahli

    Oat vs Gandum: Penjelasan Lengkap dari Ahli Gizi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Oat dan gandum merupakan dua jenis biji-bijian yang sering dijadikan bahan makanan sehari-hari, mulai dari sarapan hingga camilan sehat. Namun, banyak orang masih bingung apakah oat dan gandum sama atau memiliki perbedaan signifikan. Untuk itu, mari kita bahas lebih dalam berdasarkan pandangan ahli gizi dan nutrisi. Perbedaan Dasar Oat dan Gandum Secara ilmiah, oat […]

  • dunia

    Larry Ellison Geser Mark Zuckerberg Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia, Kekayaan Tembus 251 Miliar Dolar AS

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Salah satu pendiri Oracle, Larry Ellison, kini resmi menduduki posisi orang terkaya kedua di dunia, menggeser CEO Meta, Mark Zuckerberg. Di usia 80 tahun, Ellison menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk terus menorehkan prestasi luar biasa di dunia bisnis dan teknologi. Menurut data terbaru dari Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersih Ellison melonjak menjadi […]

  • Pembangunan Long Storage Serang Rembang Rampung, Dimanfaatkan Warga di 9 Desa

    Pembangunan Long Storage Serang Rembang Rampung, Dimanfaatkan Warga di 9 Desa

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Bendungan atau long storage di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, yang rampung dibangun akhirnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku oleh warga di sembilan desa. Desa-desa tersebut di antaranya Desa Kalipang, Sumbermulyo, Gonggang, Gunungmulyo, Nglojo, Jambangan, Pelang, Lodan Kulon, dan Lodan Wetan. “Sudah selesai 100 persen pada Desember 2025, kemarin itu kurang nama […]

  • penemuan

    Penemuan Pouch Misterius dari Zaman Tembaga di Jerman: Mengungkap Status Sosial dan Budaya Kuno

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan arkeologis yang menakjubkan terjadi di Jerman, di mana tim arkeolog menemukan tiga kerangka wanita dari Zaman Tembaga yang dimakamkan dengan benda misterius yang mengundang perhatian dunia. Pouch besar yang menyerupai gendongan bayi ditemukan di makam-makam tersebut, dihiasi dengan ratusan gigi anjing dan serigala, memberikan wawasan baru tentang praktik pemakaman dan budaya masyarakat […]

  • posyandu

    Posyandu di Jateng Diharapkan Menerapkan 6 Standar Pelayanan Minimum

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di seluruh Provinsi Jawa Tengah diharapkan menerapkan enam standar pelayanan minimum (SPM). Adapun enam standar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, dan sosial. Tujuan penerapannya guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah masing-masing. “Layanan posyandu sekarang menjadi enam bidang pelayanan posyandu. Enam […]

expand_less